Kamis, 4 Juni 2026

Berita Ende

Harga LPG Naik, Minyak Tanah Langka di Ende

Menurut William, konsumen LPG di Kota Ende berasal dari berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga, rumah makan, pedagang kaki lima (

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Harga LPG Naik, Minyak Tanah Langka di Ende
TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO/TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
STOK LPG - Stok gas LPG di pangkalan milik William di Jalan Kelimutu Kota Ende. 
Ringkasan Berita:
  • Harga LPG di Kabupaten Ende naik, dipicu melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
  • Meski naik, stok LPG masih aman namun bergantung pada distribusi dari Surabaya.
  • Warga juga mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya minyak tanah di pasaran.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), masyarakat Kabupaten Ende kini dihadapkan pada kenaikan harga gas LPG serta kelangkaan minyak tanah yang semakin sulit diperoleh.

Berdasarkan informasi yang beredar, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini berada pada kisaran Rp17.670 hingga Rp17.955 per dolar AS untuk kurs perbankan, sementara kurs referensi Bank Indonesia tercatat sebesar Rp17.952 per dolar AS.

Kondisi tersebut turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk gas LPG di Kabupaten Ende.

William, pemilik pangkalan gas LPG yang berlokasi di Jalan Kelimutu, Kota Ende, mengatakan harga LPG non-subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

 

Baca juga: Kasus Korupsi Kapal Bantuan Kemensos, Polres Ende Dalami Keterlibatan Oknum Pejabat di Ende 

 

 

"Sebelumnya gas LPG ukuran 5,5 kilogram dijual seharga Rp140 ribu, sedangkan ukuran 12 kilogram Rp260 ribu. Harga baru sekarang untuk tabung 12 kilogram menjadi Rp325 ribu, sedangkan ukuran 5,5 kilogram menjadi Rp175 ribu," ujar William saat ditemui di pangkalannya, Rabu (3/6/2026).

Menurut William, konsumen LPG di Kota Ende berasal dari berbagai kalangan, mulai dari rumah tangga, rumah makan, pedagang kaki lima (PKL), hingga kebutuhan memasak di lokasi proyek.

Ia menjelaskan, peminat LPG ukuran 5,5 kilogram didominasi oleh para PKL, sementara tabung ukuran 12 kilogram lebih banyak digunakan oleh rumah tangga dan pelaku usaha rumah makan.

Meski harga mengalami kenaikan, William memastikan stok LPG di pangkalannya masih dalam kondisi aman. 

Ia mengaku terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan setiap pekan, meskipun distribusi sangat bergantung pada agen yang berada di Surabaya.

"Saat ini stok masih aman. Setiap minggu kami berusaha memastikan persediaan tetap tersedia, tetapi pasokan tetap bergantung pada agen di Surabaya," katanya.

William juga mengungkapkan sekitar satu bulan lalu pasokan LPG di Kota Ende sempat mengalami gangguan.

Kondisi tersebut terjadi akibat berbagai polemik yang berkembang di tingkat global sehingga mempengaruhi rantai distribusi.

Sementara itu, di tengah kenaikan harga LPG, masyarakat juga mengeluhkan semakin langkanya minyak tanah di pasaran.

Sejumlah ibu rumah tangga mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan minyak tanah kini tidak hanya sulit dicari, tetapi juga dijual dengan harga yang relatif mahal.

"Kalaupun ada, harganya mahal. Jeriken 5 liter ada yang jual Rp40 ribu, ada juga yang Rp50 ribu. Kadang sulit sekali cari minyak tanah," ujarnya.

Kelangkaan minyak tanah dan kenaikan harga LPG dikhawatirkan semakin menambah beban ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah serta pelaku usaha kecil yang bergantung pada kedua sumber energi tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved