Jumat, 12 Juni 2026

Banjir di Flores Timur

Permukiman Warga Dua Desa di Pulau Adonara Flores Timur NTT Terdampak Banjir

Banjir menerjang permukiman warga dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (18/12/2025) siang.

Tayang:
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Permukiman Warga Dua Desa di Pulau Adonara Flores Timur NTT Terdampak Banjir
TRIBUNFLORES.COM/HO-ZONA FLORES
BANJIR-Banjir merendam permukiman Desa Terong, Flores Timur, NTT, Kamis (18/12/25). Dokumentasi tangkapan layar ini diambil dari postingan Zona Flores di Facebook. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan banjir di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kamis (18/12/2025) siang. Akibat peristiwa tersebut, puluhan rumah warga dilaporkan terendam air.
  • Dua desa yang terdampak banjir adalah Desa Terong dan Desa Lamahala. Banjir merendam kawasan permukiman padat penduduk setelah dua aliran kali meluap akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung selama beberapa jam.

 

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan banjir di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kamis (18/12/2025) siang. Puluhan rumah warga dilaporkan terendam.

Dua desa terdampak tersebut adalah Desa Terong dan Desa Lamahala yang letaknya berdampingan di Kecamatan Adonara Timur. Banjir terjadi di kawasan permukiman padat penduduk setelah dua aliran kali meluap akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa jam.

Kepala Desa Terong, Amir Hamzah Aziz, mengatakan banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 12.00 Wita. Luapan air berasal dari dua kali yang berada di wilayah desanya.

"Kali Andek meluap, pas di Terong tengah itu, dan satunya lagi di Terong Barat, Kali Dua," ujar Amir saat dihubungi melalui sambungan telepon.

 

Baca juga: Gunung Lewotobi NTT 1 Kali Gempa Guguran 4 Kali Tremor Non-Harmonik

 

 

Ia mengonfirmasi sekitar 20 rumah warga terdampak banjir. Talud penahan banjir yang ada tidak mampu menahan derasnya aliran air akibat cuaca ekstrem.

"Ada sekitar 20 rumah yang terdampak, warga sementara bersihkan," kata Amir.

Warga bersama aparat desa berupaya melakukan penanganan awal dengan memasang penahan seadanya serta membersihkan sampah dan material yang menyumbat aliran air, terutama di gorong-gorong.

Pemerintah desa juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

 

Baca juga: BRIN Sebut Badai Senyar Awal 2026 NTT, BMKG: Bergerak Menjauhi Wilayah NTT

 

"Dalam waktu dekat, di semua titik itu kita lakukan pembersihan, kemudian kita mau buat talud di kali," pungkasnya.

Sementara itu, video yang diunggah akun media sosial Zona Flores memperlihatkan warga Desa Lamahala membersihkan ranting dan dahan kayu di sekitar pusaran banjir. 

Upaya tersebut dilakukan agar aliran air tidak tersumbat dan risiko banjir dapat diminimalkan.

Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved