Kamis, 14 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Hari Ini Selasa 19 Agustus 2025, Bagi Allah Segala Sesuatu Mungkin 

Mari simak renungan hari ini Selasa 19 Agustus 2025. Tema renungan hari ini bagi Allah segala sesuatu mungkin.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Hari Ini Selasa 19 Agustus 2025, Bagi Allah Segala Sesuatu Mungkin 
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN - Pater John Lewar, SVD.Mari simak renungan hari ini Selasa 19 Agustus 2025. Tema renungan hari ini bagi Allah segala sesuatu mungkin. 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Selasa 19 Agustus 2025.

Tema renungan hari ini bagi Allah segala sesuatu mungkin.

Renungan hari ini disiapkan untuk Selasa biasa XX, Perayaan fakultatif Santo Yohanes Eudes, Pengaku Iman, Samuel, Imam dan Hakim Israel,  dengan warna liturgi hijau.

Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 19 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Selasa 19 Agustus 2025, Kami Telah Meninggalkan Segala Sesuatu

 

Bacaan Pertama Hakim-Hakim 6:11-24a

“Gideon, engkau akan menyelelamatkan Israel . Ketahuilah, Akulah yang mengutus engkau.”

Pada zaman para hakim datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?

Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”

Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian.

Bukankah Aku mengutus engkau!” Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel ? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”

Berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”

Maka jawabnya kepada-Nya: “Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.

Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: “Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.”

Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.

Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.

Dan Malaikat Tuhan mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu.

Kemudian hilanglah Malaikat Tuhan dari pandangannya. Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat Tuhan, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat Tuhan dengan berhadapan muka.”

Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan dan menamainya: Tuhan itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 85:9.11-12.13-14

Ref. Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya.

Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Bahkan Tuhan akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bait Pengantar Injil 2 Korintus 8:9

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Bacaan Injil Matius 19:23-30

“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum, daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.

Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Harian Katolik

Orang yang berharta bisa memiliki apa saja, bisa membeli apa saja, bisa pergi 
ke mana saja, bisa menikmati fasilitas apa saja, tetapi ia tidak bisa membeli 
surga. Surga akan menjadi milik siapa saja, dimasuki oleh siapa saja yang Allah 
kehendaki, bukan dengan membeli tetapi dengan memberi. Seperti dikisahkan 
dalam Injil hari ini (Mat 19:23-26), yang masih merupakan kelanjutan dari Injil 
kemarin (Mat 19:16-22), seorang muda yang kaya akan harta, pergi 
meninggalkan Yesus dengan sedih sebab hartanya banyak.

Hartanya yang banyak tidak bisa untuk membeli surga, bukan saja karena tidak cukup untuk 
membelinya, tetapi juga karena ia harus memberikan hasil segala harta milik 
yang ada padanya dan dijual kepada orang-orang miskin, dan itu yang dia tidak 
mau. Terlalu berat permintaan Yesus. Hal itu tidak mungkin bagi si muda yang 
kaya harta itu. Upayanya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga terhalang oleh 
hartanya yang banyak. Menanggapi reaksi si muda yang kaya harta, Yesus 
berkata kepada murid-murid-Nya, Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar 
sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum 
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga (Mat 19:23-34). 
Mendengar kata-kata Yesus yang penting tersebut, sehingga Dia merasa perlu 
menegaskan sekali lagi, seketika itu juga gemparlah para murid.  
Benar, suasana di antara para murid langsung gempar. Mereka terkejut. Mereka 
kaget. Mengapa? Apakah para murid juga termasuk orang kaya, sehingga 
mereka langsung mengajukan pertanyaan kepada Sang Guru, Jika demikian 
siapakah yang dapat diselamatkan? (ay. 25).

Apakah ini adalah sebuah pertanyaan yang menyiratkan kekhawatiran mereka? Para murid merasa bahwa keselamatan mereka terancam karena harta yang ada pada mereka? Yesus 
menenangkan kegemparan di antara mereka dengan berkata, Bagi manusia hal 
ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin (ay. 26). Si anak 
muda kala itu sedang tidak baik-baik saja. Ia sedang terikat dan terlekat kuat 
oleh hartanya yang banyak, sehingga bagi dia jelas tidak mungkin menjual 
segala harta miliknya dan memberikan hasilnya untuk orang-orang miskin. 

Dalam kelekatan dan kelepasan, jelas bahwa apa yang tidak mungkin tetap 
tidak mungkin. Apa yang tidak mungkin bisa berubah menjadi mungkin hanya 
jika ia mau bekerja sama dengan Allah dan hidup dalam rahmat-Nya. Sebab, 
untuk memperoleh hidup yang kekal, untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga 
diperlukan semangat lepas bebas secara total dan yang dapat membebaskannya 
hanyalah Allah. Karena itu, “Ia tidak dapat mencapai tujuan akhirnya (masuk ke 
dalam Kerajaan Surga, red) tanpa bantuan rahmat” (Katekismus Gereja Katolik, 
No. 308).  
Dalam hal ini Gereja mengajarkan akan pentingnya iman akan Allah dan 
pertolongan rahmat-Nya. Seperti dikatakan oleh Santo Agustinus, seorang 
kudus dari Hippo, Afrika Utara, yang hidup tahun 354-430, “Tanpa Allah kita 
tidak dapat berbuat apa-apa.”  

Gereja juga mengajarkan agar kita dapat mempergunakan harta yang kita 
punya secara wajar dan benar. Kita mempergunakan benda tercipta secara 
wajar: Iman akan Allah yang esa mengajar kita mempergunakan segala sesuatu 
yang bukan Allah, sejauh hal itu mendekatkan kita kepada Allah, dan 
melepaskannya, sejauh ia menjauhkan kita dari Dia (Mat 19:23-24) (Katekismus 
Gereja Katolik, No. 236).  

Apa yang diajarkan Gereja ini mengingatkan kita akan doa dari seorang bruder 
bernama Santo Nikolaus dari Flüe, Swiss (1417-1487). Ia berdoa kepada 
Tuhannya dan Allahnya dengan sebuah doa yang sederhana namun indah dan 
inspiratif demikian, Tuhanku dan Allahku, ambillah dari diriku segala sesuatu 
yang menghalang-halangi aku untuk datang kepada-Mu. Tuhanku dan Allahku, 
berilah aku segala sesuatu yang mendekatkan aku kepada-Mu. Tuhanku dan 
Allahku, ambillah aku dari diriku dan jadikanlah aku sepenuhnya milik-Mu. 
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, iman akan Allah akan menyanggupkan 
kita untuk memiliki harta dunia namun tanpa terikat dan terlekat olehnya. Jika 
harta dunia menghalang-halangi kita untuk datang kepada Allah, untuk masuk 
ke dalam Kerajaan Surga, maka kita mesti berani mohon kepada Tuhan dan 
Allah kita seperti dilakukan oleh Santo Nikolaus untuk mengambil dan 
membebaskan segala penghalang itu, sehingga dalam semangat kelepasan kita 
dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga.  

Mari kita Imani bahwa bagi Allah segala sesuatu mungkin. Juga, karena Allah 
dan rahmat-Nya, segala sesuatu mungkin, termasuk dalam hal masuk ke dalam 
Kerajaan Surga. Tuhan memberkati. (diolah dari RP. A. Ari Pawarta, O.Carm, 
https://mkk.or.id/renungan-detail.php?r=2025066697) 

Doa: 

Tuhan Yesus Kristus, bantulah aku agar bisa menjadi pribadi yang lepas bebas, 
tidak melekat dengan harta kekayaan. Semoga apa yang ada padaku kugunakan 
untuk kebahagiaan sesamaku. Hantarlah aku untuk mencapai kemuliaan Surga 
yang Kau janjikan...Amin. 

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari  Selasa Pekan Biasa XX . Salam doa dan 
berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh 
Kudus...Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved