Masa Prapaskah 2025
Tata Cara Pantang dan Puasa Selama Masa Prapaskah Katolik
Selama Prapaskah umat Katolik mempersiapkan diri dengan berpuasa, berpantang, berdoa, beramal kasih dan mendengarkan sabda Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/rosario-di-tangan.jpg)
TRIBUNFLORES.COM- Bapa Suci Paus Fransiskus dalam pesan masa Prapaskah 2025 mengingatkan umat Katolik seluruh dunia untuk memeriksa kehidupannya, keluarga, tempat bekerja, orang di sekitar, mendengarkan orang lain dan menahan godaan untuk menjadi egois.
"Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri di hadapan Tuhan, apakah kita, sebagai uskup, imam, anggota hidup bakti, dan kaum awam dalam pelayanan Kerajaan Allah, bekerja sama dengan orang lain. Apakah kita menampilkan diri kita sebagai orang yang ramah, dengan aksi-aksi yang nyata, kepada mereka yang dekat maupun yang jauh. Apakah kita membuat orang lain merasa diterima sebagai bagian dari komunitas ataukah kita justru menjaga jarak dari mereka,"tulis Paus dalam pesan itu.
Seperti yang diajarkan Paus Benediktus XVI dalam Ensiklik Spe Salvi , “manusia membutuhkan kasih tanpa syarat. Ia membutuhkan kepastian yang membuatnya berkata: 'baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita' (Roma 8:38-39)”.
Masa Prapaskah adalah masa doa, puasa, dan sedekah selama 40 hari yang dimulai pada hari Rabu Abu dan berakhir pada hari Kamis Putih. Selama masa Prapaskah, umat Katolik berdoa dengan membaca Kitab Suci.
Baca juga: Masa Prapaskah Katolik 2025: Makna, Jadwal, Aturan Pantang dan Puasa
Pantang dan Puasa
Tradisi berpantang makan daging pada hari Jumat selama masa Prapaskah, tetapi kita juga dipanggil untuk mempraktikkan disiplin diri dan berpuasa dengan cara-cara lain sepanjang musim.
Renungkanlah makna dan asal-usul tradisi puasa Prapaskah dalam refleksi ini. Selain itu, memberi sedekah adalah salah satu cara untuk berbagi karunia Tuhan - tidak hanya melalui pembagian uang, tetapi juga melalui pembagian waktu dan bakat kita.
Seperti yang diingatkan oleh Santo Yohanes Krisostomus: “Tidak memberikan kesempatan kepada orang miskin untuk berbagi dalam harta kita sama saja dengan mencuri dari mereka dan merampas kehidupan mereka. Harta benda yang kita miliki bukanlah milik kita, melainkan milik mereka.” (Katekismus Gereja Katolik, no. 2446).
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Rabu 12 Maret 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Dilansir dari laman mirifica.net menjelaskan berpantang dan berpuasa itu dilaksanakan oleh umat Katolik pada hari Rabu Abu. Sementara itu, pantang selama masa prapaskah adalah tidak mengonsumsi daging atau makanan lain yang disukai pada Rabu Abu dan setiap Jumat selama masa Prapaskah sesuai dengan tradisi Gereja. Sedangkan, pada hari jumat lainnya dalam masa Prapaska hanya berpantang saja.
Yang diwajibkan berpuasa menurut hukum Gereja yang baru adalah semua yang sudah dewasa sampai awal tahun ke enam puluh (KHK, k.1252). Yang disebut dewasa adalah orang yang genap berumur delapan belas tahun (KHK k. 97.1).
Puasa artinya makan kenyang satu kali sehari. Yang diwajibakn berpantang adalah semua yang sudah berumur 14 tahun ke atas (KHK k.1252)
Pantang yang dimaksud di sini adalah tiap keluarga, kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya: pantang daging, pantang garam, pantang jajan, pantang rokok dan lainya. (CNA)
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News