Injil Katolik
Injil Katolik Hari Jumat 29 Agustus 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan
Mari simak Injil Katolik hari Jumat 29 Agustus 2025. Injil katolik hari Jumat lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Mari-simak-Bacaan-Injil-Katolik-Kamis-12-Oktober-2023.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari Jumat 29 Agustus 2025.
Injil katolik hari Jumat lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Hari Jumat Biasa XXI, Peringatan Wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, Santa Sabina, Martir, dengan warna liturgi merah.
Adapun bacaan Liturgi Katolik hari Jumat 29 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 29 Agustus 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan Pertama: Yeremia 1:17-19
Sampaikanlah kepada Yehuda segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka.
Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, “Baiklah engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku,
sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imam dan rakyat negeri lain.
Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 71:1-4a.5-6b.15ab.17
Ref. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu.
atau. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Padamu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskanlah dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.
Bait Pengantar Injil: Matius 5:10
Ref. Alleluya.
Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
Bacaan Injil: Markus 6:17-29
Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis!
Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperisteri Herodias, isteri Filipus saudaranya.
Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes, dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes.
Karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, yakni ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Pada waktu itu putri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja Herodes berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”
Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya, “Apa yang harus kuminta?”
Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” maka sangat sedihlah hati raja!
Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Kesetiaan yang Berbuah Kemuliaan”
Hari ini Gereja Katolik merayakan Peringatan Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis, seorang nabi yang dengan berani bersuara bagi kebenaran, walau harus mengorbankan nyawanya. Bacaan Injil dari Markus 6:17-29 mengisahkan bagaimana Herodes, terikat oleh sumpah dan tekanan sosial, akhirnya memerintahkan pemenggalan kepala Yohanes.
Yohanes Pembaptis bukanlah orang yang mencari aman atau popularitas. Ia menegur Herodes karena hidup dalam dosa dengan istri saudaranya. Keberanian Yohanes bukan didasarkan pada kebencian, melainkan pada cinta akan kebenaran Allah. Inilah yang membuat kesaksiannya hidup kekal di hati Gereja.
1. Kebenaran seringkali menuntut pengorbanan
Dalam dunia sekarang, bersuara untuk kebenaran tidak selalu populer. Orang bisa dihina, dijauhi, bahkan dikucilkan. Namun, Injil hari ini mengingatkan bahwa iman sejati justru diuji ketika kita harus memilih antara kenyamanan diri atau kesetiaan pada Allah. Yohanes Pembaptis memberi teladan bahwa kesetiaan pada kebenaran lebih berharga daripada hidup itu sendiri.
2. Bahaya kompromi seperti Herodes
Herodes tahu bahwa Yohanes adalah orang benar dan suci, bahkan ia segan padanya. Tetapi Herodes lebih takut pada manusia ketimbang pada Allah. Ia terjebak dalam gengsi, pesta, dan sumpah yang sembrono. Akhirnya ia membiarkan kebenaran “dibungkam” demi menjaga citra diri. Ini menjadi peringatan bagi kita: jangan sampai kita mengorbankan kebenaran hanya demi gengsi, kepentingan, atau tekanan lingkungan.
3. Kesetiaan berbuah kemerdekaan sejati
Hari ini, kita diajak menimba kekuatan dari teladan Yohanes Pembaptis. Hidupnya menjadi seruan abadi: “Persiapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan-Nya!” Meski dunia mungkin menolak suara kebenaran, Allah tidak akan pernah melupakannya. Yohanes kehilangan nyawanya, tetapi ia memperoleh mahkota kemuliaan.
Kesetiaan seperti ini adalah bentuk kemerdekaan sejati dalam Kristus – merdeka dari ketakutan, merdeka dari belenggu dosa, dan merdeka untuk hidup dalam kebenaran Allah.
Pesan untuk Kita
Apakah aku berani bersuara untuk kebenaran, meski itu tidak populer?
Apakah aku sering lebih takut pada manusia daripada pada Allah?
Apakah aku siap mengorbankan kenyamanan demi kesetiaan pada iman Katolik?
Hari ini, marilah kita berdoa agar diberi hati yang teguh, tidak mudah goyah oleh tekanan, dan berani menjadi saksi kebenaran seperti Yohanes Pembaptis.
Doa
Tuhan Yesus, melalui teladan Yohanes Pembaptis, ajarilah aku untuk berani hidup dalam kebenaran. Kuatkan imanku agar tidak takut kehilangan demi memperoleh Engkau, sumber hidup kekal. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.