Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Ende

Pasca Penggusuran, Warga dan Anak-Anak Ndao Ende Jual Besi Bekas

Kami tidak mau difoto karena nanti posting di media sosial dan ada orang komentar aneh-aneh tentang eksploitasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
Ringkasan Berita:
  • Sehari setelah penggusuran 51 lapak PKL di Pantai Ndao, warga dan anak-anak mengumpulkan serta memotong besi bekas untuk dijual kembali.
  • Beberapa anak menolak difoto karena khawatir mendapat komentar negatif terkait isu eksploitasi anak di media sosial.
  • Sejumlah warga tetap berada di area puing, bahkan memasak dan bermalam di bekas lokasi penggusuran.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Sehari setelah penggusuran 51 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Ndao, warga serta anak-anak memanfaatkan puing-puing bangunan berupa besi bekas tiang bangunan lapak untuk dijual kembali.

Pantauan TribunFlores.com, Kamis (16/2/2026), beberapa anak-anak memotong sisa besi di tengah-tengah puing bangunan yang telah rata dengan tanah.

Sayangnya, beberapa anak diantara mereka menghindar dari kamera.

"Kami tidak mau difoto karena nanti posting di media sosial dan ada orang komentar aneh-aneh tentang eksploitasi anak," ujar salah satu anak yang enggan menyebut identitasnya ditimpali beberapa anak lainnya.

 

Baca juga: Oknum Polisi di Ende Aniaya Warga Disabilitas hingga Tewas, Berakhir Dipecat Tidak Hormat

 

 

Selain beberapa warga dan anak-anak yang mengais besi bekas, sejumlah warga memilih m memasak di puing-puing bangunan.

Bahkan nekat bermalam di tengah puing-puing.

"Tadi malam kami tidur terus disini, sebentar malam juga rencananya kami tidur disini, ada yang bahkan masak disini," ujar Murdiana sambil mengangkat puing-puing bangunan. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved