Kamis, 23 April 2026

Injil Katolik

Injil Katolik Hari Selasa 5 Agustus 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan

Mari simak injil Katolik hari Selasa 5 Agustus 2025. Injil katolik hari Selasa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Selasa 5 Agustus 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / HO-CICI DARUS
GEREJA MATALOKO- Gereja Paroki Roh Kudus Mataloko, Ngada.Mari simak injil Katolik hari Selasa 5 Agustus 2025. Injil katolik hari Selasa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik hari Selasa 5 Agustus 2025.

Injil katolik hari Selasa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Hari Selasa 5 Agustus 2025 merupakan, hari Selasa biasa XVIII, Pesta Tahbisan Basilika Santa Perawan Maria di Roma, Santa Ia, Martir, Santa Nonna, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 5 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Selasa 5 Agustus 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Bacaan Pertama Bil 12:1-13

Musa itu seorang nabi yang lain daripada yang lain. Bagaimana kalian sampai berani menaruh syak terhadap dia?

Sekali peristiwa Miryam dan Harun menaruh syak terhadap Musa karena wanita Kush yang diperisterinya. Memang Musa telah memperisteri seorang wanita dari Kush. Kata mereka, “Benarkah Tuhan bersabda dengan perantaraan Musa saja? 

Bukankah Ia juga bersabda dengan perantaraan kita?” Hal itu didengar Tuhan. Adapun Musa, dia itu seorang yang sangat lembut hatinya, melebihi siapa pun di atas muka bumi. Lalu tiba-tiba bersabdalah Tuhan kepada Musa, Harun dan Miryam, “Keluarlah kalian bertiga ke Kemah Pertemuan.”

Maka keluarlah mereka bertiga. Lalu turunlah Tuhan dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam. Dan mereka berdua tampil. Lalu bersabdalah Tuhan, “Dengarkanlah sabda-Ku ini. Jika di antara kalian ada seorang nabi, maka Aku, Tuhan,  menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan. 

Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikianlah halnya dengan hamba-Ku Musa, yang setia di seluruh rumah-Ku. Dengan Musa Aku berbicara berhadap-hadapan, terus terang, bukan dalam teka-teki. Dan ia telah melihat rupa Tuhan. 

Bagaimana kalian sampai berani menaruh syak terhadap hamba-Ku Musa? Sebab itu bangkitlah murka Tuhan terhadap mereka. Tuhan meninggalkan tempat itu, dn tiang awan naik dari atas kemah. Pada waktu ini Miryam tampak kena penyakit kusta, kulitnya menjadi putih seperti salju. Ketika Harun menoleh kepadanya, tampaknya olehnya bahwa Miryam telah terkena kusta.

Harun lalu berkata kepada Musa, “Ah tuanku, janganlah kiranya dosa ini ditimpakan kepada kami. Dalam kebodohan kami telah berbuat demikian. Janganlah kiranya Miryam ini dibiarkan sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan sudah setengah busuk dagingnya.” Lalu berserulah Musa kepada Tuhan, “Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.”

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah

Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.6bc-7.12-13

Ref: Kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku orang berdosa.

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

Maka, Engkau adil bila menghukum aku, dan tepatlah penghukuman-Mu. Sungguh, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.

Bait Pengantar Injil: Yoh 1:49b

Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja israel.

Bacaan Injil: Matius 14:22-36

Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.Buku Matius

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. 

Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!” 

Lalu Petrus berseru, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 

Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah.”

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Ketika Yesus Datang di Tengah Badai

Pendahuluan: Badai yang Tak Terduga dalam Hidup

Dalam kehidupan, badai bisa datang kapan saja—tanpa peringatan, tanpa aba-aba. Bisa berupa masalah keuangan, kesehatan, relasi yang retak, bahkan rasa kehilangan atau kegagalan yang menyakitkan. Saat itulah kita merasa sendirian, seperti para murid di perahu yang dihantam angin sakal di tengah malam. Namun, Injil hari ini membawa kabar gembira: Yesus hadir di tengah badai hidup kita.

Renungan Katolik hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana Yesus tidak hanya menyadari kesulitan para murid-Nya, tetapi juga hadir secara nyata, melintasi ombak untuk menunjukkan bahwa kuasa-Nya mengatasi segala ketakutan manusia.

1. Yesus Memerintahkan untuk Menyeberang (ayat 22)

Yesus menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya menyeberang ke seberang danau. Ini bukan perjalanan pilihan murid-murid, melainkan perintah dari Yesus sendiri.

Pelajaran pertama: kadang, jalan yang ditunjukkan Tuhan justru terasa penuh tantangan. Kita mungkin berpikir bahwa menaati kehendak Tuhan selalu membawa kenyamanan, tapi realitasnya bisa sebaliknya. Mengikuti Yesus tidak berarti bebas dari badai, tetapi berarti Dia akan hadir di tengah badai itu.

2. Doa Yesus dan Kesendirian Para Murid (ayat 23-24)

Saat para murid berjuang melawan angin dan ombak, Yesus sedang berdoa di atas bukit. Seolah-olah Dia jauh dari mereka.

Tapi inilah misteri indahnya: Yesus tidak pernah tidak tahu. Ia melihat mereka. Ia tahu kesulitan mereka. Dan Ia memilih waktu yang tepat untuk turun dan menghampiri mereka.

Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa ketika kita merasa Yesus jauh, sebenarnya Ia sedang mendoakan kita, menjaga kita, dan bersiap untuk menolong kita dengan cara-Nya.

3. Yesus Datang di Tengah Malam (ayat 25–27)

Yesus datang pada waktu yang tak terduga: jam tiga pagi, saat kegelapan dan kelelahan berada di puncaknya. Murid-murid yang melihat-Nya berjalan di atas air justru merasa takut dan mengira itu hantu.

Bukankah begitu juga kita? Ketika pertolongan datang dengan cara yang tidak kita pahami, kita cenderung panik atau salah mengerti. Kehadiran Tuhan seringkali tak sesuai ekspektasi kita, tapi selalu tepat waktu.

Yesus berkata, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Ini bukan hanya kata-kata penghiburan, tapi deklarasi ilahi: “Akulah”—ungkapan yang sama dipakai Tuhan saat menyatakan diri kepada Musa.

4. Petrus Melangkah di Atas Air (ayat 28–31)

Petrus, dengan keberaniannya yang khas, berkata, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Dan Yesus berkata, “Datanglah.”

Petrus pun melangkah. Luar biasa, bukan? Tapi ketika ia melihat angin, ia mulai tenggelam. Fokusnya berpindah dari Yesus ke badai.

Iman itu seperti berjalan di atas air: selama mata kita tertuju kepada Yesus, kita bisa melangkah bahkan di tempat yang mustahil. Tapi ketika kita lebih fokus pada masalah, kita mulai tenggelam.

Namun yang luar biasa adalah: Yesus segera mengulurkan tangan dan menangkap Petrus. Ia tidak membiarkan Petrus tenggelam lama-lama.

5. Saat Kita Gagal, Tuhan Tetap Setia (ayat 31–33)

Yesus menegur Petrus: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Tapi Dia tidak membiarkan Petrus karam. Dia tetap menggandeng tangan Petrus dan membawanya kembali ke perahu.

Inilah kabar gembira bagi kita dalam renungan Katolik hari ini: Meski iman kita kadang goyah, Tuhan tidak berubah. Yesus selalu siap mengangkat kita kembali. Yang penting adalah memanggil nama-Nya dalam ketulusan, seperti Petrus yang berseru, “Tuhan, tolonglah aku!”

6. Ketika Yesus Naik ke Perahu (ayat 32–33)

Begitu Yesus naik ke perahu, angin pun reda. Ini bukan kebetulan. Hadirnya Yesus membuat badai kehilangan kuasanya. Para murid pun tersungkur dan menyembah Dia: “Sesungguhnya Engkau adalah Anak Allah.”

Inilah titik balik dari badai iman: ketika kita benar-benar menyadari siapa Yesus itu, badai kehilangan kekuatannya.

7. Kesembuhan dan Harapan (ayat 34–36)

Setelah badai berlalu, Yesus tiba di Genesaret. Di sana, orang-orang datang berbondong-bondong untuk disembuhkan, bahkan hanya ingin menyentuh jumbai jubah-Nya. Dan semua yang menyentuh-Nya sembuh.

Ini menunjukkan bahwa kehadiran Yesus bukan hanya untuk para murid di perahu, tapi juga untuk semua orang yang percaya dan datang kepada-Nya.

Penutup: Tenanglah, Aku Ini

Saat badai hidup menerpa, renungan Katolik hari ini mengajak kita untuk tetap memandang Yesus. Meskipun ketakutan dan keraguan sering menghampiri, kehadiran-Nya lebih kuat dari semua badai yang ada.

Jangan takut. Yesus melihat. Dia datang. Dia menggandeng tanganmu.

Badai pun reda.

Doa Hari Ini

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk percaya penuh kepada-Mu bahkan di tengah badai hidupku. Ketika aku merasa sendiri dan takut, tolonglah aku untuk selalu mengingat bahwa Engkau tidak pernah jauh. Arahkanlah pandanganku kepada-Mu agar aku tidak tenggelam dalam kekuatiranku. Amin.   (Sumber iman katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved