Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Rabu 13 Agustus 2025, Pembawa Kasih
Mari simak renungan harian Katolik Rabu 13 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik pembawa kasih.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Simak-Teks-Misa-Malam-Natal-Sabtu-24-Desember-2022.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Rabu 13 Agustus 2025.
Tema renungan harian Katolik pembawa kasih.
Renungan harian Katolik disiapkan untuk hari Rabu Biasa XIX, Perayaan fakultatif Santo Hippolitus, Martir, Beato Innosensius XI, Paus, Santo Pontianus, Paus dan Martir, Santo Maximus, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 13 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 13 Agustus 2025, Jalan Kasih dan Rekonsiliasi
Bacaan Pertama: Ul 34:1-12:
Musa tutup usia sesuai dengan sabda Tuhan, dan tiada lagi seorang nabi seperti dia yang muncul.
Pada waktu akan meninggal, naiklah Musa dari dataran Moab ke pegunungan Nebo, yakni ke puncak Pisga, yang berhadapan dengan Yerikho. Di sana Tuhan memperlihatkan kepada Musa seluruh negeri Kanaan: daerah Gilead sampai ke kota Dan, seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat, Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.
Dan bersabdalah Tuhan kepadanya, “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; “Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu.’ Engkau boleh melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”
Lalu tutup usialah Musa, hamba Tuhan, di sana di tanah Moab, sesuai dengan sabda Tuhan. Ia dikuburkan oleh Tuhan di suatu lembah di tanah Moab, di hadapan Bet-Peor, dan sampai hari ini tidak ada orang yang tahu kuburnya. Musa berumur seratus dua puluh tahun ketika ia meninggal dunia; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu. Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah menumpangkan tangan atasnya. Sebab itu orang Israel taat kepada Yosua dan melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.
Tetapi tiada lagi seorang nabi yang bangkit di antara orang Israel seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka. Betapa hebatnya segala tanda dan mujizat yang dilakukan Musa atas perintah Tuhan di tanah Mesir terhadap Firaun dan semua pegawainya serta seluruh negerinya. Betapa hebatnya segala perbuatan megah dan tindakan dahsyat yang dilakukan Musa di depan seluruh bangsa Israel.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 66:1-3a.5.8.16-17
Terpujilah Allah, yang mempertahankan jiwa kami hidup.
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu;.”
Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!
Marilah, dengarkanlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.
Bacaan Injil: Matius 18:15-20
Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali.
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga. Dan lagi Aku berkata kepadamu, Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Relasi kita dengan sesama tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, karena sebuah masalah kecil, relasi menjadi rusak, lalu muncul konflik dan pertengkaran. Akibat dari konflik atau pertengkaran itu bukan hanya mereka yang rugi, melainkan juga komunitas dan masyarakat sekitar. Maka relasi yang terganggu harus segera dipulihkan. Bagainnana caranya? Yesus menawarkan sebuah cara. Jika kita merasa telah dirugikan oleh seseorang, langkah pertaima adalah berbicara secara langsung dan secara pribadi dengan yang bersangkutan. Memang ini menibutuhkan keberanian dan kekuatan mental. Sayangnya, alih-alih menegur secara langsung, banyak orang lebih suka menggunjingkan atau bergosip tentang orang tersebut.
Seandainya ditegur masih tidak mau mendengar, langkah kedua adalah membawa kepada orang yang lebih bijaksana, untuk noennberikan arahan yang benar. Tujuannya, bukan pertama-tama untuk mengadili atau menghakimi orang yang bersalah, melainkan untuk menuntunnya agar melihat kesalahannya dan kemudian berdamai. Akan tetapi, jika cara ini masih gagal kita tetap tidak boleh menyerah, tetapi mencari pertolongan dari komunitas. Sekali lagi, tujuannya bukan agar komunitas menghakiminya, melainkan untuk nnengarahkannya agar ia menyadari kesalahannya dan mencari solusi yang baik. Jika cara terakhir ini gagal, kita hanya bisa menyerahkan kepada Tuhan. Apakah kita Inenyadari bahwa relasi yang rusak dapat menimbulkan ketidakdamaian dalam komunitas, Gereja, dan masyarakat? Bagaimana kita menyelesaikannya?
Tuhan, jadikanlah kami pembawa kasih dan damai sejahtera-Mu bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan pemulihan. Amin. (Sumber iman katolik.com/adiutami,com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.