Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 19 Agustus 2025, Harta di Surga Lebih Berharga
Simak renungan harian Katolik Selasa 19 Agustus 2025. Tema renungan harian Katolik harta di surga lebih berharga dari segala sesuatu.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Mari-simak-Bacaan-Injil-Katolik-Kamis-12-Oktober-2023.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 19 Agustus 2025.
Tema renungan harian Katolik harta di surga lebih berharga dari segala sesuatu.
Renungan harian Katolik disiapkan untuk Selasa biasa XX, Perayaan fakultatif Santo Yohanes Eudes, Pengaku Iman, Samuel, Imam dan Hakim Israel, dengan warna liturgi hijau.
Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 19 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Selasa 19 Agustus 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan Pertama Hakim-Hakim 6:11-24a
“Gideon, engkau akan menyelelamatkan Israel . Ketahuilah, Akulah yang mengutus engkau.”
Pada zaman para hakim datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?
Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”
Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian.
Bukankah Aku mengutus engkau!” Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel ? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”
Berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”
Maka jawabnya kepada-Nya: “Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: “Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.”
Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.
Dan Malaikat Tuhan mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu.
Kemudian hilanglah Malaikat Tuhan dari pandangannya. Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat Tuhan, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat Tuhan dengan berhadapan muka.”
Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan dan menamainya: Tuhan itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 85:9.11-12.13-14
Ref. Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya.
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan Tuhan akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.
Bait Pengantar Injil 2 Korintus 8:9
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
Bacaan Injil Matius 19:23-30
“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum, daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
Renungan Harian Katolik
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Ucapan ini membuat para murid terheran-heran, bahkan bertanya, “Kalau demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
Melalui sabda ini, Yesus tidak sedang mengecam kekayaan itu sendiri, tetapi ingin membuka mata hati kita bahwa keterikatan pada harta dunia dapat menghalangi kita meraih kehidupan kekal.
Makna Sabda
Yesus memberi gambaran yang sangat kontras: “Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Di sini, Yesus menggunakan hiperbola untuk menekankan betapa sulitnya orang yang terikat pada kekayaan untuk membuka hati pada Allah. Bukan berarti semua orang kaya pasti gagal masuk surga, tetapi mereka yang menjadikan harta sebagai pusat hidupnya akan kesulitan mengandalkan Tuhan.
Kekayaan dunia sering membuat kita merasa aman dan berkuasa, namun justru itu dapat menjauhkan kita dari kerendahan hati yang dibutuhkan untuk menerima rahmat keselamatan.
Panggilan untuk Melepaskan Keterikatan
Ketika Petrus berkata bahwa mereka telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus, Yesus menegaskan bahwa setiap orang yang meninggalkan rumah, keluarga, atau harta karena Dia akan menerima seratus kali lipat dan memperoleh hidup yang kekal.
Poin pentingnya adalah: Yesus mengajak kita untuk menjadikan Dia harta yang paling berharga. Kekayaan materi hanyalah sarana; jika menjadi tujuan, ia bisa menjadi berhala.
Relevansi di Zaman Digital
Di era digital, kekayaan tidak selalu berbentuk uang atau properti. “Kekayaan” bisa berarti popularitas di media sosial, pengaruh, atau pencapaian tertentu yang kita banggakan. Jika kita terlalu terikat pada citra diri di dunia maya, kita pun terancam kehilangan fokus pada harta di surga.
Renungan ini mengajak kita bertanya: Apakah saya lebih sibuk mengejar pengakuan di dunia daripada mencari perkenanan Allah?
Pelajaran Iman
Kekayaan bukan dosa, keterikatanlah yang berbahaya. Gunakan harta untuk melayani, bukan untuk memperbudak hati.
Allah memberikan lebih dari yang kita lepaskan. Ketika kita menyerahkan hidup pada-Nya, Dia mengganti dengan sukacita yang tak ternilai.
Prioritaskan harta di surga. Semua yang kita simpan di dunia akan hilang, tetapi yang kita tabung di surga kekal selamanya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk mengutamakan Engkau di atas segala harta dunia. Bebaskan hatiku dari keterikatan yang menghalangiku untuk mencintai-Mu dengan sepenuh hati. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.