Renungan Katolik

Renungan Katolik Minggu 13 Juli 2025, Hukum Cinta Kasih

Mari simak renungan katolik Minggu 13 Juli 2025. Tema renungan katolik hukum cinta kasih. Baca renungan hari ini dengan penuh iman.

Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / GG
IKUT MISA - Umat saat ikut misa di Gereja Paroki Magepanda Sikka NTT, Minggu 9 Februari 2025.Mari simak renungan katolik Minggu 13 Juli 2025. Tema renungan katolik hukum cinta kasih. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik Minggu 13 Juli 2025.

Tema renungan katolik hukum cinta kasih.

Renungan katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XV dengan warna liturgi hijau.

Bacaan-bacaan hari Minggu: Ul. 30:10-14; Mzm. 69:14,17,30-31,33-34,36ab,37 atau Mzm. 19:8,9,10,11; Kol. 1:15-20; Luk. 10:25-37 dan  BcO 1Sam. 31:1-4.

Baca juga: Teks Misa Minggu 13 Juli 2025 Hari Biasa Pekan XV Lengkap Injil Katolik

 

Renungan Katolik

Inti dari hukum Taurat dan Kitab Para Nabi adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama.

Agar kita mampu menjalankan dan mewujudkan kasih kepada Allah dan kepada sesama itu, Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada kita agar kita selalu terdorong untuk mengasihi Allah dan sesama sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri.

Jikalau hidup tingkah laku kita menyimpang, Allah akan menegur kita agar kita bertobat dan berbalik kepada Nya. Para nabi, terutama Yesus, adalah teladan kita dalam menjalankan perintah-perintah Allah. 

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang hukum cinta kasih, tentang mengasihi. Di menjelaskan hubungan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Yesus menegaskas bahwa kasih kepada Allah harus tampak dan tercermin dalam kasih kepada sesama. Kasih kepada sesama itu harus melampaui keluarga, golongan, suku, agama, lingkungan, dan ras. 

Panggilan untuk mewartakan dan mewujudkan cinta kasih itu adalah panggilan kepada setia orang, terutama kepada kita para pengikut Kristus. Dalam diri Kristus terjadilah pendamaian antara Allah dengan manusia. Puncak pendamaian manusia dengan Allah terealisasi melalui pengorbanan Kristus di salib. Inilah bukti cinta kasih Allah kepada manusia. 

Mengasihi berarti bertindak dan berperilaku seperti orang Samaria yang murah hati dan berbelas kasih. Orang Samaria itu tergerak oleh belas kasihan sehingga ia berhenti dan mengangkat orang asing yang sekarat itu ke atas keledai tunggangannya, serta mengantar di ke penginapan dan merawatnya. Jika kita melalukan seperti yang orang Samaria itu lakukar saat itulah kita menjadi sesama manusia bagi yang lain. Setiap kali kita peduli pada penderitaan orang lain, saat itulah kita menjadi sesama manusia, saat itulah kita menjadi orang Samaria yang baik hati dan berbelas kasih. Siapakah kita: seorang imam, seorang Lewi, atau orang Samaria yang baik hati? 

Ya Tuhan, bantulah kami agar kasih kami kepada sesama selalu tulus dan nyata, tanpa membeda-bedakan. Amin. (Sumber adiutami.com).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved