PLN UIP Nusra
Pemprov NTT Dorong pengembangan Geothermal di Flores, Perkuat Komitmen Energi Bersih
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai pemanfaatan potensi geothermal di Pulau Flores menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ULUMBU.jpg)
Ringkasan Berita:Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai pemanfaatan potensi geothermal di Pulau Flores menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan krisis energi global yang hingga kini masih bergantung pada bahan bakar fosil.
TRIBUNFLORES.COM,RUTRENG-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai pemanfaatan potensi geothermal di Pulau Flores menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan krisis energi global yang hingga kini masih bergantung pada bahan bakar fosil.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Viktor Manek, S.Sos., M.Si, mengatakan NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, terutama dari sektor panas bumi. Potensi tersebut dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlanjutan pasokan energi di masa depan.
“NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar,” ujar Viktor.
Menurut Viktor, pemanfaatan geothermal telah terbukti memberikan manfaat di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Dieng dan Manado. Karena itu, pengembangan panas bumi di Flores perlu dilakukan dengan dukungan teknologi yang memadai, perlindungan lingkungan yang ketat, pelibatan masyarakat, jaminan manfaat bagi warga sekitar, serta dukungan keamanan agar investasi dapat berjalan berkelanjutan.
• PLN UIP Nusra Tuntaskan Pembayaran Ganti Rugi Tahap II PLTP Ulumbu Manggarai NTT
Selain itu, Viktor menilai edukasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi faktor penting agar pengembangan geothermal dapat dipahami secara utuh. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan lebih siap mendukung pengembangan energi bersih yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
Ia juga meluruskan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkait anggapan bahwa geothermal dapat menimbulkan dampak seperti kasus lumpur Lapindo. Menurut Viktor, karakteristik geothermal sangat berbeda, baik dari sisi geologi maupun sistem operasionalnya.
“Potensi yang ada jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Viktor.
Viktor menjelaskan, sumber panas bumi berada di kawasan pegunungan dengan lapisan batuan keras pada kedalaman sekitar 1.000 hingga 3.000 meter. Kondisi tersebut berbeda dengan pengeboran migas pada lapisan lumpur lunak seperti yang terjadi pada kasus Lapindo.
Dalam operasionalnya, fluida panas bumi dimanfaatkan untuk menghasilkan uap sebagai penggerak turbin pembangkit listrik. Setelah digunakan, fluida tersebut dikembalikan kembali ke dalam reservoir untuk menjaga keberlanjutan sistem panas bumi.
Menurut Viktor, pengembangan geothermal akan memberikan manfaat luas bagi daerah, mulai dari memperkuat cadangan energi listrik, menarik investasi, membuka lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Rizki Aftarianto, menegaskan PLN terus berkomitmen mendukung pengembangan geothermal di Flores sebagai bagian dari upaya menghadirkan energi bersih yang andal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Geothermal merupakan salah satu sumber energi bersih yang sangat potensial untuk mendukung ketahanan energi di Flores dan NTT secara umum. PLN berkomitmen memastikan pengembangannya dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Rizki.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News