Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Rabu 25 Juni 2025, Jadilah Pohon yang Berbuah Baik 

Mari simak renungan Katolik Rabu 25 Juni 2025. Tema renungan Katolik jadilah pohon yang berbuah baik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini Rabu 25 Juni 2025, Jadilah Pohon yang Berbuah Baik 
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN LEWAR SVD - Sosok Pater John Lewar, SVD.Mari simak renungan Katolik Rabu 25 Juni 2025. Tema renungan Katolik jadilah pohon yang berbuah baik. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 25 Juni 2025.

Tema renungan Katolik jadilah pohon yang berbuah baik.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari Rabu 25 Juni 2025 merupakan hari Rabu biasa, Santo Gulielmus, Abbas, Santa Febonia, Pengaku Iman dan Martir, dengan warna liturgi hijau.

Baca juga: Renungan Katolik Rabu 25 Juni 2025, Waspada terhadap Nabi-nabi Palsu

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 25 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kejadian 15:1-12.17-18

Pada suatu ketika datanglah sabda Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan, “Janganlah takut Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku?

Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak, dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Lagi kata Abram, “Engkau tidak memberi aku keturunan, sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku.”

Tetapi datanglah sabda Tuhan kepadanya demikian, “Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu!” Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta bersabda, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat!” Maka sabda-Nya kepada Abram, “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Lalu Abram percaya kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Tuhan bersabda lagi kepada Abram, “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim guna memberimu negeri ini menjadi milikmu.”

Tetapi Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?” Sabda Tuhan kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.”

Abram mengambil semuanya itu, membelahnya menjadi dua lalu diletakkannya belahan-belahan itu berdampingan, tetapi burung-burung itu tidak ia belah. Ketika burung-burung buas hinggap di atas daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak.

Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.

Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta bersabda, “Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 105:1-2.3-4.6-7.8-9

Ref. Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!

Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!

Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya; Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi. 4.Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil Yohanes 15:4

Ref. Alleluya.

Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan; barangsiapa tinggal dalam Aku, akan menghasilkan banyak buah.

Bacaan Injil Matius 7:15-20

Dalam kotbah di bukit Yesus berkata, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari rumput duri? Camkanlah setiap pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Dalam kotbah di Bukit, Yesus memperingatkan kita tentang nabi-nabi 
palsu dan mengajarkan kita untuk mengenal mereka dari buahnya. Yesus 
memperingatkan kita agar berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu. Yesus 
berkata: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu 
dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah 
serigala yang buas”. Kita harus berhati-hati terhadap ajaran dan perilaku 
yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. 

Adapun ciri-ciri dari Nabi palsu itu, seperti berikut:  Nabi palsu memiliki 
sifat Munafik. Mereka tampak baik tetapi aslinya jahat. Mereka menyamar 
seperti domba tetapi sesungguhnya adalah serigala yang buas. Nabi palsu 
melakukan mukjizat. mereka dapat saja melakukan mukjizat, tetapi 
datangnya tidak dari Tuhan. Mereka dapat melakukan itu dengan sihir
sihirnya yang dapat menipu umat manusia. Nabi palsu memiliki sifat 
menyesatkan. Dalam kitab suci ada tertulis akan ada nabi palsu yang 
menyesatkan banyak orang. Nabi palsu akan menyesatkan dengan 
ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran.  

Nabi palsu memiliki sifat jahat dan berbuat kejahatan. Mereka 
mempunyai tujuan yang jahat untuk mencerai-beraikan umat Allah. 
Mereka memiliki sifat jahat dan tidak sesuai dengan perkataannya. Dari 
perbuatan yang dilakukannya itu kita akan mengetahui nabi yang palsu, 
ia dapat memperdaya manusia dari perkataannya yang baik. Ia tidak 
menujukan teladan hidup yang kudus dan yang dikehedaki oleh 
Allah. Nabi palsu menyangkal dan tidak mengakui Tuhan Yesus. Dalam 
1Yohanes 4:1-3 dikatakan “Saudara-saudaraku yang terkasih,  janganlah 
percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal 
dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke 
seluruh dunia”. Nabi-nabi palsu tidak mengakui Tuhan Yesus. Mereka 
menyangkal Yesus.  

Berhadapan dengan berbagai pengajaran itu, Yesus mengingatkan para 
murid agar waspada dan jeli terhadap pengajaran-pengajaran nabi-nabi 
palsu. Bagi Yesus setiap pengajaran yang baik akan menghasilkan buah 
yang baik. Dia mengatakan: “Setiap pohon yang baik akan menghasilkan 
buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik akan menghasilkan 
buah yang tidak baik”. Yesus menghendaki para murid menjadi pohon 
yang baik sehingga dapat menghasilkan buah yang baik pula. Para murid 
harus menghasilkan buah-buah Roh Kudus, seperti: kasih, sukacita, 
damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 
kelemahlembutan dan penguasaan diri(Galatia 5: 22-23). Para murid 
menghidupi iman dan menjadi saksi bagi orang lain tentang kasih dan 
kuasa Tuhan.  

Apa pesan Tuhan bagi kita pada hari ini? Pertama, Abraham  adalah tokoh 
iman yang bebas dari aneka kepalsuan dan kemunafikan. Ketika Tuhan 
mengadakan perjanjian dengan Abraham mengenai keturunan, dia 
mendengarkan firmanNya, percaya penuh pada perintahNya, dan karena 
itu keturunannya menerima berkat Tuhan secara melimpah. Abraham 
adalah pohon yang baik dan pasti baik juga buah-buah keturunannya. 

Kedua, kita patut bersyukur kepada Tuhan karena datang dan berasal 
dari keluarga yang baik; dihasilkan oleh sebuah perkawinan yang luhur, 
dilahirkan oleh ayah dan ibu yang penuh kasih mesra. Sangat sukar untuk 
membentuk seorang anak yang beriman dan beraklak, apabila kedua 
orangtuanya tidak peduli dengan Gereja dan kewajiban rohani. Menjadi 
anak yang sukses jika dididik dan dibesarkan dalam suasana cinta. Jika 
banyak anak muda jaman ini gagal jadi orang, itu tidak lepas dari 
kegagalan orangtua untuk menjadi orangtua yang baik dan kegagalan 
dalam membentuk keluarga yang baik. Mari kita jaga dan pelihara semua 
warisan dan teladan kebajikan dari orangtua  untuk membangun hidup 
kita agar semakin bermutu dan bermartabat. Jadilah pohon yang berbuah 
baik. 

Doa:

Ya Bapa yang penuh kasih, curahkan Roh-Mu yang kudus agar kami 
tidak jatuh dalam kesesatan yang dapat merasuki iman kami. Semoga 
kami bertumbuh menjadi pohon yang baik yang senantiasa menghasilkan 
buah-buah kebaikan bagi orang lain. Demi Kristus Tuhan kami...Amin. 
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Rabu. Salam doa dan berkatku 
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh 
Kudus...Amin. (Sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved