Minggu, 19 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025, Hati yang Penuh Rahmat

Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik hati yang penuh rahmat.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025, Hati yang Penuh Rahmat
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARJAN
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo di Kabupaten Nagekeo.Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025. Tema renungan harian Katolik hati yang penuh rahmat. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025.

Tema renungan harian Katolik hati yang penuh rahmat.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk pesta wajib hati tak bernoda Santa Perawan Maria.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025, Menghayati Kasih

 

Hari Sabtu 28 Juni 2025 merupakan, hari Sabtu, peringatan wajib hati tak bernoda SP Maria, Santo Ireneus dari Lyons, Uskup dan Martir, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 28 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Yes. 61:9-11

Beginilah firman Tuhan, “Keturunan umat-Ku akan terkenal di antara para bangsa, dan anak cucu mereka di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.”

Aku bersukaria dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala dan seperti pengantin wanita memakai perhiasannya.

Sebab seperti bumi memancarkan tetumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Kidung Tanggapan 1Sam. 2:1,4-5,6-7.8abcd

Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan, Juru Selamatku.

Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. 

Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.

Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.

Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bait Pengantar Injil Alleluya

Ref. Alleluya

Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya.

Bacaan Injil Luk. 2:41-51

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.

Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam bait Allah; sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku cemas mencari engkau.”

Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa Bapak-Ibu mencari Aku? Tidakkah tahu, bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik


Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya (Luk 4:51)

Yes 61:9-11 MT 1Sam 2:4-8 Luk 2:41-51
---o---

Kemarin kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, hari ini kita memperingati Hati Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda. Bukanlah sebuah kebetulan jika kedua perayaan tersebut diagendakan berdekatan; Gereja ingin menunjukkan bahwa Yesus yang memiliki hati yang mahakudus terlahir dari Bunda Maria yang memiliki hati tak bernoda.

Bunda Maria dilahirkan tanpa noda dosa dan selama hidupnya terus menjaga kesuciannya. Walapun Bunda Maria tidak berdosa, bukan berarti ia lepas dari godaan dan penderitaan. Penderitaannya datang silih berganti, namun ia tetap percaya kepada Tuhan bahkan ketika harus berdiri di kaki salib Puteranya (bdk. Yoh 19:25).

Kemegahan Bunda Maria bukanlah dari wajahnya yang cantik rupawan ataupun memiliki fisik yang sempurna, melainkan dari hati Bunda Maria yang benarbenar tulus tiada tara dan senantiasa dipenuhi oleh rahmat Allah.

Di tahun Yubelium ini, kita diajak memiliki pengharapan dalam perziarahan; perziarahan bersama keluarga/ komunitas, berjalan tidak sendirian untuk mencapai tujuan akhir yang sama. Mari kita senantiasa meneladan Bunda Maria yang menjalani kehidupannya dengan penuh pengharapan kepada Allah. (sumber iman katolik.com/www.renunganpkarmcse.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved