Senin, 27 April 2026

Konflik Lahan di Adonara

Bentrok di Adonara Timur NTT, 8 Rumah dan Sejumlah Tempat Usaha Rusak

Bentrok antar warga terjadi di Adonara Timur antara warga Dusun Bele (Desa Waiburak) dan Desa Narasaosina akibat sengketa tanah adat.

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Bentrok antar warga terjadi di Adonara Timur antara warga Dusun Bele (Desa Waiburak) dan Desa Narasaosina akibat sengketa tanah adat.
  • Kerusakan meliputi 8 rumah, 2 gudang kopra, 1 tempat cuci motor, 1 kios, dan 1 kos-kosan (6 kamar).
  • Korban: 5 orang luka tembak dari senjata rakitan; aparat dari Polda NTT menurunkan pasukan Brimob untuk mengamankan situasi. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Bentrok antar warga kampung di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 8 rumah dan sejumlah tempat usaha rusak.

Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban mengatakan, jumlah kerusakan akibat bentrok itu, meliputi 8 rumah rusak, 2 gudang kopra, 1 tempat cuci motor, 1 kios dan 1 unit kos-kosan yang memiliki 6 kamar. 

"Jumlah kerusakan, bangunan tempat tinggal 8  buah, gudang kopra 2 buah, 1 buah tempat cucian motor, kios 1 buah, kos kosan 1 unit 6 kamar,"jelasnya Sabtu 7 Maret 2026.

Sementara itu, 5 orang warga di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkena luka tembak dari senjata rakitan saat bentrok antara Warga Dusun Bele, Desa Waiburak dengan waga Desa Narasaosina, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Korban Konflik Tanah di Adonara Timur NTT Jadi 5 Orang Alami Luka Tembak Senjata Rakitan

Tiga Luka Ringan

Ia menyebutkan 3 orang warga Desa Narasaosina (Lewonara) mengalami luka ringan terkena serpihan peluru kemudiandi bawa ke rumah sakit Pratama. Usai mendapatkan perawatan, korban langsung dipulangkan. 

Sementara itu, dua orang korban atas nama Jumadin Saputra (27) mengalami luka di kaki sebelah kanan terkena peluruh senjata rakitan dan Mansyur Ola (39) mengalami luka di area bawah telinga terkena peluru dirujuk ke RSUD Larantuka. 

Berdasarkan data yang dihimpun, konflik lahan ini dipicu oleh saling klaim kepemilikan tanah adat.  

Beberapa postingan video yang diterima  memperlihatkan beberapa rumah  dibakar dan kepanikan warga. 

Bentrokan ini dipicu oleh perselisihan kepemilikan lahan di sekitar lokasi Toko Serba 35 yang sudah berlangsung lama. 

Situasi memanas hingga terjadi aksi lempar bom rakitan dan penggunaan senjata api rakitan oleh massa yang bertikai. 

Hingga kini, Polda NTT menurunkan satu peleton pasukan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor dari Maumere untuk membantu mengamankan situasi pasca konflik, Jumat (6/2/2026).(awk) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved