ETMC Kota Kupang 2025
El Tari Memorial Cup, PS Malaka Lawan Persap Alor Ricuh, Suporter Serbu Lapangan
Kemarahan tim Persap Alor memuncak, mereka pun memutuskan walkout dari pertandingan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PERTANDINGAN-Suasana-di-Stadion-Oepoi-Kupang-NTT-Jumat-14-Maret-2025.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Laga panas antara PS Malaka melawan Persap Alor dalam ajang Liga 4 ETMC XXXIII di Stadion Oepoi, Kota Kupang Jumat (14/3/2025), berakhir ricuh setelah keputusan wasit yang memicu protes keras dari tim dan suporter Persap Alor.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Persap Alor berhasil unggul lebih dulu lewat tendangan bebas pemain bernomor punggung 8, Zainal, pada menit ke-59.
Keunggulan ini membuat permainan semakin intens, dengan PS Malaka terus berupaya menyamakan kedudukan.
Baca juga: El Tari Memorial Cup, Persami Maumere Juara Grup F Usai Menang Lawan PS Kabupaten Kupang
Titik panas terjadi pada menit ke-74 saat PS Malaka mendapatkan hadiah penalti. Keputusan ini langsung disambut protes keras dari pemain serta ofisial Persap Alor yang merasa tidak terima. Namun, wasit tetap pada keputusannya. PS Malaka pun sukses mengeksekusi penalti dan menyamakan skor.
Kemarahan tim Persap Alor memuncak, mereka pun memutuskan walkout dari pertandingan.
Situasi semakin tidak terkendali ketika suporter Persap Alor turun ke lapangan dan menyerang wasit serta panitia pertandingan.
Pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengamankan para pemain, ofisial, serta suporter yang mengamuk. Wasit dan pemain PS Malaka dievakuasi ke ruang ganti untuk menghindari insiden yang lebih besar.
Dalam upaya mencari solusi, panitia dan Asprov PSSI NTT menggelar pertemuan dengan perwakilan kedua tim. Hasilnya, pertandingan diputuskan akan dilanjutkan pada Sabtu, 15 Maret 2025, dengan rapat lanjutan untuk membahas status skor pertandingan.
Kericuhan ini menjadi catatan hitam dalam gelaran Liga 4 ETMC XXXIII, yang seharusnya menjadi ajang kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas. Pihak panitia dan Asprov PSSI NTT diharapkan bisa mengambil langkah tegas guna mencegah insiden serupa terjadi di pertandingan berikutnya. (uge)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News