Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Kamis 1 Mei 2025, Percaya kepada Anak

Mari simak renungan Katolik Kamis 1 Mei 2025. Tema renungan Katolik yaitu percaya kepada anak.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Kamis 1 Mei 2025, Percaya kepada Anak
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan Katolik Kamis 1 Mei 2025. Tema renungan Katolik yaitu percaya kepada anak. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis 1 Mei 2025.

Tema renungan Katolik yaitu percaya kepada anak.

Renungan Katolik disiapkan untuk Kamis Pekan Paskah II, Peringatan fakultatif Santo Yusuf Pekerja, Pelindung para Karyawan, Yeremia, Nabi, Santo Peregrinus Laziosi, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 1 Mei 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 1 Mei 2025, Menjadi Seorang Pekerja yang Ulet dan Taat 

 

Bacaan Pertama Kis 5:27-33

Kami adalah saksi dari segala sesuatu dan Roh Kudus.

Pagi itu kepala pengawal Bait Allah serta orang-orangnya menangkap para rasul yang sedang mengajar orang banyak dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama Yahudi. Imam Besar lalu mulai menegur mereka, “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam nama Yesus.

Namun ternyata kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia.

Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

Dan kami adalah saksi dari segalanya itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.” Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka, dan mereka berusaha membunuh rasul-rasul itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 34:2.9.17-18.19-20

Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan selama-lamanya.

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.

Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu.

Bait Pengantar Injil Yoh 20:29

Ref. Alleluya.

Karena telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.

Bacaan Injil Yoh 3:31-36

Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus di hadapan murid-muridnya, “Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga ada di atas semuanya.

Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya, ia mengakui bahwa Allah adalah benar.

Sebab siapa yang diutus Allah Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal; tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Iman kepada Allah dalam diri PuteraNya Yesus Kristus adalah kebenaran iman kita akan Allah. Karena Allah telah menyatakan diriNya secara sempurna di dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Maka percaya kepada Anak Manusia yaitu Yesus Kristus itu adalah sebuah kebenaran.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita diingatkan tentang pentingnya iman kepada Yesus Kristus, Sang Anak, yang merupakan inti dari keselamatan kita. Bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 5:27-33 dan bacaan Injil dari Yohanes 3:31-36 mengajak kita untuk merenungkan makna percaya kepada Anak dan konsekuensinya dalam hidup kita. Dari bacaan I: Kisah Para Rasul 5:27-33, kita merenungkan tentang para rasul yang dihadapkan kepada Mahkamah Agama setelah mereka ditangkap karena memberitakan Injil. Mereka dituduh melanggar perintah untuk tidak mengajar dalam nama Yesus. Namun, Petrus dan rasul-rasul lainnya dengan berani menjawab, "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia" (Kis. 5:29). 

Mereka menegaskan bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dibangkitkan oleh Allah dan bahwa mereka adalah saksi dari segala sesuatu yang telah terjadi. Keberanian mereka menunjukkan keyakinan yang mendalam akan kebenaran Injil dan pentingnya percaya kepada Anak. Sementara itu dalam bacaan Injil: Yohanes 3:31-36, Yohanes penginjil menegaskan bahwa "siapa yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal" (Yoh. 3:36). Ini adalah pernyataan yang kuat tentang hubungan antara iman dan kehidupan kekal. Yohanes juga menjelaskan bahwa Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa percaya kepada Yesus bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga tentang menerima kasih dan anugerah yang Dia tawarkan.

Permenungan kita dalam refleksi atas bacaan-bacaan yang ada dengan tema "Percaya kepada Anak" mengajak kita untuk merenungkan seberapa dalam iman kita kepada Yesus. Apakah kita, seperti para rasul, berani bersaksi tentang iman kita meskipun ada tantangan? Apakah kita memahami bahwa iman kita kepada Kristus adalah sumber hidup yang kekal? Dalam dunia yang sering kali menantang iman kita, kita dipanggil untuk tetap teguh dan percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat kita. Kita juga diingatkan bahwa percaya kepada Anak berarti menerima segala yang Dia ajarkan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Ini adalah panggilan untuk tidak hanya percaya dalam hati, tetapi juga untuk menghidupi iman kita dalam tindakan sehari-hari.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: pada hari ini, marilah kita berdoa agar iman kita semakin kuat dan kita dapat menjadi saksi-saksi kasih Kristus di dunia ini. Kedua, dengan percaya kepada Anak, kita beroleh hidup yang kekal dan dipanggil untuk membagikan kasih-Nya kepada orang lain. Ketiga, kita pun dipanggil untuk setia memberi kesaksian kepada dunia tentang sang Anak Manusia yang telah bangkit dari alam maut dan kini hidup di tengah kita. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved