Jumat, 22 Mei 2026

Seputar Polri

Ipda Heru, Polisi yang Rela Jual Sepeda Demi Bantu Warga Difabel

Ipda Heru Sutaban, perwira pertama yang membuktikan bahwa di balik seragam cokelat, tersimpan empati dan kepedulian mendalam.

Tayang:
Editor: Content Writer
zoom-inlihat foto Ipda Heru, Polisi yang Rela Jual Sepeda Demi Bantu Warga Difabel
Istimewa
BANTU WARGA DIFABEL - Dengan niat tulus, Ipda Heru melepas sepeda yang selama ini menemaninya. Informasi penjualan disebarkan melalui media sosial, komunitas sepeda, hingga jaringan internal Polres Ende. Seorang donatur dari Kota Bekasi akhirnya membeli sepeda tersebut. Tanpa menunda, hasil penjualan digunakan Ipda Heru untuk membeli kursi roda, tongkat bantu jalan, dan sejumlah uang tunai. Seluruh bantuan itu ia antarkan langsung ke rumah Ardian, disambut air mata haru dan ucapan syukur dari keluarga. 

TTRIBUNFLORES.COM - Di balik kerasnya dinamika tugas kepolisian yang menuntut kewaspadaan dan ketegasan, ada kisah penuh kehangatan dari Polres Ende, Polda NTT. Kisah itu datang dari Ipda Heru Sutaban, perwira pertama yang membuktikan bahwa di balik seragam cokelat, tersimpan empati dan kepedulian mendalam.

Tahun 2019, saat masih bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Borokanda, Kecamatan Ende Utara, nama Ipda Heru begitu dikenal masyarakat. Ia akrab dengan warganya karena selalu hadir menggunakan sepeda kesayangannya. Sepeda itu bukan hanya alat untuk berpindah tempat, melainkan simbol kedekatannya dengan warga desa dan sederhana dalam mengabdi.

Namun sebuah kabar duka menggugah nurani sang Bhayangkara. Ardian Hamid, warga Kampung Brai, mengalami musibah tersengat listrik hingga harus merelakan kakinya diamputasi. Mendengar hal itu, Ipda Heru merasa tak cukup bila hanya memberi dukungan moril. Ia memilih bertindak lebih jauh.

Dengan niat tulus, ia melepas sepeda yang selama ini menemaninya. Informasi penjualan disebarkan melalui media sosial, komunitas sepeda, hingga jaringan internal Polres Ende. Seorang donatur dari Kota Bekasi akhirnya membeli sepeda tersebut.

Baca juga: Polisi Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Tengah Hutan Raimanuk Belu

Tanpa menunda, hasil penjualan digunakan Ipda Heru untuk membeli kursi roda, tongkat bantu jalan, dan sejumlah uang tunai. Seluruh bantuan itu ia antarkan langsung ke rumah Ardian, disambut air mata haru dan ucapan syukur dari keluarga.

“Ini adalah panggilan hati. Saya hanya ingin membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan,” ucap Ipda Heru dengan rendah hati.

Kini, meski telah menjabat sebagai Kasi Humas Polres Ende, semangat kemanusiaan Ipda Heru tetap menyala. Aksi kepeduliannya sejalan dengan semangat Commander Wish Kapolda NTT yang menekankan pentingnya kepekaan sosial dalam tugas kepolisian.

Apresiasi pun datang dari Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. Ia menilai tindakan Ipda Heru sebagai bukti nyata nilai kemanusiaan dalam tubuh Polri.

“Apa yang dilakukan Ipda Heru adalah refleksi dari polisi yang humanis, peka terhadap lingkungan sosial, dan mampu menjadi teladan. Ini bukan sekadar tindakan spontan, tapi cerminan dedikasi dan empati yang harus dimiliki setiap anggota Polri,” ujarnya di Mapolda NTT, Selasa (15/6/2025).

Kisah yang kemudian dikenal sebagai “Polisi Bersepeda Membawa Berkah” ini menjadi inspirasi tentang wajah humanis Polri. Ipda Heru telah membuktikan, di balik seragam cokelat, ada hati tulus yang siap membawa perubahan nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved