Selasa, 16 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Rabu 30 April 2025, Begitu Besar Kerahiman Allah

Mari simak renungan harian katolik Rabu 30 April 2025. Tema renungan harian katolik yaitu begitu besar kerahiman Allah.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Rabu 30 April 2025, Begitu Besar Kerahiman Allah
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN - Pater John Lewar, SVD.Mari simak renungan harian katolik Rabu 30 April 2025. Tema renungan harian katolik yaitu begitu besar kerahiman Allah. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian katolik Rabu 30 April 2025.

Tema renungan harian katolik yaitu begitu besar kerahiman Allah.

Renungan harian katolik disusun oleh Pastor John Lewar SVD.

Renungan harian katolik disiapkan untuk hari Rabu Pekan Paskah II, Peringatan fakultatif Santo Pius V, Paus, Santo Marianus dan Yakobus, Martir, Santo Yosef Benedik Cottolengo, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 30 April 2025, Beroleh Hidup yang Kekal

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 30 April 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kis. 4:32-37

Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati.

Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.

Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:

"Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak."

Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara.

Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan,

katanya: "Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya."

Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu.

Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak."

Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 93:1ab,1c-2,5

Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bait Pengantar Injil Yoh 3:16

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.

Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Bacaan Injil Yohanes 3:16-21

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, tanggal 3 April 2016 yang lalu, Paus 
Fransiskus mengatakan bahwa Injil Kerahiman tetaplah menjadi sebuah 
buku yang terbuka karena menunjukkan aliran kerahiman Allah bagi 
manusia. Dikatakannya: “Injil adalah Kitab tentang Kerahiman Allah yang 
harus dibaca dan terus dibaca lagi, sebab segala sesuatu yang dikatakan 
Yesus dan dilakukan-Nya merupakan ekspresi kerahiman Bapa.” Yesus 
Kristus benar-benar menunjukkan wajah kerahiman Allah Bapa bagi 
manusia (http://dailyfreshjuice.net/06042016). 

Kita semua sedang berjalan bersama sebagai Gereja di tahun Yubileum 
Kerahiman Allah ini. Ada yang menunjukkan cintanya kepada kerahiman 
Allah dengan berziarah ke gereja-gereja, melewati pintu kudus, 
membangun niat-niat yang indah untuk bertobat. Bagaimana dengan 
anda? Apakah anda juga sedang berjalan bersama Gereja di tahun 
Yubileum Kerahiman Allah dan mau merasakan kerahiman Allah? 
Sungguh, kerahiman Allah itu agung dan luhur dan patut kita alami di 
dalam hidup kita. Maka berziarah saja belum cukup, pengalaman 
kerahiman yang indah adalah ketika dengan tulus dan jujur kita 
mengakui dosa-dosa dan bermetanoia.` 

Pada hari ini kita membaca dan merenungkan Injil tentang percakapan 
lanjutan antara Yesus dan Nikodemus dalam Injil Yohanes(3: 16-21). 
Mereka sebenarnya sedang mempercakapkan betapa agungnya 
kerahiman Allah bagi manusia di dunia ini. Tuhan Yesus sudah 
menerangkan sebelumnya kepada Nikodemus tentang rencana 
keselamatan dari Bapa, yang akan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal 
dalam drama penyaliban hingga kematian-Nya. Yesus sudah tahu bahwa 
Ia akan menggenapi semuanya ini, tetapi demi kerahiman dan kasih 
sayang Bapa kepada manusia di dunia maka Ia taat kepada kehendak 
Bapa. 

Kini Yesus melanjutkan perkataan-Nya kepada Nikodemus seperti ini: 
“Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah 
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang 
percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang 
kekal”(Yoh 3:16). Apa yang mau Tuhan Yesus katakan kepada Nikodemus 
dan kita semua yang membaca serta mendengar Injil pada hari ini? 

Tuhan Yesus mau menegaskan bahwa keselamatan adalah rencana Allah 
Bapa. Oleh karena itu Dia memiliki inisiatif pertama untuk 
menyelamatkan manusia. Caranya adalah dengan mengaruniakan Anak
Nya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus sendiri. Maka dapatlah dikatakan 
bahwa “mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” merupakan manifestasi 
tertinggi dari kerahiman Bapa bagi manusia. 

Perkataan Tuhan Yesus, “Sebab begitu besar kasih Allah” (Yunani: 
egapesen) atau “begitu besar kerahiman Bapa” kepada manusia merujuk 
pada peristiwa Inkarnasi, di mana Sabda menjadi Manusia dalam diri 
Yesus Kristus dan tinggal bersama kita. Implikasi nyatanya adalah pada 
Paskah Kristus. Dalam hal ini, kematian Yesus Kristus sebagai epifani atau 
penampakan kasih atau agape Allah demi keselamatan dunia. Satu 
kondisi yang penting supaya memiliki hidup adalah senantiasa percaya 
kepada Yesus sebagai Anak Tunggal Allah, satu-satunya Penyelamat kita. 
Wujud kerahiman Allah Bapa yang begitu agung juga terlihat dalam misi 
Yesus.

Ia datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk 
menyelamatkannya. Untuk itu sangat dibutuhkan iman dan kepercayaan 
kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Tunggal Allah. Yesus juga 
menghadirkan kerahiman Allah sebagai Terang bagi dunia. Dia sebagai 
Terang dunia, datang ke dunia untuk menerangi mereka yang hidup 
dalam kegelapan karena dosa supaya juga bisa memiliki pertobatan 
sejati. Mereka bisa merasakan kerahiman Allah yang agung dan luhur. 
Pada hari ini kita semua dikuatkan oleh Tuhan melalui Kabar Sukacita 
(Injil), bahwa apa pun hidup kita, dan siapakah diri kita di hadapan-Nya, 
Ia tetaplah Maharahim. Sebab Ia tidak memperhitungkan dosa-dosa kita 
melainkan melihat iman dan kepercayaan kita kepada-Nya. Betapa agung 
dan luhur kerahiman Allah bagi kita semua. 

Doa:  

Tuhan Yesus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau menampakkan wajah Kerahiman Allah Bapa kepada kami. Semoga kami juga boleh menjadi tanda dan pembawa kasih dan kerahiman Bapa kepada sesama yang lain sepanjang hari ini... Amin. 

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Rabu Pekan II Paskah. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved