Gunung Lewotobi Status Siaga
Gunung Lewotolok 35 Kali Gempa Erupsi, Teramati Asap Putih di Kawah Utama
Gunung Lewotolok 35 Kali Gempa Erupsi, Teramati Asap Putih di Kawah Utama.Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:Gunung Lewotolok level III (Siaga), 35 kali erupsi tercatat, asap putih 20–100 m dari kawah.Larangan Masuk: Warga dan wisatawan dilarang masuk radius 2–2,5 km dari kawah di berbagai sektor karena potensi lava dan guguran.Waspada Kesehatan & Lahar: Gunakan masker untuk abu vulkanik dan waspada lahar di sungai saat hujan.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kondisi gunung 6 jam terakhir, Rabu (11/2/2026) pukul 06.00 -12.00 Wita.
Gunung Ili Lewotolok saat ini Level III atau Siaga.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur, "tulis dia dikutip dari laman magma.esdm.go.id.
Sementara berdasarkan pengamatan klimatologi Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 27-30°C.
Baca juga: Asap Kawah Utama Berwarna Putih, Gunung Lewotolok 113 Kali Gempa Erupsi
Gempa Letusan
Ia menyebutkan berdasarkan pengamatan kegempaan, gunung Lewotolok 35 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 9.7-28.6 mm, dan lama gempa 125-165 detik.
65 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.4-9 mm, dan lama gempa 24-39 detik.
1 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 1.5 mm, dan lama gempa 113 detik.
Rekomendasi
Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi, diantaranya:
(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(3) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/ kawah G. Ili Lewotolok.
(4) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(5) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan. (Sumber magma.esdm.go.id/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News