Konflik Lahan di Adonara
Konflik di Adonara Timur, Bupati Flores Timur : Perang Hanya Bikin Susah
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bupati-Flores-Timur-Ir-Antonius-Doni-Dihen-1.jpg)
Ringkasan Berita:Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnoldus Welianto
TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA-Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen angkat bicara terkait konflik lahan di dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.
Bupati Anton dalam keterangannya kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Senin, 11 Mei 2026 siang menegaskan, tiga hal penting dan imbauan kepada warga dua desa di Adonara Timur yang tengah berkonflik.
Bupati Anton menjelaskan, pertama agar warga berhenti mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah.
"Stop mengandalkan perang sebagai cara penyelesaian masalah. Perang hanya bikin susah. Harga diri Lewo tidak perlu lagi ditunjukkan melalui keperkasaan perang," tegas Politis Partai NasDem ini.
Baca juga: Konflik di Adonara NTT, Rm Aloysius Dore Ajak Warga Jadikan Kearifan lokal "Tobo Rebung" Cari Solusi
Kedua, orang nomor satu di Kabupaten Flores Timur ini mengungkapkan, perang beberapa dekade terakhir terbukti gagal berujung pada penentuan hak atas tanah. Perang akhir-akhir ini adalah perang yang semrawut, yang berbeda dengan perang adat murni pada masa lampau yang ditujukan untuk mencari kebenaran.
"Lebih baik omong baik-baik. Harus ada budaya omong, dialog. Harus ada kecerdasan mengelola emosi. Jika tidak, kita mewariskan sesuatu yang sangat buruk buat generasi masa depan kita," ujarnya.
Ketiga, Bupati di ujung timur Pulau Flores NTT ini menegaskan, kalau pemerintah dearth tidak membiayai pengobatan akibat perang.
"Kita tegas tidak membiayai pengobatan akibat perang. Pembuat keputusan Perang harus gentleman menanggung segala biaya. Perang sudah buat rugi Daerah, karena membiayai konsumsi aparat keamanan. Maka demi keadilan, kita tidak membiayai pengobatan korban perang. Kalau berutang, kita akan potong Alokasi Dana Desa. Pemerintah Desa harus bertanggung jawab atas urusan keamanan. Kalau cinta Lewotana Flores Timur, stop perang," paparnya.
Untuk diketahui, konflik susulan antara Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 Wita bertempat di Jalan Trans Adonara wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.(AWK)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Konflik Lahan di Adonara
Konflik Lahan di Adonara NTT
Konflik Lahan Antar Warga di Flores Timur
Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen
TribunFlores.com
TribunBreakingNews
| Turis Spanyol Jatuh di Pulau Padar Labuan Bajo, Personel NDC Beri Pertolongan Pertama |
|
|---|
| Tidak Ada Akses Jalan, Warga Kampung Nangka Manggarai Gotong Jenazah 2 Kilometer ke TPU |
|
|---|
| Konflik di Adonara NTT, Rm Aloysius Dore Ajak Warga Jadikan Kearifan lokal "Tobo Rebung" Cari Solusi |
|
|---|
| Konflik di Adonara NTT, Aparat Keamanan Lakukan Patroli Dialogis dengan Warga |
|
|---|