Rabu, 13 Mei 2026

Renungan Katolik

Renungan Katolik Rabu 21 Mei 2025, Akulah Pokok Anggur yang Benar

Mari simak renungan Katolik Rabu 21 Mei 2025. Tema renungan Katolik akulah pokok anggur yang benar.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Rabu 21 Mei 2025, Akulah Pokok Anggur yang Benar
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD.Mari simak renungan Katolik Rabu 21 Mei 2025. Tema renungan Katolik akulah pokok anggur yang benar. 

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 21 Mei 2025.

Tema renungan Katolik akulah pokok anggur yang benar.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Rabu 21 Mei 2025 merupakan hari Rabu biasa Pekan V Paskah, Peringatan fakultatif Beato Krispinus dari Viterbo, Biarawan, Santo Eugenius de Mazenod OMI, Uskup, Santo Godrikus, Pengaku Iman, Beato Herman Yosef, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 21 Mei 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 21 Mei 2025, Bersekutu dengan Kristus

 

Bacaan Pertama Kis 15:1-6

Paulus dan Barnabas pergi kepada rasul-rasul dan panatua-panatua di Yerusalem untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah jemaat.

Sekali peristiwa, beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ. “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. 

Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 

Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.

Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata, “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.” Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5

Ref: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita!

Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.

Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalem ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

Bait Pengantar Injil Yoh 15:4a.5b

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.

Bacaan Injil Yoh 15:1-8

Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. 

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Pohon anggur adalah jenis tanaman yang sangat penting bagi masyarakat Yahudi karena menjadi bahan minuman untuk setiap acara peribadatan juga untuk pesta-pesta. Dan Tuhan Yesus menyebut diriNya sebagai pokok anggur berarti Dia memberi diri bagi hidup orang lain.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita merenungkan tema "Akulah Pokok Anggur yang Benar" yang diambil dari Injil Yohanes 15:1-8 dan Kisah Para Rasul 15:1-6. Melalui bacaan ini, kita diajak untuk memahami hubungan kita dengan Kristus sebagai pokok anggur dan bagaimana kita dapat berbuah dalam hidup kita. Kita renungkan pertama dari bacaan I: Kisah Para Rasul 15:1-6. Dalam Kisah Para Rasul ini, kita melihat perdebatan yang terjadi di antara para rasul dan pengikut Yesus mengenai apakah orang-orang non-Yahudi perlu mengikuti hukum Taurat untuk diselamatkan. Perdebatan ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang benar tentang iman dan keselamatan. Para rasul berkumpul untuk membahas masalah ini, dan keputusan diambil untuk tidak membebani orang-orang non-Yahudi dengan hukum yang berat, melainkan untuk menekankan iman kepada Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan. Ini mengingatkan kita bahwa keselamatan adalah anugerah yang diterima melalui iman, bukan melalui usaha manusia. Sedangkan dalam bacaan Injil: Yohanes 15:1-8, kita merenungkan tentang Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai "pokok anggur yang benar." Dia menjelaskan bahwa Bapa adalah pengusahanya, dan setiap ranting yang tidak berbuah akan dipotong, sementara ranting yang berbuah akan dibersihkan agar dapat berbuah lebih banyak. Yesus menekankan pentingnya tinggal di dalam-Nya, karena tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Kristus adalah sumber kehidupan dan kekuatan kita. Ketika kita tinggal di dalam Kristus, kita akan berbuah banyak, dan dengan demikian memuliakan Bapa.

Refleksi kita atas permenungan kita dari bacaan-bacaan suci hari ini adalah: Hubungan yang Intim: Yesus mengajak kita untuk memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya. Apakah kita sudah menghabiskan waktu untuk berdoa dan merenungkan firman-Nya? Tinggal di dalam Kristus berarti kita harus aktif mencari-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Berbuah dalam Kehidupan: Setiap kita dipanggil untuk menghasilkan buah yang baik. Apa saja buah yang dapat kita hasilkan dalam hidup kita? Ini bisa berupa tindakan kasih, pelayanan kepada sesama, atau kesaksian iman kita. Menghadapi Tantangan: Seperti yang dialami oleh para rasul dalam Kisah Para Rasul, kita juga akan menghadapi tantangan dalam iman kita. Namun, dengan tetap terhubung dengan Kristus, kita akan mendapatkan kekuatan untuk mengatasi setiap rintangan.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: hari ini, marilah kita merenungkan bagaimana kita dapat lebih dekat dengan Kristus sebagai pokok anggur yang benar. Kedua, dengan tinggal di dalam-Nya, kita akan menemukan kekuatan untuk hidup berbuah dan memuliakan Bapa. Ketiga, mari kita berkomitmen untuk terus mengandalkan Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita. (sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved