Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Jumat 4 April 2025, Berteguh dalam Perbuatan Kasih 

Mari simak renungan Katolik Jumat 4 April 2025. Tema renungan Katolik berteguh dalam perbuatan kasih.Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Jumat 4 April 2025, Berteguh dalam Perbuatan Kasih 
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak renungan Katolik Jumat 4 April 2025. Tema renungan Katolik berteguh dalam perbuatan kasih . Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar SVD. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Jumat 4 April 2025.

Tema renungan Katolik berteguh dalam perbuatan kasih .

Renungan katolik disusun oleh Pastor John Lewar SVD.

Renungan katolik disiapkan untuk hari Jumat biasa IX, pekan IV Prapaskah, Peringatan fakultatif Santo Isodorus dari Sevilla.

Baca juga: Herman Kabosu Kenang Mgr Petrus Turang: Saya Pernah Diberikan Piring Makan

 

Santo Isodorus merupakan Uskup dan Pujangga Gereja, Santo Benediktus Moor, Biarawan, Santo Platon, Pengaku Iman.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 4 April 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kebijaksanaan 2:1a.12-22

"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya."

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita.

Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.

Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.

Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.

Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.

Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."

Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 34:17-18.19-20.21.23

Ref. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.

Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.

Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.

Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil Matius 4:4
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil Yohanes 7:1-2.10.25-30

"Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba."

Yesus berjalan keliling Galilea, Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.

Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio: 

Pada suatu hari tidak sengaja berpapasan dengan seorang ibu yang 
sudah lama tidak berjumpa. Sangat kaget karena ibu tersebut sudah 
tampak tua dan sekarang sudah menggunakan tongkat sebagai penopang 
saat berjalan. Rasanya cepat sekali pertambahan umur dan perubahan 
keadaan seseorang di dunia ini. Ibu yang dulunya tegap dan lincah 
sekarang sudah tua dan tampak lemah secara fisik.

Tetapi yang masih tetap sama dilihat mata, adalah semangatnya. Semangat untuk 
memberikan perhatian, semangat untuk berbagi pengalaman. Bila ibu ini 
mulai menceritakan kisahnya dalam mengusahakan kebaikan bagi 
sesama, maka kenangan akan hal tersebut terlintas dalam ingatan. 
Inspirasi-inspirasi dan semangat baru seakan menular bagi 
pendengarnya.  

Sangat berbeda bila bertemu dengan seorang yang hanya banyak omong, 
tetapi kurang dalam aksi nyatanya.Meskipun banyak bercerita, 
menyampaikan banyak pengalaman, tetapi cerita hanyalah tinggal cerita. 
Apalagi kalau diketahui bahwa orang tersebut hanya pandai mencari 
muka dan pandai bersandiwara demi tercapai kepentingan pribadinya. 
Maka tidak ada inspirasi baru, tidak ada semangat baru yang bisa didapat 
oleh pendengarnya. Yang ada malahan rasa bosan dan tidak krasan untuk 
melanjutkan pembicaraan dengannya. 

Dua situasi di atas merupakan kenyataan dalam kehidupan. Ada orang 
yang bisa sangat serius dalam mempersiapkan diri agar bisa berguna bagi 
sesama. Di lain pihak, ada orang yang acuh tak acuh dengan pilihan sikap 
dan tindakannya. Hari ini, Yesus juga berjumpa dan berhadapan dengan 
orang Yahudi yang baik dan orang Yahudi yang jahat. Mereka 
mempersoalkan darimanakah asal Yesus. Ada yang mengakui kebaikan 
Yesus, tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang tidak mau mengakui 
kebaikan Yesus dan justru mencari-cari kesalahan Yesus. 

Hari ini, kita diajak untuk memilih dan berteguh dalam perbuatan kasih, 
kita diajak untuk mengakui kehebatan orang lain, kita diajak untuk 
menghormati orang lain. Dengan cara demikian maka kita akan fokus 
untuk memperbaiki diri dan tidak sibuk dengan iri hati. Kita juga akan 
tergerak untuk mengusahakan segala hal yang baik demi kesejahteraan 
dan persatuan sesama.

Dengan memilih kebaikan, dengan mengusahakan 
kesejahteraan dan dengan memperjuangkan persatuan maka kita telah 
berbuat adil bagi diri sendiri dan juga bagi sesama. Karena keadilan 
adalah bila sukacita dan kemerdekaan dapat dirasakan oleh semua orang. 
Pertanyaan Reflektif: Antara kebaikan dan ketidakbaikan, manakah yang 
lebih sering saya terapkan dalam sikap dan tindakan saya? 

Missio: 

Teguhlah dalam iman dan contohilah teladan Yesus yang selalu berbuat 
kasih kepada semua orang, walau hadapi banyak tantangan dan 
penolakan. Berikan pujian dan rasa hormat atas keberhasilan dan 
kesuksesan orang lain. Hargailah martabat sesama kita. 

Doa: 

Bapa yang maha baik, kami berterimakasih kepada-Mu, karena ada begitu banyak pengalaman dan inspirasi bagi kami untuk mengusahakan kebaikan. Semoga kami mampu mengarahkan hati kami terhadap kehendak-Mu agar sukacita dan ketulusan menghiasi hidup kami... Amin.  

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat Jalan Salib, hari ke 27 Prapaskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.  (kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved