Selasa, 21 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Jumat 14 Maret 2025, Harus Hidup Lebih Benar dan Setia

Mari simak renungan Katolik Jumat 14 Maret 2025.Tema renungan Katolik harus hidup lebih benar dan setia.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Jumat 14 Maret 2025, Harus Hidup Lebih Benar dan Setia
POS-KUPANG.COM
PASTOR MARKUS TULU SVD -Mari simak renungan Katolik Jumat 14 Maret 2025.Tema renungan Katolik harus hidup lebih benar dan setia. 

Oleh : RP Markus Tulu SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Jumat 14 Maret 2025.

Tema renungan Katolik harus hidup lebih benar dan setia.

Renungan katolik disiapkan oleh RP Markus Tulu SVD.

Renungan Katolik disiapkan untuk pekan biasa Prapaskah I.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 14 Maret 2025, Berdamailah Dulu dengan Saudaramu

 

Jumat 14 Maret 2025 merupakan Hari Jumat biasa Pekan I Prapaskah, Santa Matilda, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 14 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Yehezkiel 18:21-28

"Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan supaya ia hidup?"

Beginilah Tuhan Allah berfirman, "Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi, ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? firman Tuhan Allah.

Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan orang fasik, apa ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukan tidak akan diingat-ingat lagi.

Ia harus mati karena ia berubah setia, dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang itdak tepat.

Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.

Ia insyaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8

Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.

Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil Yehezkiel 18:31

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Buanglah daripada-Mu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan, dan perbaharuilah hati serta rohmu.

Bacaan Injil Matius 5:20-26

"Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu."

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;

siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik RP Markus Tulu SVD merujuk pada Bacaan I : Yeh.18:21-28; Mat. 5:20-26.

Orang beriman setia hidup dari kualitas imannya. Yakni ia melakukan keadilan dan kebenaran. Ia tidak saja hidup baik. Tapi lebih dari itu ia menghayati hidup benar. 

Jika ia jatuh dan hidup dalam kedurhakaan dan kedosaan, ia menyadari hal itu dan berbalik kepada Allah dan bertobat. Dan hidupnya kembali berpegang teguh pada segala ketetapan Allah. 

Karena ia percaya bahwa hidup yang berkenan kepada Allah adalah hidup dengan semangat pertobatan sejati. 

Hidup yang seperti itulah yang Allah kehendaki dari kita. Karena Yesus sendiri menegaskan kepada kita untuk menghayati hidup benar. 

Bahkan Yesus minta agar kita harus hidup lebih benar dan setia dari hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Di sinilah yang Yesus maksudkan hidup dengan kualitas iman yang benar. 

Yakni sikap batin yang lurus dan damai. Untuk menjaga kemurnian hati kita, Yesus lagi-lagi mengingatkan kita bahwa hidup dengan hati yang damai jauh lebih mulia dan berkenan di hadirat Tuhan.

Daripada mempersembahkan banyak hal duniawi dengan motivasi rohani yang kabur bahkan gelap. 

Bahwa hidup keagamaan kita yang benar mesti ditunjukkan dalam sikap iman yang bertindak. 

Bukan pamer kesalehan dari rancangan hati yang syarat dusta. (PMT)(kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved