Injil Katolik Hari Ini
Injil Katolik Hari Senin 8 September 2025 dan Mazmur Tanggapan
Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 8 September 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Tampak-depan-Gereja-Santo-Fransiskus-Xaverius-Wailiti.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 8 September 2025.
Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Senin 8 September 2025 merupakan, Hari Senin Biasa XXIII, Pesta kelahiran Santa Perawan Maria, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 8 September 2025 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama: Mikha 5:1-4a
Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan.
Beginilah firman Tuhan, “Hai Betlehem di wilayah Efrata, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala.
Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka,
ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6ab,6cd
Ref. Aku bersukacita dalam Tuhan.
Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Ref. Alleluya.
Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji. Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan, yakni Kristus, Allah kita.
Bacaan Injil: Matius 1:1-16,18-23
Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dan Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram.
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai.
Isai memperanakkan Raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia.
Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel.
Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim. Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan.
Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Kelahiran Yesus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang dinyatakan oleh nabi, "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Immanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.)
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
1. Sukacita Kelahiran Maria
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Kelahiran Maria bukan sekadar peristiwa keluarga, tetapi bagian penting dalam sejarah keselamatan. Allah menyiapkan Maria sejak awal hidupnya untuk menjadi Bunda Yesus Kristus.
Bacaan Injil dari Matius 1:1-16.18-23 memperlihatkan bagaimana Yesus hadir dalam dunia melalui silsilah panjang yang penuh warna—orang benar, orang berdosa, raja, orang sederhana—semua menjadi bagian dari karya Allah. Di ujung silsilah itu, kita melihat Maria, seorang wanita sederhana dari Nazaret, yang dipilih untuk mengandung Sang Imanuel.
Renungan Katolik 8 September 2025 mengajak kita merenungkan betapa Allah setia pada janji-Nya, dan bagaimana Maria menjadi tanda kasih Allah yang nyata.
2. Silsilah Yesus: Allah Setia dalam Sejarah
Silsilah dalam Injil Matius mungkin terasa panjang, tetapi itu penting. Silsilah itu menunjukkan bahwa Allah selalu bekerja dalam sejarah manusia. Bahkan melalui orang-orang dengan kelemahan, dosa, dan keterbatasan, Allah tetap menjalankan rencana keselamatan-Nya.
3. Maria: Tanda Harapan Baru
Di tengah silsilah itu, muncullah Maria. Allah memilih seorang perawan sederhana untuk menjadi Bunda Juru Selamat. Kelahirannya adalah tanda harapan bagi dunia.
Nubuat Yesaya yang dikutip dalam bacaan hari ini berkata:
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel." (Mat 1:23).
Melalui Maria, Allah hadir di tengah manusia. Kehidupan dan ketaatannya adalah teladan iman bagi kita.
4. Pesan bagi Kita Hari Ini
Menghargai kehidupan: Setiap kelahiran adalah anugerah. Kelahiran Maria mengingatkan kita untuk menghargai hidup sebagai berkat Allah.
Belajar taat: Maria berkata “ya” pada rencana Allah. Kita pun dipanggil untuk taat meski jalan terasa sulit.
Percaya pada janji Allah: Silsilah Yesus membuktikan kesetiaan Allah. Dalam hidup kita pun, janji Allah tidak pernah gagal.
Hidup sederhana dan rendah hati: Allah memilih Maria bukan karena kekuasaan, tetapi karena kerendahan hatinya.
5. Doa Renungan
Ya Allah, pada hari ini kami bersyukur atas kelahiran Santa Perawan Maria. Melalui hidupnya, Engkau mempersiapkan jalan bagi Putra-Mu, Yesus Kristus.
Bantulah kami untuk meneladani iman, kerendahan hati, dan ketaatan Maria, agar kami pun mampu berkata “ya” pada rencana-Mu. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.