Selasa, 28 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Kamis 6 Maret 2025, Refleksi Pertobatan

Mari simak renungan harian Katolik Kamis 6 Maret 2025.Tema renungan harian Katolik yaitu refleksi pertobatan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Kamis 6 Maret 2025, Refleksi Pertobatan
TRIBUNFLORES.COM / HO-RACHEL
GEREJA KATOLIK - Umat saat misa di Gereja Katedral Tiga Raja Timika Papua Indonesia, Minggu 2 Februari 2025.Mari simak renungan harian Katolik Kamis 6 Maret 2025.Tema renungan harian Katolik yaitu refleksi pertobatan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 6 Maret 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu refleksi pertobatan.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk hari Kamis sesudah Rabu Abu.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 6 Maret 2025, Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab

 

Kamis 6 Maret 2025 merupakan hari Kamis sesudah Rabu Abu, Santo Hesikios, Pengaku Iman, Santo Fridolin, Pengaku Iman, Santo Marsianus dari Konstantinopel, Imam, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 6 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Ulangan 30:15-20

"Pada hari ini aku menghadapkan kepadamu: berkat dan kutuk."

Di padang gurun di seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan.

Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan serta peraturan-Nya.

Dengan demikian engkau hidup dan bertambah banyak, dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu, di negeri yang kau masuki untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, apalagi jika engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

maka pada hari ini aku memberitahukan kepadamu bahwa pastilah kamu akan binasa, dan tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi Sungai Yordan, untuk mendudukinya.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.

Sebab hal itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 1:1-2.3.4.6

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

Ia seperti pohon, yang di tanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikianlah orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil Matius 10:7

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.

Bacaan Injil Lukas 9:22-25

"Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya."

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga.

Kata-Nya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Pada hati ini, kita memulai perjalanan Puasa Prapaskah, masa retret agung yang penuh dengan refleksi pertobatan. 

Bacaan-bacaan hari ini mengajarkan kita tentang pilihan-pilihan renting dalam hidup kita dan konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil. Dalam bacaan Injil, Yesus berkata. "Anak manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala. dan ahli-ahli taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." 

Perkataan Yesus ini mengandung makna bahwa mengikuti Dia bukanlah jalan yang mudah dan serba enak, melainkan jalan salib. Mau mengikuti Yesus berarti harus berani ambil jalan salib, jalan penderitaan dan memanggulnya setiap hari. Yesus semakin menegaskan hal ini kepada mereka yang hendak mengikuti-Nya sebenarnya mengajak kita bersama untuk semakin berkomitmen total kepada-Nya, meskipun terkadang penderitaan dan bahkan harus menyerahkan nyawa. 

Dalam bacaan pertama, Musa mengajarkan kepada bangsanya bahwa pilihan untuk mengasihi dan menaati Tuhan adalah pilihan yang membawa kehidupan. Bangsa Israel diajak oleh Musa untuk mendengarkan suara Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya. Menurut Musa, pilihan ini akan berkat, kehidupan, dan kelimpahan. Sebaliknya, jika tidak taat, maka mereka akan mengalami kebinasaan. Kita diajak untuk berani membuat pilihan hidup yang tepat, pilihan hidup kita menentukan perjalanan kita ke depannya. 

Tuhan Maha Kuasa, berilah kami kekuatan dan keberanian untuk memilih jalan kehidupan, untuk mengasihi dan taat kepada-Mu dan mau mengikuti jalan yang ditunjukkan Yesus sampai dengan akhir perjalanan hidup kami. Amin. 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved