KTT Asean Summit di Labuan Bajo

KTT ASEAN di Labuan Bajo, Jokowi: Tantangan Geopolitik Masih Berat

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan, tantangan geopolitik masih menjadi risiko terhadap negara ASEAN.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SETPRES
PIMPIN RAPAT- Presiden Jokowi sedang memimpin pembukaan ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dalam KTT ASEAN di Labuan Bajo. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan, tantangan geopolitik masih menjadi risiko terhadap negara ASEAN.

Jokowi menyampaikan itu saat pembukaan ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dalam KTT ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 10 Mei 2023.

"Ke depan tantangan masih sangat berat risiko geopolitik masih besar, dan lembaga keuangan di Amerika Serikat dan Eropa berjatuhan,"ujar Jokowi.

Karena itu, Jokowi juga mengajak ASEAN agar menjaga kolaborasi antar negara sehingga tercipta Epicentrum of Growth sesuai dengan tema Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahun ini.

Baca juga: Hari ke-2 KTT ASEAN di Labuan Bajo, Jokowi Sampaikan Dua Isu Penting untuk Dibahas

 

"Mari bergandengan erat menyusun agenda bersama, untuk memastikan kawasan ini terus menjadi Epicentrum of Growth. Terlebih, potensi ekonomi yang dimiliki oleh ASEAN jauh diatas rerata dunia," Ajaknya.

Menurut Jokowi, ekonomi yang tumbuh diatas rerata dunia, bonus demografi, kemudian middle class yang terus meningkat 65 persen pada tahun 2030. Selain itu, kolaborasi yang sudah terjalin antara pemerintah dan dunia usaha, terbukti nyata mampu menghadapi Pandemi Covid-19.

"Perlu kita sukyuri bersama bahwa ASEAN telah mampu menghadapi pandemi Covid-19, ini berkat kolaborasi. Berkat kerjasama dan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha,"ujarnya.

Bahas 2 Isu Penting

Sementara itu, Hari ke-2 Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN Indonesia, Jokowi menyampaikan dua isu penting yang akan dibahas.

Adapun kedua isu penting itu yakni reviuw Implementasi Five Point Consesus dan juga Implementasi dari Asean Outlook On The Indo-pacific (AOIP) yang merupakan kesepakatan yang mencerminkan sentralitas ASEAN untuk menjawab tantangan perubahan, serta gejolak geopolitik dan geostrategi di kawasan Indo-Pasifik.

"Pagi ini kita akan membahas dua isu penting yaitu pertama reviuw Implementasi Five Point Consesus dan juga Implementasi dari Asean Outlook On The Indo-pacific (AOIP)," Ujar Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam memimpin Rapat itu di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kamis 11 Mei 2023.

Baca juga: Bocah 9 Tahun di Waioti Sikka Digigit Anjing, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Jokowi menyerukan, sebagai ketua Indonesia berupaya agar ada langkah maju dari implementasi Five Point Consesus dan melalui engesmens dengan berbagai pihak mendorong ciptanya blok yang inklusif, menyeruhkan perhentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian melalui joint nits assesment melalui AHA Center dan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan.

"Namun saya harus berterus terang bahwa implementasi five poin consesus belum ada kemajuan yang signifikan sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan kedepan," Ujar Jokowi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved