Injil Katolik Hari Ini
Bacaan Injil Katolik Hari Ini Selasa 12 Agustus 2025 dan Renungan Harian Katolik
Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Selasa 12 Agustus 2025. Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Simak-Teks-Misa-Malam-Natal-Sabtu-24-Desember-2022.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Selasa 12 Agustus 2025.
Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Hari Selasa 12 Agustus 2025 merupakan, hari Selasa Biasa XIX, Santa Radegundis dari Turingia, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan Liturgi Katolik hari Selasa 12 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 12 Agustus 2025, Kekuasaan Selalu Menggoda
Bacaan Pertama Ulangan 31:1-8
"Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, Yosua, sebab engkau akan masuk bersama bangsa ini ke tanah perjanjian."
Musa menyampaikan pesan ini kepada seluruh bangsa Israel, "Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun. Aku tidak dapat dengan giat memimpin kalian lagi. Dan Tuhan telah bersabda kepadaku, 'Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.'
Tuhan, Allahmu, Dialah yang akan memimpin kalian menyeberang. Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa dari hadapanmu, sehingga kalian dapat memiliki negeri mereka. Yosua akan memimpin kalian menyeberang, sesuai dengan sabda Tuhan.
Tuhan akan memperlakukan bangsa-bangsa itu, sebagaimana Ia telah memperlakukan Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya beserta negeri mereka.
Tuhan akan menyerahkan bangsa-bangsa itu kepadamu, dan kalian harus memperlakukan mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu.
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kalian. Ia takkan membiarkan dikau dan takkan meninggalkan dikau."
Musa lalu memanggil Yosua dan berkata kepadanya, di depan seluruh orang Israel, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka.
Dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. Sebab Tuhan, Dia sendiri yang akan berjalan di depanmu, Dia sendiri yang akan menyertai engkau. Dia takkan membiarkan dikau dan takkan meninggalkan dikau. Janganlah takut dan janganlah patah hati."
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Ulangan 32:3-4a.7.8.9.12
Ref. Bagian Tuhan ialah umat-Nya.
Nama Tuhan akan kuserukan, berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu, yang sempurna karya-Nya.
Ingatlah akan zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, ia akan mengisahkannya; tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan memberitahukannya.
Ketika Yang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada para bangsa, ketika Ia memisah-misahkan anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah para bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.
Tetapi bagian Tuhan ialah umat-Nya, Yakublah yang ditetapkan menjadi milik bagi-Nya. Tuhan sendirilah yang menuntun dia, dan tidak ada allah lain menyertai dia.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya.
Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku, sebab aku lemah lembut dan rendah hati.
Bacaan Injil Matius 18:1-5.10.12-14
"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini."
Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepada Yesus, "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, "Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."
Lalu Yesus bersabda lagi, Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang."
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik "Menjadi Seperti Anak Kecil di Hadapan Allah"
Suatu hari, para murid bertanya kepada Yesus:
“Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”
Pertanyaan ini mencerminkan cara pikir manusia: mengejar posisi, mencari pengaruh, ingin menjadi yang nomor satu.
Tapi jawaban Yesus sungguh mengejutkan. Ia memanggil seorang anak kecil, menempatkannya di tengah-tengah mereka, dan berkata:
“Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Bukan hanya soal jadi yang terbesar — bahkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, kita harus menjadi seperti anak kecil.
Apa Makna Menjadi Seperti Anak Kecil?
Dalam budaya zaman Yesus, anak-anak bukan simbol kepolosan seperti yang kita pahami hari ini. Mereka dianggap lemah, tidak penting, bahkan tidak punya status sosial. Maka, ketika Yesus mengatakan bahwa kita harus menjadi seperti anak kecil, Ia sedang menantang sistem nilai dunia.
Menjadi seperti anak kecil berarti:
Bersikap rendah hati, tidak merasa diri paling tahu
Menerima dan mempercayai Allah dengan sederhana
Tergantung sepenuhnya kepada Bapa, bukan kekuatan sendiri.
Yesus bukan meminta kita jadi kekanak-kanakan, tapi punya hati anak yang terbuka dan percaya kepada-Nya.
Kerajaan Surga Bukan Milik Orang Berkuasa
Dunia mengajarkan bahwa yang kuat, cepat, kaya, dan pintar akan menang. Tapi Yesus berkata:
“Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar di Kerajaan Surga.”
Kerajaan Allah bukan soal posisi atau pengaruh, tapi kerendahan hati dan iman yang murni. Bahkan, Yesus menambahkan:
“Barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
Tuhan hadir dalam yang kecil, yang sederhana, yang tersisih. Maka cara kita memperlakukan mereka adalah cara kita memperlakukan Tuhan sendiri.
Domba yang Hilang: Hati Allah untuk yang Tersesat
Yesus melanjutkan pengajaran-Nya dengan perumpamaan domba yang hilang.
Jika satu domba dari seratus hilang, gembala akan meninggalkan 99 ekor untuk mencari yang satu itu.
Ini adalah logika kasih yang tidak masuk akal bagi dunia.
Mengapa mencari satu dan meninggalkan yang banyak?
Karena kasih Allah tidak hitung-hitungan.
Bagi-Nya, yang hilang pun sangat berharga.
Ini adalah undangan bagi kita untuk:
Tidak menganggap siapa pun “terlalu kecil”
Tidak mengabaikan yang tersesat atau lemah
Mencintai seperti Allah mencintai: sampai yang terakhir ditemukan
Refleksi: Di Mana Hatiku Hari Ini?
Apakah aku masih mengejar “yang terbesar” di mata dunia?
Apakah aku bersedia menjadi “kecil” agar Allah semakin besar dalam hidupku?
Apakah aku peduli pada mereka yang tersesat dan tersingkir?
Yesus tidak hanya menyuruh kita menjadi seperti anak kecil, tapi juga mengingatkan:
“Bapa-Ku yang di surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
Hari ini, mari kita buka hati seperti anak kecil, rendah hati di hadapan Tuhan, dan ikut menjadi sahabat bagi mereka yang hilang. (sumber iman katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.