Rabu, 10 Juni 2026

Berita Ende

Program MBG di SMKN 2 Ende Dihentikan Sejak Januari 2026

Menurutnya, sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ende telah mendatangi pihak sekolah

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Program MBG di SMKN 2 Ende Dihentikan Sejak Januari 2026
Tribunnews.com
PROGRAM MBG - Pendistribusian MBG di SMK Negeri 2 Ende beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Program MBG di SMKN 2 Ende berhenti sejak Januari 2026.
  • Penghentian terkait penyesuaian layanan dan juknis baru.
  • SMA Negeri 1 Ende juga menghentikan sementara program MBG.
 
 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 2 Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ternyata telah dihentikan sejak Januari 2026. 

Hingga kini, sekolah tersebut belum kembali menerima distribusi makanan bergizi gratis bagi para siswanya.

Kepala SMK Negeri 2 Ende, Fransisco Soares, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, sejak awal tahun 2026 tidak ada lagi penyaluran program MBG di sekolah yang dipimpinnya.

“Untuk 2026 sejak dari Januari itu, MBG di SMKN 2 berhenti, belum ada lagi,” ujar Fransisco saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

 

Baca juga: Digitalisasi Kantor Pertanahan di Ende Makin Maju, Pengukuran Tanah Berbasis Drone

 

 

Menurutnya, sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ende telah mendatangi pihak sekolah untuk menyampaikan penghentian sementara layanan MBG. 

Beberapa di antaranya adalah SPPG Ndona, SPPG Reworeke, serta calon SPPG yang akan beroperasi di kawasan BTN.

Fransisco menjelaskan SPPG Ndona yang sebelumnya melayani kebutuhan MBG di SMKN 2 Ende tidak lagi menangani distribusi untuk sekolah tersebut. 

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kelanjutan pelayanan dari dapur penyedia yang baru.

“Seperti SPPG Ndona yang awal dan melayani program MBG di SMKN 2, SPPG Reworeke, dan calon SPPG mungkin di BTN datang sampaikan ke kita bahwa sementara dari Ndona diserahkan kembali ke Ende Timur, jadi belum ada pelayanan sampai dengan saat ini. Masih menunggu dapurnya atau apa begitu,” katanya.

Lebih lanjut, Fransisco mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima dari para pengelola SPPG, terjadi perubahan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program. 

Dalam aturan baru tersebut, penerima manfaat dikembalikan ke wilayah kecamatan masing-masing tempat sekolah berada.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved