Minggu, 10 Mei 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 5 September 2025, Memperbarui Hati Setiap Hari

Mari simak renungan harian Katolik Jumat 5 September 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu memperbarui hati setiap hari.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 5 September 2025, Memperbarui Hati Setiap Hari
TRIBUNFLORES.COM / HO-IK NAGEKEO
GEREJA KATOLIK AERAMO - Gereja Katolik Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo di Aeramo Nagekeo.Mari simak renungan harian Katolik Jumat 5 September 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu memperbarui hati setiap hari. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 5 September 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu memperbarui hati setiap hari.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk hari Jumat Pertama, Santo Laurensius Guistiniani, Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 5 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 5 September 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan I:Kol 1:15-20

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia.

Saudara-saudara, Allah yang tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu, yang di surga maupun di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa. 

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. 

Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5

Ref: Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak sorai.

Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12

Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.

Bacaan Injil: Luk 5:33-39

Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa.

Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”

 Yesus menjawab, “Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, “Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua.

Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. 

Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, ‘Anggur yang tua itu baik’.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

"Tidak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua; sebab jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur." (Lukas 5:37)

1. Injil Hari Ini

Injil Lukas 5:33-39 menampilkan sebuah percakapan antara Yesus dengan orang Farisi. Mereka mempertanyakan mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa seperti murid Yohanes dan orang Farisi. Jawaban Yesus menyingkapkan sebuah kebenaran yang mendalam: ada waktu untuk berpuasa, tetapi juga ada waktu untuk bersukacita karena Sang Mempelai ada di tengah-tengah mereka.

Yesus kemudian menggunakan perumpamaan: “Tidak seorang pun menambalkan kain baru pada baju yang sudah usang” dan “Tidak seorang pun menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua.” Perumpamaan ini menegaskan bahwa karya keselamatan yang dibawa-Nya adalah sesuatu yang baru, yang tidak bisa dipaksa masuk ke dalam pola lama yang kaku.

2. Makna Teologis

Yesus hadir untuk menghadirkan Kerajaan Allah yang baru. Cara hidup lama, yang hanya terikat pada hukum tanpa kasih, tidak bisa menampung kehidupan baru yang datang dari Injil. Inilah mengapa Yesus berkata tentang “anggur baru” yang membutuhkan “kantong kulit baru.”

Anggur baru melambangkan kasih karunia Allah, kehidupan Roh Kudus, dan sukacita Injil.

Kantong kulit baru adalah hati yang diperbarui, terbuka, dan siap menerima karya Allah yang melampaui aturan manusia semata.

3. Relevansi untuk Hidup Kita

Kita sering kali masih terjebak dalam pola pikir lama: legalisme, formalitas agama, atau kebiasaan rohani yang dilakukan hanya sebagai rutinitas. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa iman bukan sekadar kewajiban, melainkan hubungan hidup dengan Kristus.

Iman lama: hanya ikut misa karena kewajiban, doa karena rutinitas, tanpa hati.

Iman baru: berdoa dengan cinta, ikut misa karena rindu bertemu Yesus, melayani dengan sukacita.

Pertanyaan penting bagi kita:

Apakah hatiku masih “kantong kulit lama” yang kaku, ataukah sudah menjadi “kantong kulit baru” yang siap menerima kasih Allah yang memperbarui?

4. Panggilan untuk Kita

Hari ini kita diajak:

Membuka hati bagi pembaruan Roh Kudus. Jangan biarkan diri kita hanya terjebak dalam kebiasaan lama tanpa makna.
Hidup dengan sukacita Injil. Kehadiran Yesus adalah sumber kegembiraan sejati.
Menghidupi iman secara kreatif dan relevan. Misalnya, menggunakan media digital untuk menyebarkan kebaikan, membaca Kitab Suci dengan aplikasi, atau bergabung dengan komunitas iman yang mendukung pertumbuhan rohani.

5. Penutup

Renungan hari ini mengingatkan bahwa Yesus membawa hidup baru, sukacita baru, dan kasih yang baru. Kita dipanggil untuk memperbarui hati setiap hari agar mampu menampung “anggur baru” karya keselamatan-Nya.

Mari berdoa:

"Tuhan Yesus, ubahkanlah hatiku agar selalu siap menerima kasih-Mu. Jadikanlah aku ‘kantong kulit baru’ yang mampu menampung sukacita Injil dan membagikannya kepada sesama. Amin." (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved