Senin, 1 Juni 2026

Hari Lahir Pancasila 2026

Momen Harlah Pancasila, Warga Ende Kritik Kebijakan Pemerintah Daerah 

Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagian warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Momen Harlah Pancasila, Warga Ende Kritik Kebijakan Pemerintah Daerah 
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
WARGA ENDE - Syamsul Bahri, anak dari Ruslan Uttu yang merupakan sahabat Bung Karno dan pemain tonil bersama Bung Karno selama masa pengasingan di Ende pada tahun 1934-1938. 

Ringkasan Berita:Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagian warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pada momen peringatan Hari Lahir Pancasila, sebagian warga Kabupaten Ende mengkritisi beberapa kebijakan Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kepemimpinan Bupati Yosef Benediktus Badeoda yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Kebijakan yang dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yakni salah satunya aksi penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ende baik di kawasan sempadan pantai Ndao maupun di Jalan Irian Jaya yang sempat menjadi polemik panas.

Selain itu, sejumlah kebijakan lainnya juga dinilai tidak berpihak kepada rakyat Kabupaten Ende.

Padahal, Pemerintah Kabupaten Ende mengklaim, sejumlah kebijakan yang diambil justru demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah itu.

Baca juga: Dirut SDM Bank NTT: Pancasila Harus Jadi Pedoman Pembangunan Ekonomi

 

 

Salah satu kritikan datang dari Syamsul Bahri, anak dari Ruslan Uttu yang merupakan sahabat Bung Karno dan pemain tonil bersama Bung Karno selama masa pengasingan di Ende pada tahun 1934-1938.

"Kita lihat pemerintahan sekarang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, contohnya seperti dengan adanya gusuran-gusuran, itu kan tidak ada toleransi, kasian kan masyarakat sudah hidup susah tambah susah, janji-janji pemerintah akan begini tapi tidak ada," tegasnya.

Selain mengkritisi pemerintah, ia juga meminta agar pendidikan Pancasila kembali diajarkan di sekolah-sekolah dan diamalkan sebagaimana mestinya.

Ia juga berharap, semua suku, ras dan golongan yang ada di Kabupaten Ende jangan saling berselisihan satu dengan yang lain.

"Kan kebanyakan masih ada gesekan-gesekan antara kita umat beragama yang ada di Ende, padahal Bung Karno sudah ajarkan Pancasila, sampai ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," ujarnya.

Kritikan masyarakat pada momentum Hari Lahir Pancasila ditanggapi Bupati Yosef Badeoda dengan santai.

Ia mengatakan, kritik dan saran dari masyarakat akan diterima dengan baik.

"Saya kira biasa saja, kalau ada kritikan dan masukan, kita terima dengan baik, kita anggap itu sebagai dinamika didalam bernegara dan pemerintahan, jadi saya pikir biasa saja, yang penting hari ini kita sukses merayakan Harlah Pancasila," pungkasnya. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved