Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Kamis 4 September 2025, Bertolaklah ke Tempat yang Dalam
Mari simak renungan hari ini Kamis 4 September 2025. Tema renungan hari ini yaitu bertolaklah ke tempat yang dalam.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Kamis 4 September 2025.
Tema renungan hari ini yaitu bertolaklah ke tempat yang dalam.
Renungan hari ini disiapkan untuk hari Kamis biasa XXII, Musa, Nabi, Santa Rosa dari Viterbo, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Kamis 4 September 2025, Kami Tidak Menangkap Apa-apa
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 4 September 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama Kol. 1:9-14
Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5-6
Ref. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya.
Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
Bacaan Injil : Luk 5:1-11
Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.
Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga."
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, "Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa." Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap.
Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, "Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Dari bacaan hari ini, kita dihadapkan pada dua kisah yang menyoroti tema tentang iman, kuasa Allah, dan panggilan untuk melayani. Tema "Bertolaklah ke tempat yang dalam" mengajak kita untuk merenungkan tentang bagaimana kita dapat memperdalam iman kita, mengandalkan kuasa Allah dalam hidup kita, dan merespons panggilan untuk menjadi penjala manusia.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Permenungan kita dalam bacaan pertama St. Paulus dalam suratnya (Kolose 1:9-14) tak henti-hentinya berdoa agar jemaat di Kolose dipenuhi dengan pengetahuan tentang kehendak Allah, hikmat rohani, dan kekuatan untuk hidup berkenan kepada-Nya. Doanya menekankan pentingnya pertumbuhan rohani dan pengenalan akan kehendak Allah sebagai dasar kehidupan Kristen.
Sedangkan dalam Injil Lukas (Lukas 5:1-11) mengisahkan bagaimana Yesus, setelah menggunakan perahu Simon untuk mengajar, memerintahkan Simon untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya. Meskipun awalnya ragu karena semalaman tidak mendapat apa-apa, Simon menaati perintah Yesus. Hasilnya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar.
Peristiwa ini menyimbolkan panggilan bagi para murid untuk menjadi "penjala manusia," mewartakan Injil dan membawa orang lain kepada Kristus. Refleksi atas permenungan kita adalah Kedalaman Iman: Apakah kita puas dengan iman yang dangkal, ataukah kita merindukan untuk mengenal Allah lebih dalam?
Apakah kita tekun berdoa agar dipenuhi dengan hikmat dan pengertian rohani? Ketaatan dalam Keraguan: Simon awalnya ragu, namun ia tetap taat pada perintah Yesus. Apakah kita bersedia untuk melangkah keluar dari zona nyaman kita dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, bahkan ketika kita tidak mengerti atau merasa tidak mampu? Panggilan untuk Melayani: Yesus memanggil para murid untuk menjadi penjala manusia. Bagaimana kita merespons panggilan ini dalam hidup kita? Apakah kita aktif terlibat dalam mewartakan Injil dan membawa orang lain kepada Kristus?
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: Hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk memperdalam iman kita, mengandalkan kuasa Allah, dan merespons panggilan untuk melayani. Semoga kita diberi hikmat untuk mengenali kehendak Allah dalam hidup kita dan kekuatan untuk melaksanakannya. Mari kita berdoa agar kita selalu berani "bertolak ke tempat yang dalam" dan menjadi saksi yang hidup bagi kasih dan kebenaran Kristus di dunia ini. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.