Kamis, 21 Mei 2026

Wisata Lembata

Tradisi Guti Nale di Minggar Lembata, Berburu Cacing Laut pada Bulan Februari dan Maret

Guti Nale merupakan tradisi menangkap Nale, sejenis cacing laut oleh masyarakat Mingar di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Tradisi Guti Nale di Minggar Lembata, Berburu Cacing Laut pada Bulan Februari dan Maret
Kompas.com
TRADISI- Nale, atau cacling laut yang ditangkap masyarakat Mingar di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA- Tradisi berburu cacing laut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini juga ada di Lembata dan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Di Pulau Lombok NTB, tardisi ini disebut Bau Nyale. Sementara di Lembata, tradisi ini disebut Guti Nale. Tradisi turun temurun ini sangat unik dan bisa menjadi tujuan destinasi wisata di Lembata.

Di Lembata, tradisi ini hanya dilakukan oleh masyarakat Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Tradisi itu diwariskan secara turun temurun. Guti Nale merupakan tradisi menangkap atau mengambil Nale (Nyale, bahasa Indonesianya), sejenis cacing laut. 

Tradisi ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret atau pada purnama ke 6-7 pada bulan kedua dan purnama ke 7-8 pada bulan ketiga seturut penanggalan kalender orang Mingar. 

Baca juga: 12 Tempat Wisata Alam di Pulau Flores yang Tak Kalah Indah dari Labuan Bajo

 

 

Pengunjung dapat berkunjung pada waktu yang ditentukan agar bisa menangkap cacing laut bersama warga setempat. Cacing laut ini juga bisa dimakan setelah diolah dengan bumbu khas masyarakat setempat.

Bagi orang Mingar, Nale merupakan pemberian alam yang datang pada musim kemarau panjang dan hujan tak tentu sehingga orang menderita kelaparan karena gagal panen. Nale yang diasapkan juga berkhasiat menyuburkan padi dan jagung milik warga.

Tradisi menangkap atau mengambil Nale merupakan tanda datangnya hasil panen dan kesejahteraan masyarakat.

Sejak tahun 2019 Guti Nale ditetapkan sebagai festival tahunan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata. Festival Guti Nale pernah masuk dalam kalender event 2024 di NTT. 

Baca juga: 19 Atraksi Wisata Menarik di Floratama Tahun 2025

Dalam katolog kalender event Parekraf NTT, Festival Guti Nale- Kabupaten Lembata dimulai 11-12 Februari dan 12-13 Maret 2024.

Dikutip dari Pos-Kupang.Com, menangkap cacing laut ini dilakukan warga saat matahari mulai terbenam. Masyarakat Mingar mulai ramai berkumpul di pesisir Pantai Watan Raja, membawa senele atau wadah dari anyaman lontar yang digantung pada leher.

Anak-anak sampai orang dewasa menyisir pantai dengan bantuan cahaya lampu senter dan obor sembari menunggu tua adat yang bertugas mengecek kedatangan cacing laut berteriak Duli Gere.

Duli gere adalah teriakan khas yang menandakan cacing laut atau Nale sudah muncul di pesisir dan bisa ditangkap. Teriakan ini terdengar bersahut-sahutan, seolah memicu spirit masyarakat untuk menangkap Nale.

Ritual penangkapan Nale berlangsung sekali dalam setahun dan diwariskan nenek moyang orang Mingar. Ada Seremoni Adat yang harus digelar sebelum Nale datang ke pesisir. Seremoni adat ini sarat dengan muatan sejarah dan kepercayaan orang Mingar sendiri.

Dikutip dari Kompas.Com, tradisi Guti Nale ini sudah tua. Menurut penuturan masyarakat setempat bahwa Guti Nale dimulai pada tahun 500 masehi. Memang belum ada penelitian yang menjelaskan sejak kapan tradisi ini dimulai.

Berita TribunFlores.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved