Minggu, 3 Mei 2026

Bacaan Liturgi Katolik

Bacaan-bacaan Liturgi Jumat 20 Juni 2025, Pesta Santo Silverius, Paus dan Martir

Mari simak bacaan-bacaan liturgi Jumat 20 Juni 2025. Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk pesta Santo Silverius, Paus dan Martir dan hari biasa peka

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Bacaan-bacaan Liturgi Jumat 20 Juni 2025, Pesta Santo Silverius, Paus dan Martir
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
MISA - Mari simak bacaan-bacaan liturgi Jumat 20 Juni 2025. Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk pesta Santo Silverius, Paus dan Martir dan hari biasa pekan XI.  

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan-bacaan liturgi Jumat 20 Juni 2025.

Bacaan-bacaan liturgi disiapkan untuk pesta Santo Silverius, Paus dan Martir dan hari biasa pekan XI. 

Hari biasa Pekan XI dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Jumat: 2Kor. 11:18,21b-30; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7; Mat. 6:19-23.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 20 Juni 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Bacaan pertama:

2Kor 11:18    Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.

2Kor 11:21    Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun?aku berkata dalam kebodohan?berani juga!

2Kor 11:22    Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!

2Kor 11:23    Apakah mereka pelayan Kristus? ?aku berkata seperti orang gila?aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.

2Kor 11:24    Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,

2Kor 11:25    tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

2Kor 11:26    Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

2Kor 11:27    Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

2Kor 11:28    dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

2Kor 11:29    Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?

2Kor 11:30    Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.

Mazmur Tanggapan:


Mzm 34:2    (34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Mzm 34:3    (34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Mzm 34:4    (34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Mzm 34:5    (34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Mzm 34:6    (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Mzm 34:7    (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

Injil Katolik:


Mat 6:19    "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Mat 6:20    Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Mat 6:21    Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mat 6:22    Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

Mat 6:23    jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 


Santo Silverius, Paus dan Martir

Silverius dikenal sebagai seorang yang bersemangat, berani, jujur dan tidak takut melakukan kewajibannya. Tetapi justru karena sifat-sifat ini, ia mengalami banyak penderitaan.
Ia terpilih menjadi Paus pada tahun 536 menggantikan Paus Agapitus. Dalam kepemimpinannya ia memecat Batrik Anthimus di Konstantinopel karena ajaran bidaah yang disebarkannya. Tetapi Batrik Anthimus dilindungi oleh Teodosia, istri kaisar. Teodosia meminta kepada Paus Silverius agar Batrik Anthimus dimaafkan dan diangkat kembali sebagai Patriark Konstantinopel.

Tetapi karena Anthimus sendiri tidak bersedia mengubah sikapnya, maka permintaan Teodosia itu secara halus ditolak oleh Silverius. Silverius berani mengatakan penolakan itu meskipun ia tahu bahwa tindakannya itu akan mendatangkan malapetaka atas dirinya. Kepada seorang anak Teodosius, Silverius mengatakan: “Sudah jelas bagiku apa yang akan terjadi atas diri. Penolakanku terhadap permintaan Teodosia, ibumu, tentu menimbulkan kemarahan besar.”
Akhirnya terjadi pula apa yang dirasakannya. Ia ditangkap oleh panglima Belisarius di Roma, dan dibuang sebagai tawanan di sebuah tempat sunyi di Asia Kecil. Kemudian atas usul kaisar Vigilius, Paus Silverius kembali ke tahktanya. Tetapi ia tetap tidak bersedia mengangkat seorang pengajar aliran sesat menjadi patriark. Ia sekali lagi ditangkap dan dibuang ke Palmaria, tempat ia meninggal dunia dalam keadaan serba kekurangan dan penderitaan besar pada tahun 538. Ia memimpin Gereja selama dua tahun dengan penuh penderitaan. (Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved