Gunung Lewotolok Erupsi

24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata Alami 15 Kali Gempa Letusan

Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir, Kamis 15 Mei 2025.

Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / MAGMA INDONESIA
GUNUNG API LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir, Kamis 15 Mei 2025, periode 00:00-24:00 Wita.24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok Lembata Alami 15 Kali Gempa Letusan. 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan kondisi gunung selama 24 jam terakhir, Kamis 15 Mei 2025, periode 00:00-24:00 Wita.

Gunung Ili Lewotolok saat ini Level II atau waspada.

Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.

"Pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 24-30°C,"tulis Pugel dikutip dari laman magma.esdm.go.id Jumat 16 Mei 2025 pagi.

Baca juga: Gunung Lewotolok Lembata NTT 5 Kali Erupsi, Arah Angin ke Barat Laut

 

Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan Lewotolok mengalami 15 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 3.7-40 mm, dan lama gempa 38-74 detik.

123 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.7-9.7 mm, dan lama gempa 27-53 detik.

8 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 1.8-23.3 mm, S-P 0.9-1.3 detik dan lama gempa 12-19 detik.

1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 11.7 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 30 detik.

1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 40 mm, S-P 60 detik dan lama gempa 318 detik.

Ia menyebutkan pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.

(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved