Jumat, 1 Mei 2026

Inji Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Kamis 18 September 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Kamis 18 September 2025. Injil katolik hari Kamis lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Kamis 18 September 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM /ARNOL WELIANTO
GEREJA - Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka di Kabupaten Flores Timur. Mari simak Injil Katolik hari ini Kamis 18 September 2025. Injil katolik hari Kamis lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Kamis 18 September 2025.

Injil katolik hari Kamis lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Hari Kamis 18 September 2025 merupakan hari Kamis Biasa XXIV, Santo Yosef Cupertino, Pengaku Iman dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 18 September 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 18 September 2025, Tuhan Mengampuni Dosa Kita

 

Bacaan Pertama: Timotius 4:12-16

Awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu; dengan demikian engkau menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Saudara terkasih, jangan seorang pun menganggap dirimu rendah karena engkau masih muda. Jadilah teladan bagi orang-orang beriman, dalam perkataan dan tingkah laku, dalam kasih, kesetiaan dan kesucianmu. 

Sementara itu, sambil menunggu kedatanganku, bertekunlah dalam membaca Kitab Suci, dalam membangun dan mengajar. Janganlah lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang diberikan oleh penumpangan tangan Sidang penatua disertai nubuat. 

Perhatikanlah semuanya itu dan hiduplah di dalamnya, supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mazmur : 111:7-8.9.10

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya lestari untuk selama-lamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah nama-Nya!

Pangkal kebijaksanaan adalah takut akan Tuhan, semua orang yang mengamalkannya memiliki budi bahasa yang baik; dia akan disanjung sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil: Matius 11: 28

Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan.

Bacaan Injil: Lukas 7:36-50

Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih.

Pada suatu ketika seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. 

Ketika mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya. 

Kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hati, "Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa." 

Lalu Yesus berkata kepada orang Farisi itu, "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon, "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 

Karena mereka tidak sanggup membayar, maka utang kedua orang itu dihapuskannya. Siapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?" Jawab Simon, "Aku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!" Kata Yesus kepadanya, "Betul pendapatmu itu!" 

Dan sambil berpaling kepada wanita itu, Yesus berkata kepada Simon, "Engkau melihat wanita ini? Aku masuk ke dalam rumahmu, namun engkau tidak memberi Aku air untuk membasuh kaki-Ku; tetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 

Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi ia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu, 'Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih. 

Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih!" Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, "Dosamu telah diampuni." Orang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati, "Siapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada wanita itu, "Imanmu telah menyelamatkan dikau. Pergilah dengan selamat!"

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Injil hari ini menceritakan seorang perempuan berdosa yang datang ke rumah seorang Farisi tempat Yesus sedang makan. Dengan penuh penyesalan, ia membasuh kaki Yesus dengan air matanya, menyekanya dengan rambutnya, mencium kaki-Nya, dan meminyakinya dengan minyak wangi. Sementara orang Farisi menghakimi dalam hati, Yesus justru mengampuni dosa-dosanya karena kasih dan imannya yang besar.

Renungan

Kisah ini menyingkapkan wajah Allah yang penuh belas kasih. Perempuan itu datang tanpa kata-kata, hanya dengan tindakan penuh kerendahan hati dan penyesalan. Ia tidak menuntut pengampunan, melainkan mempercayakan dirinya sepenuhnya pada Yesus.

Yesus melihat hati, bukan masa lalu. Orang Farisi hanya fokus pada dosa-dosa perempuan itu, tetapi Yesus melihat kasihnya yang besar. Kasih yang lahir dari pertobatan sejati jauh lebih berharga daripada penghakiman manusia.

Renungan ini mengingatkan kita bahwa:

Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Tuhan.
Pertobatan sejati selalu disertai tindakan kasih.
Kita dipanggil untuk berhenti menghakimi orang lain, dan belajar melihat dengan mata kasih.
Hari ini, marilah kita datang kepada Yesus dengan hati yang terbuka. Biarkan kasih-Nya menyembuhkan luka terdalam dan memberi kita keberanian untuk memulai lagi.

Doa

Tuhan Yesus, Engkau yang penuh belas kasih, ajarilah aku untuk datang kepada-Mu dengan hati yang rendah, menaruh semua dosaku di hadapan-Mu, dan percaya pada pengampunan-Mu. Bantulah aku agar tidak menghakimi sesamaku, tetapi belajar mengasihi seperti Engkau. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved