Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Selasa 2 September 2025, Engkaulah yang Kudus dari Allah
Simak renungan Katolik hari Selasa 2 September 2025. Tema renungan Katolik hari Selasa yaitu engkaulah yang kudus dari Allah.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Selasa 2 September 2025.
Tema renungan Katolik hari Selasa yaitu engkaulah yang kudus dari Allah.
Renungan Katolik hari Selasa disiapkan untuk hari Selasa biasa XXII, Martir- martir dari Paris 1792, Martir – martir Korea, dengan warna liturgi hijau.
Renungan Katolik hari Selasa ada dibagian akhir artikel ini.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 2 September 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Selasa 2 September 2025, Melawan Pengaruh dan Kuasa Kegelapan
Bacaan Pertama 1Tes. 5:1-6,9-11
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman?maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin?mereka pasti tidak akan luput.
Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 27:1,4,13-14
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Bacaan Injil: Luk 4:31-37
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.
Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan.
Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah.”
Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya. Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini!
Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar.” Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Permenungan kita hari ini, kita dihadapkan pada dua pesan penting: panggilan untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan dan kuasa Yesus atas roh-roh jahat. Tema "Engkaulah yang kudus dari Allah" mengajak kita untuk merenungkan identitas Yesus sebagai Yang Kudus dan bagaimana kita dapat hidup dalam kekudusan-Nya serta mewartakan kuasa-Nya di dunia ini.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan pertama dari surat Paulus, 1 Tesalonika 5:1-6, 9-11, Paulus berbicara tentang kedatangan hari Tuhan yang akan datang seperti pencuri di malam hari. Ia mengingatkan jemaat di Tesalonika bahwa mereka bukanlah orang-orang kegelapan, melainkan orang-orang terang. Oleh karena itu, mereka tidak boleh tidur seperti orang lain, tetapi harus berjaga-jaga dan sadar. Paulus juga menekankan bahwa Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, melainkan untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang telah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu, hendaklah kamu saling menghibur dan saling membangun, seperti yang memang kamu lakukan. Ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan rohani dan saling menguatkan dalam iman, menantikan kedatangan Tuhan. Sedangkan dalam Injil Lukas 4:31-37, Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, dan mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub akan pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di situ, di dalam rumah ibadat, ada seorang yang kerasukan setan.
Ia berteriak dengan suara keras, "Hai Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." Yesus menghardik setan itu, "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak mencelakakannya. Semua orang takjub dan berkata satu sama lain, "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." Kisah ini menunjukkan kuasa dan otoritas Yesus atas roh-roh jahat. Pengakuan setan bahwa Yesus adalah "Yang Kudus dari Allah" menegaskan identitas-Nya sebagai Anak Allah yang memiliki kuasa untuk mengalahkan kegelapan. Refleksi atas permenungan kita adalah tentang Kesiapsiagaan: Apakah kita hidup dengan kesadaran bahwa Kristus dapat datang kembali kapan saja? Apakah kita mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya dengan hati yang tulus dan berjaga-jaga?
Kuasa Yesus: Apakah kita percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk mengalahkan segala kuasa jahat dalam hidup kita? Apakah kita mengandalkan kuasa-Nya dalam menghadapi godaan dan tantangan? Kesaksian: Apakah kita bersaksi tentang kuasa dan kekudusan Yesus kepada orang lain? Apakah kita berani untuk menyatakan iman kita, meskipun menghadapi penolakan atau penganiayaan?
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: pada hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk hidup dalam kekudusan dan mewartakan kuasa Kristus di dunia ini. Kedua, semoga kita diberi hikmat untuk mengenali kehendak-Nya dalam hidup kita dan kekuatan untuk melaksanakannya. Ketiga, mari kita berdoa agar kita selalu berjaga-jaga, menantikan kedatangan-Nya, dan menjadi saksi yang hidup bagi kasih dan kebenaran-Nya di dunia ini.(Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.