Selasa, 2 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Pesan Pembebasan

Mari simak renungan harian Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan harian Katolik pesan pembebasan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Pesan Pembebasan
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak renungan harian Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan harian Katolik pesan pembebasan. 

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Rabu 9 April 2025.

Tema renungan harian Katolik pesan pembebasan.

Renungan harian Katolik disusun oleh Pastor John Lewar, SVD.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk pekan V Prapaskah.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Kebenaran Itu akan Memerdekan Kamu

 

Rabu 9 April 2025 merupakan hari Rabu  Pekan V Prapaskah, Santa Kasilda, Pengaku Iman, Santo Thomas OFM dkk: Dementrius, Petrus dan Yakobus, Martir, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 9 April 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Daniel 3:14-20.24-25.28

"Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya."

Sekali peristiwa berkatalah Nebukadnezar, raja Babel, kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, “Apakah benar, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?

Sekarang, jika kamu bersedia, demi mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah kamu menyembah patung yang kubuat ini! Tetapi jika kamu tidak menyembah, seketika itu juga kamu akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.

Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?” Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab, “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada Tuanku dalam hal ini.

Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya Raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah Tuanku mengetahui, bahwa kami tidak akan memuja dewa Tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu."

Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar. Air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lipat lebih panas dari yang biasa.

Kepada beberapa orang yang sangat kuat di antara tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

Tetapi terkejutlah Raja Nebukadnezar, lalu bangun dengan segera. Berkatalah ia kepada para menterinya, “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja, “Benar, ya Raja!” Kata raja, “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu.

Mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!” Maka berkatalah Nebukadnezar, “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego!

Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya tetapi melanggar titah raja, yang menyerahkan tubuh mereka karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Kidung Tanggapan Daniel 3:52.53.54.55.56

P. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.

U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

P. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.

U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

P. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus.

U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

I. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.

U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

P. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.

U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

P. Terpujilah Engkau di bentangan langit.

U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bait Pengantar Injil PS 965

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Bacaan Injil Yohanes 8:31-42

"Apabila Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Jawab mereka, “Kami adalah keturunan Abraham, dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa, dan hamba tidak tetap tinggal di rumah; yang tetap tinggal dalam rumah adalah anak.

Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku, karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

Apa yang kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, seperti halnya kamu melakukan apa yang kamu dengar dari bapamu.” Jawab mereka kepada-Nya, “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka, “Sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah! Pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio: 

Kita semua ingin bebas! Satu pesan dari sabda Tuhan hari ini pun adalah 
pesan pembebasan. Baik Kitab Nubuat Daniel maupun Injil Yohanes 
memuat pesan pembebasan.  Kitab Daniel (3:14-20,24-25,28) dalam 
bacaan pertama hari ini berkisah tentang Nebukadnezar raja Babel 
mengancam Sadrakh, Mesakh dan Abednego: “Jika kamu tidak 
menyembah, seketika itu juga akan dicampakkan ke dalam api yang 
menyala-nyala”. Nyawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego diujung tanduk 
karena tidak mau menyembah patung emas. Meski demikian, ketiganya 
bergeming dan dengan berani menjawab, “Ia (Allah) akan melepaskan 
kami dari api yang menyala-nyala”. Keyakinan Sadrakh, Mesakh dan 
Abednego demikian teguh tak tergoyahkan. Mereka percaya, maka 
mereka dibebaskan dan diselamatkan Allah: “Ia (Allah) telah mengutus 
malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah percaya 
kepada-Nya”. Percaya pada Allah menjadi kunci pembebasan. 

Dalam Injil Yohanes ( 8:31-42) pun, Tuhan Yesus berkata kepada 
kelompok orang yang percaya pada-Nya, “Jika kamu tetap dalam sabda
Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui 
kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan (membebaskan) 
kamu”. Percaya pada Yesus menjadi kunci pembebasan. 
Buah pembebasan adalah damai, tenteram.

Setiap orang menginginkan damai dan tenteram dalam hidup. Namun, kenyataannya impian damai itu kerap kali tidak tergapai. Mengapa? Karena, orang terbelenggu oleh 
api yang menyala-nyala. Api ini bisa berbentuk api ketakutan, api 
kecemasan, api kekhawatiran, api kepanikan, api kegalauan, api 
kebencian, api keirihatian, api kemarahan, api cemburu, dan api-api yang 
lain yang terus menyala-nyala.  

Kita ingat kembali Pandemi Corona beberapa tahun lalu. Di saat serbuan 
pandemi Corona Covid-19 ini, api-api itu berkobar, menyala semakin 
besar. Api itu terus menyulut kepanikan, kecemasan, kecurigaan, 
kesembronoan. Kita menjadi makin terbelenggu, tidak bebas dan tidak 
damai. Oleh karena itu, orang butuh pembebasan. 

Bagaimana bisa dibebaskan? Kalau orang mau percaya dan berkajang 
dalam Sabda. Hendaknya kita percaya dan taat pada pemerintah sebagai 
pengampu kebijakan yang telah bersungguh-sungguh memikirkan, 
merencanakan, dan memutuskan hal-hal yang perlu dipatuhi dan 
dijalankan bersama. Di samping itu, kita harus terus-menerus berkajang 
dalam Sabda Tuhan, percaya akan penyelenggaraan Ilahi.

Waktu-waktu ini kita diundang untuk semakin intim dengan Tuhan yang bersabda. 
Kalau selama ini, kita lebih sering meratap, mengeluh, memohon. Saat saat ini kita diundang untuk lebih mau mendengarkan Allah yang berbicara, membiarkan Sabda-Sabda-Nya mengalir, meresap dan berdiam dalam hati kita. Membiarkan Sabda-Nya menguasai dan menuntun hidup kita. “Jika kamu tetap dalam sabda-Ku, Aku akan memerdekakan kamu”. (RD. M Nur Widipranoto dalam  https://karyakepausanindonesia.org/2020/03/31). 

Missio:  

Mari kita terus berjuang untuk menjadi benar-benar murid Yesus, murid 
yang merdeka! Sebuah perjuangan yang tidak mengenal lelah apalagi 
menyerah Jadikanlah Sabda Tuhan sebagai penuntun yang 
menguduskanmu. Sabda Tuhan membawa pesan pembebasan. 
.  
Doa:  

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau 
mengingatkan kami untuk tinggal di dalam Firman-Mu supaya benar
benar menjadi murid-Mu. Semoga dengan Firman-Mu itu kami mengalami 
kemerdekaan sejati dari dosa dan salah, sehingga layak merayakan 
Paskah-Mu. Nama-Mu kami puji, sekarang dan selama-lamanya... Amin. 

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu, hari ke 31 Prapaskah. 
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: 
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.   (kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved