Sabtu, 9 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Rabu 12 Maret 2025, Niniwe Itu Bertobat

Mari simak renungan Katolik Rabu 12 Maret 2025.Tema renungan Katolik yaitu Niniwe itu bertobat.Renungan katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Rabu 12 Maret 2025, Niniwe Itu Bertobat
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan Katolik Rabu 12 Maret 2025.Tema renungan Katolik yaitu Niniwe itu bertobat.Renungan katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD. 

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 12 Maret 2025.

Tema renungan Katolik yaitu Niniwe itu bertobat.

Renungan katolik disiapkan oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Renungan Katolik disiapkan untuk pekan I Prapaskah.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 12 Maret 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Rabu 12 Maret 2025 merupakan Hari Rabu biasa Pekan I Prapaskah, Santo Theofanus, Biarawan dan Sejarahwan, Santo Gregorius I, Paus dan Pujangga Gereja, Santo Maximilianus, Martir, Beata Yustina dari Arezzo, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 12 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Yunus 3:1-10

"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat."

Tuhan berfirman kepada Yunus, "Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah.

Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Setelah kabar sampai pada raja kota Niniwe, turunlah raja dari singgasananya; ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu.

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 51:3-4.12-13.18-19

Ref. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk-redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil Yoel 2:12-13

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Sekarang juga, demikian firman Allah, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.

Bacaan Injil Lukas 11:29-32

"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.

Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini.

Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan akan menghukum mereka: Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo!

Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya.

Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Yunus!"

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Pertobatan itu sebuah upaya kembali ke jalan yang benar setelah ada dosa atau kesalahan yang dibuat. Pertobatan bisa saja terjadi secara individu tapi juga bisa secara kolektif. Hal ini bisa terjadi kalau ada satu kesadaran bersama atas kesalahan atau dosa yang dibuat dan kesadaran kolektif itulah yang bisa menghantar orang kepada pertobatan. 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Hari ini kita akan merenungkan satu tema yakni "Niniwe Itu Bertobat". Tema ini mengajak kita untuk merenungkan arti penting pertobatan dan respons kita yang tepat terhadap panggilan Tuhan. Dalam bacaan dari Yunus, kita melihat bagaimana kota Niniwe, yang terkenal karena kejahatannya, mendengarkan pesan Tuhan melalui Yunus dan akhirnya bertobat. Ini adalah pengingat bagi kita bahwa tidak ada yang terlalu jauh dari kasih dan pengampunan Tuhan.

Dalam bacaan pertama (Yunus 3:1-10), kita menyaksikan perubahan dramatis dalam hati orang Niniwe. Setelah menerima berita tentang kebinasaan dari Tuhan, mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak. Raja mereka memimpin dengan memberi contoh, mengenakan kain kabung dan duduk di abu, serta memerintahkan semua orang untuk berpuasa dan bertobat. Pertobatan mereka bukan hanya sebatas kata-kata, tetapi diikuti dengan tindakan nyata.

Sedangkan dalam Injil (Lukas 11:29-32), Yesus mengingatkan kita tentang pentingnya percaya dan bertobat. Ia menyatakan bahwa generasi yang jahat akan mencari tanda, tetapi tanda yang diberikan adalah Nabi Yunus. Seperti yang dialami oleh Niniwe, kita pun diajak untuk membuka hati dan pikiran kita terhadap panggilan Tuhan, tanpa harus menunggu tanda-tanda yang spektakuler.

Bahan permenungan dan refleksi kita dengan pertanyaannya adalah, sejauh mana kita responsif terhadap panggilan Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita menunggu "tanda" sebelum kita bertindak? Atau, seperti orang Niniwe, kita bersedia untuk mendengar dan bertobat dari jalan yang salah?
Kita mungkin memiliki berbagai alasan untuk menunda pertobatan, tetapi Niniwe menunjukkan bahwa pertobatan yang tulus dapat membawa perubahan yang luar biasa. Tuhan selalu siap untuk mengampuni dan menerima kita kembali.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: mari kita renungkan bagaimana kita bisa lebih responsif terhadap panggilan Tuhan. Apakah ada area dalam hidup kita yang perlu kita serahkan dan pertobatkan? Kedua, dengan mengikuti teladan Niniwe, mari kita ambil langkah nyata menuju pertobatan dan terus berdoa agar Tuhan membimbing kita dalam perjalanan iman kita. Ketiga, semoga kita juga menjadi alat Tuhan dalam mengajak orang lain untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. (kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved