Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Jumat 5 September 2025, Akan Datang Waktunya
Mari simak renungan Katolik hari Jumat 5 September 2025. Tema renungan Katolik hari ini yaitu akan datang waktunya.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Jumat 5 September 2025.
Tema renungan Katolik hari ini yaitu akan datang waktunya.
Renungan Katolik hari ini disiapkan untuk hari Jumat Pertama, Santo Laurensius Guistiniani, Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Baca juga: Teks Misa Minggu 7 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 5 September 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan I:Kol 1:15-20
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia.
Saudara-saudara, Allah yang tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu, yang di surga maupun di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5
Ref: Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak sorai.
Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.
Bacaan Injil: Luk 5:33-39
Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa.
Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
Yesus menjawab, “Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, “Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua.
Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur.
Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, ‘Anggur yang tua itu baik’.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Pada hari ini, secara fakultatif kita memperingati Santa Teresa dari Kalkuta, seorang biarawati yang dikenal karena cintanya yang mendalam kepada Yesus dan pelayanannya yang tanpa pamrih kepada orang-orang miskin dan terlantar. Tema "Akan datang waktunya" mengajak kita untuk merenungkan tentang pengorbanan, penantian, dan bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Kristus dalam hidup kita, serta bagaimana kita dapat meneladani kasih dan pelayanan Santa Teresa.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Permenungan kita dimulai dari bacaan pertama dalam Kolose 1:15-20, Paulus menggambarkan keutamaan Kristus sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Dalam Dia, segala sesuatu diciptakan, baik yang di surga maupun yang di bumi, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Ia adalah kepala tubuh, yaitu jemaat; Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia menjadi yang terutama dalam segala sesuatu. Melalui Dia, Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang di bumi maupun yang di surga. Bacaan ini menegaskan bahwa Kristus adalah pusat dari seluruh ciptaan dan bahwa segala sesuatu ada di dalam Dia. Sedangkan dalam Injil Lukas 5:33-39, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bertanya kepada Yesus mengapa murid-murid Yohanes Pembaptis sering berpuasa dan berdoa, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid Yesus makan dan minum.
Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai laki-laki bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus kemudian memberikan dua perumpamaan: tidak seorang pun menambalkan kain yang belum susut pada pakaian yang tua, dan tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua. Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru. Yesus menunjukkan bahwa Injil yang baru membutuhkan cara hidup yang baru, yang tidak dapat dicampuradukkan dengan cara-cara lama yang sudah usang. Santa Teresa dari Kalkuta adalah contoh nyata dari seseorang yang menghidupi ajaran Yesus ini. Ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani orang-orang miskin, sakit, dan terlantar, melihat Kristus dalam diri mereka.
Ia hidup dalam kemiskinan dan kesederhanaan, mengandalkan penyelenggaraan ilahi untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan orang-orang yang dilayaninya. Hidupnya adalah kesaksian tentang bagaimana kasih dan pengorbanan dapat mengubah dunia. Maka refleksi kita adalah tentang Keutamaan Kristus: Apakah kita menempatkan Kristus sebagai pusat dari seluruh hidup kita? Apakah kita mencari Dia dalam setiap aspek kehidupan kita, ataukah kita lebih fokus pada hal-hal duniawi yang sementara? Penantian: Apakah kita hidup dalam penantian akan kedatangan Kristus yang kedua kali? Apakah kita mempersiapkan diri untuk menyambut-Nya dengan hati yang tulus dan berjaga-jaga? Pengorbanan: Apakah kita bersedia untuk berkorban demi melayani Tuhan dan sesama, seperti Santa Teresa dari Kalkuta? Apakah kita siap untuk meninggalkan kenyamanan dan kepentingan kita sendiri demi mengikuti Kristus dengan lebih setia?
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: pada hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk mengikuti Kristus dengan sepenuh hati dan melayani sesama dengan kasih yang tulus. Kedua, semoga kita diberi hikmat untuk mengenali kehendak Allah dalam hidup kita dan kekuatan untuk melaksanakannya. Ketiga, mari kita berdoa agar kita selalu terbuka untuk menerima kasih dan kebenaran-Nya, serta menjadi saksi yang hidup bagi-Nya di dunia ini, seperti Santa Teresa dari Kalkuta yang setia. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.