Minggu, 10 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Selasa 16 September 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak  Injil Katolik hari ini Selasa 16 September 2025. Injil katolik hari ini Selasa lengkap mazmur tanggapan

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Selasa 16 September 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA MALAWONA - Sebuah gereja di Malawona, Kecamatan Aesesa Selatan, Nagekeo.Mari simak  Injil Katolik hari ini Selasa 16 September 2025. Injil katolik hari ini Selasa lengkap mazmur tanggapan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak  Injil Katolik hari ini Selasa 16 September 2025.

Injil katolik hari ini Selasa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Selasa 16 September 2025 merupakan, Peringatan Wajib Santo Kornelius, Paus dan Martir, Santo Nikomedes, Martir, Beato Viktor III, Paus, Santa Eufemia, Perawan dan Martir dengan warna liturgi merah.

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Selasa 16 September 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 16 September 2025, Belas Kasih yang Menggerakkan Hati

 

Bacaan Pertama : 1Tim. 3:1-13

Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah."

Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.

Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?

Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis.

Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.

Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci.

Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat.

Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.

Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik.

Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6

Mazmur Daud. Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN.

Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.

Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.

Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.

Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.

Bait Pengantar Injil: Lukas 7:16

Ref. Alleluya.

Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.

Bacaan Injil: Lukas 7:11-17

Hai pemuda, bangkitlah!

Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung keluar, yatu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda.

Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Jangan menangis!” Dihampiri-Nya usungan jenasah itu dan disentuh-Nya.

Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, “Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya.

Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, “ dan “Allah telah mengunjungi umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

1. "Jangan menangis." (Lukas 7:13)

Injil hari ini membawa kita pada kisah yang sangat menyentuh: Yesus membangkitkan anak muda di Nain, satu-satunya anak dari seorang janda. Peristiwa ini bukan sekadar mukjizat spektakuler, tetapi juga ungkapan kasih Allah yang penuh belas kasih kepada manusia.

Kisah ini menunjukkan siapa Yesus sebenarnya: Dialah Tuhan yang berkuasa atas hidup dan mati, sekaligus Allah yang penuh belas kasih terhadap penderitaan manusia. Dalam renungan Katolik harian ini, kita diajak untuk merenungkan makna belas kasih Allah dalam hidup kita sehari-hari.

2. Belas Kasih yang Menggerakkan Hati

Ketika Yesus melihat janda itu, hati-Nya tergerak oleh belas kasih. Ia mendekat, menenangkan sang ibu dengan berkata: “Jangan menangis.” Kata-kata ini sederhana, tetapi penuh kekuatan. Yesus tidak hanya mengucapkannya, melainkan membuktikannya dengan tindakan nyata: Ia menyentuh usungan jenazah, lalu menghidupkan kembali anak muda itu.

Belas kasih Yesus bukanlah rasa iba yang pasif, tetapi kasih yang aktif, yang bertindak untuk membawa kehidupan baru.

3. Yesus Sumber Kehidupan Baru

Kebangkitan anak muda di Nain adalah gambaran nyata bahwa Yesus adalah sumber kehidupan. Dialah yang berkuasa mengubah duka menjadi sukacita, air mata menjadi harapan, kematian menjadi kehidupan.

Kita semua sering mengalami “kematian rohani” dalam hidup sehari-hari: saat iman kita melemah, saat kita terjebak dalam dosa, saat hati kita kehilangan harapan. Tetapi Injil hari ini mengingatkan: tidak ada keadaan yang terlalu sulit bagi Yesus untuk diubah.

4. Pesan Bagi Kita Hari Ini

Allah hadir dalam penderitaan kita. Yesus tidak tinggal jauh dari air mata manusia, Ia dekat, bahkan menangis bersama kita.

Kita dipanggil untuk berbelas kasih. Belas kasih yang sejati bukan hanya merasa kasihan, tetapi juga berani bertindak untuk membantu sesama.
Harapan selalu ada. Sebesar apa pun dukacita, kasih Allah lebih besar.

5. Menghidupi Injil dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai umat Katolik zaman sekarang, kita bisa belajar:

Menguatkan mereka yang sedang berduka, bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan kehadiran nyata.

Tidak takut mendekati orang yang menderita, sebagaimana Yesus mendekati janda di Nain.
Membawa terang Kristus di dunia digital: membagikan pesan pengharapan, doa, dan kabar sukacita melalui media sosial kita.

6. Penutup

Renungan Katolik hari ini dari Lukas 7:11-17 meneguhkan bahwa Allah tidak tinggal diam saat kita menderita. Ia mendekat, menghibur, dan memberi hidup baru. Mari kita membuka hati agar belas kasih Kristus juga mengalir melalui kita bagi dunia.  (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved