Selasa, 21 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Sabtu 26 Juli 2025, Terima Kasih Papa dan Mama 

Mari simak renungan Katolik Sabtu 26 Juli 2025. Tema renungan Katolik terima kasih papa dan mama.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Sabtu 26 Juli 2025, Terima Kasih Papa dan Mama 
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN LEWAR SVD - Sosok Pater John Lewar, SVD.Mari simak renungan Katolik Sabtu 26 Juli 2025. Tema renungan Katolik terima kasih papa dan mama. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Sabtu 26 Juli 2025.

Tema renungan Katolik terima kasih papa dan mama.
 
Renungan Katolik disiapkan untuk hari Sabtu Biasa XVI, Peringatan Wajib Santa Anna dan Santo Yoakim, Orangtua Santa Perawan Maria, dengan warna liturgi putih.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Teks Ibadah Sabda Minggu 27 Juli 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 26 Juli 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Sir. 44:1,10-15

Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita, menurut urut-urutannya.

Mereka adalah orang-orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; semua itu tetap disimpan oleh keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka.

Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak mereka pun demikian pula keadaannya.

Keturunan mereka akan lestari untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus.

Dengan tenteram jenazah mereka dimakamkan, dan nama mereka hidup terus turun temurun.

Kebijaksanaan mereka diceritakan oleh bangsa-bangsa, dan para jemaah mewartakan pujian mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan  Mzm. 132:11,13-14,17-18

Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.

Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya, “Seorang anak kandungmu akan Kukuduskan di atas takhtamu.”

Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya, “Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keaiban, tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!”

Bait Pengantar Injil Yak 1:18

Ref. Alleluya, alleluya.Paket Buku Kitab Suci Katolik

Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

Bacaan Injil: Mat. 13:16-17

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah matamu karena telah melihat, berbahagialah telingamu karena telah mendengar.

Sebab, Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Yoakim dan Santa Anna. Keduanya  
adalah orangtua kandung Sta. Perawan Maria, tinggal di Nazaret dan 
berasal dari keturunan Raja Daud. Mereka hidup rukun, taat beribadah 
kepada Tuhan dan melakukan banyak perbuatan baik. Namun demikian, 
ada satu hal yang membuat mereka sedih; Tuhan belum memberi mereka 
seorang anak pun. Keduanya selalu berdoa tidak putus - putusnya dan 
juga berziarah ke Yerusalem sesuai adat kebiasaan Yahudi.

Selama bertahun-tahun, mereka memohon kepada Tuhan untuk memberinya 
anak. Anna berjanji untuk mempersembahkan anaknya itu kelak kepada 
Tuhan. Harapan dan kerinduan menjadi sebuah kenyataan,. Ketika sudah 
lanjut umurnya, Tuhan menjawab dan mengabulkan doa mereka dengan 
cara yang luar biasa. Anna melahirkan seorang anak, Maryam, Maria yang 
kelak melahirkan Yesus.

Perempuan yang paling kudus di antara semua perempuan ini akan menjadi Bunda Allah. Anna merawat Maria kecil dengan penuh kasih sayang selama beberapa tahun. Kemudian 
dipersembahkannya puterinya itu kepada Tuhan, seperti yang telah 
dijanjikannya. Maria tinggal di Bait Allah di Yerusalem. Yoakim dan Anna 
melanjutkan kehidupan mereka dengan berdoa hingga tiba saatnya Tuhan 
memanggil mereka pulang ke rumah Bapa di surga. 

Semua mata memadang kagum kepada Santa Perawan Maria. Namun 
satu yang pasti bahwa Maria tidak turun dari langit, atau muncul dari 
perut bumi, melainkan lahir dari sepasang suami-istri: Yoakim dan Ana. 
Kesucian dan kedekatan mereka dengan Tuhan yang mereka sembah, 
membentuk sifat dan aklak buah hati mereka yakni Maria. Maria, sang 
putri lahir dan tumbuh sebagai seorang gadis suci, takut akan Tuhan dan 
akhirnya terpilih di antara semua perempuan untuk mengandung dan 
melahirkan Yesus, Sang Penyelamat manusia.  

Karena itu, seraya kagum akan kesederhanaan hidup pasangan suami 
istri Yoakim dan Ana yang sangat bersahaja itu, maka hati dan 
pandangan kita diarahkan kepada dua sosok penting dalam hidup kita, 
dalam hidup setiap anak, yakni papa dan mama kita. Dari keterbatasan 
dan kekurangan, mereka telah membentuk, mendidik dan membina kita 
sehingga kita seperti apa adanya sekarang ini.

Siapa pun dan apa pun yang mereka telah perbuat, yang mungkin telah menyakiti hati kita, tapi 
satu yang takan bisa kita singkirkan dari kenyataan bahwa mereka adalah 
orang tua kita. Rasa syukur dan terima kasih adalah persembahan yang 
terindah, yang bisa kita berikan kepada Tuhan atas kurnia terbaik bagi 
kita yakni kita mempunyai seorang laki-laki yang kita sapa “ayah, papa” 
dan seorang perempuan yang kita sebut “mama, ibu.”  

Mari kita meneladani sikap kedua orangtua Bunda Maria. Dengan 
mengandalkan rahmat Tuhan, berjuang untuk hidup kudus dan selalu 
percaya akan kebaikan Tuhan. Tanamkan nilai-nilai iman, harap dan 
kasih, ketaatan dan kesetiaan kepada putra-putri kita, dengan demikian 
sejak dini mereka  sudah belajar membuka mata hati untuk menangkap 
kehadiran Tuhan, di balik setiap peristiwa kehidupannya dan membuka 
telinga hati mereka untuk mendengarkan suaraNya yang membimbing 
dan menuntun mereka menuju jalan keselamatan.  
Kita ucapkan terimakasih kepada papa dan mama yang telah melahirkan 
dan membesarkan kita. 

Doa: 

Ya Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, kami mengucap syukur 
kepada-Mu atas rahmat kehidupan ini.Kami juga bersyukur atas rahmat 
sakramen perkawinan yang Engkau anugerahkan kepada orangtua, 
kepada pasangan suami istri. Bersama  Santa Anna, kami berdoa dan 
memohon kerahiman-Mu. Anugerahkanlah kepada pasangan suami istri 
yang merindukan  seorang anak sebagai buah kasih mereka.

Sudah cukup lama mereka berusaha untuk memiliki seorang anak, namun belum 
juga berhasil. Berdoalah bagi keluarga kami kepada Allah Yang 
Maharahim,sebagaimana dulu engkau berdoa memohon kelahiran 
seorang anak dari buah rahimmu... Amin.    

Sahabatku yang terkasih. Selamat  Pesta Santo Yoakim dan Santa Anna. 
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: 
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin..  (Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved