Berita Ende
Lempar Papan Nama Kena Burung Garuda, Begini Penjelasan Anggota DPRD Ende
Pada rapat paripurna interpelasi APBD tahun 2025, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda memilih meninggalkan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kericuhan-di-DPRD-Ende.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Demokrat, Mahmud Djega alias Bento diduga tanpa sengaja melempar papan nama hingga mengenai burung Garuda yang merupakan lambang negara yang digantung di bagian depan sebelah atas ruang sidang DPRD Kabupaten Ende, Rabu (17/12/2025) siang.
Aksi itu dilakukan Mahmud Djega alias Bento lantas melupakan emosinya terhadap pimpinan DPRD Kabupaten Ende yang dinilai tidak mampu memimpin jalannya rapat paripurna interpelasi APBD tahun 2025 yang berujung ricuh.
Pada rapat paripurna interpelasi APBD tahun 2025, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda memilih meninggalkan ruang sidang hingga membuat suasana semakin tak terkontrol hingga berujung pada pelemparan papan nama yang mengenai burung Garuda.
Mahmud Djega alias Bento yang dikonfirmasi TribunFlores.com secara terpisah usai rapat paripurna interpelasi APBD tahun 2025 tersebut pun menyampaikan permohonan maaf dan mengaku tidak ada niat sama sekali untuk melalukan hal tersebut.
Baca juga: Bupati "Kabur" Dari Paripurna Interpelasi, Empat Fraksi DPRD Ende Ajukan Angket
"Tadi itu setelah kejadian itu saya minta maaf dengan pimpinan karena memang tidak ada niat sama sekali untuk lempar burung Garuda, karena situasi lagi emosional dan reflek karena berdebat dengan pimpinan karena mereka tidak bisa mengendalikan jalannya persidangan tadi, sehingga tadi itu saya secara reflek saya melempar itu arahnya ke pimpinan, mungkin karena terlalu emosional dengan situasi tadi sehingga melayang nya ke burung Garuda," jelas Mahmud Djega.
Ia juga mengaku sempat kaget karena ternyata lemparannya mengenai burung Garuda.
"Setelah pimpinan keluar saya minta maaf ke pimpinan, saya lempar papan nama tadi memang arahnya ke pimpinan, saya emosional tadi karena kamu pimpinan tidak bisa kendalikan persidangan, situasi sidang tadi kalau dikendalikan oleh pimpinan tidak mungkin terjadi demikian, maka pertanyaan teman-teman DPRD dan jawaban Bupati itu bisa berjalan normal kalau pimpinan bersikap tegas," tandasnya.
Ia juga mengatakan sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende atas kejadian tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende atas kejadian yang tidak disengaja tersebut.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende, Mikel Badeoda yang dikonfirmasi terpisah juga menyampaikan hal senada.
"Tadi saya sudah panggil beliau dan beliau menyampaikan bahwa karena beliau merasa kesal terhadap pimpinan rapat tadi tidak bisa kendalikan lalu lalang situasi paripurna tadi sehingga terjadi ricuh tadi maka dengan spontanitas dengan kondisi emosional, beliau angkat papan namanya dia itu dia lempar maksudnya dia itu tujuannya ke pimpinan, tidak ada maksud lempar burung Garuda," jelas Mikel Badeoda.
Atas kejadian itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende, Mikel Badeoda mewakili Mahmud Djega alias Bento menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Bupati "Kabur" Dari Paripurna Interpelasi, Empat Fraksi DPRD Ende Ajukan Angket |
|
|---|
| Rapat Paripurna Antara DPRD dan Bupati Ende Berakhir Ricuh |
|
|---|
| Gunung Iya Ende 6 Kali Gempa Vulkanik Dalam 6 Kali Gempa Tektonik Lokal |
|
|---|
| Moment Uskup Agung Ende Pimpin Rekoleksi untuk Sopir, Ojek Hingga Pedagang di Aeramo Nagekeo |
|
|---|
| 24 Jam Terakhir, Gunung Iya Ende 4 Kali Gempa Vulkanik Dalam |
|
|---|