Kamis, 30 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Kamis 25 September 2025, Bertindak Benar dan Jujur 

Mari simak renungan Katolik Kamis 25 September 2025. Tema renungan Katolik bertindak benar dan jujur.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Kamis 25 September 2025, Bertindak Benar dan Jujur 
TRIBUNFLORES.COM /ARNOL WELIANTO
GEREJA - Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka di Kabupaten Flores Timur. Mari simak renungan Katolik Kamis 25 September 2025. Tema renungan Katolik bertindak benar dan jujur. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Kamis 25 September 2025.

Tema renungan Katolik bertindak benar dan jujur.

Renungan Katolik disiapkan untuk hari Kamis Biasa XXV, Santo Nikolas dari Flue, Pengaku Iman, Santo Sergius dari Radonezh, Abbas dengan warna liturgi hijau.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 25 September 2025, Setia Mengikuti-Mu Setiap Hari

 

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 25 September 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama : Hag 1:1-8

Ajakan untuk membangun kembali Bait Suci

Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” 

Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? 

Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 

Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 149:1-2,3-4,5-6a,9b

Refren: Tuhan berkenan akan umat-Nya.

Nyanyikanlah bagi TUHAN lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorak atas raja mereka!

Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil:Yoh 14:6

Akulah jalan, kebenaran dan hidup;hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Bacaan Injil: Luk 9:7-9

Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. 

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus. 

Renungan Harian Katolik 

Mendengar tentang Yesus, Herodes merasa terancam. Hukuman mati terhadap Yohanes Pembaptis atas perintahnya membawa dia pada pengalaman terancam, ketakutan, dan kegelisahan. Apakah kehadiran Yesus ini juga akan bermasalah dengannya?

Sebagaimana Herodes takut dan gelisah dengan kehadiran Yesus dan Yohanes Pembaptis, kehadiran orang benar, jujur, dan baik di tengah lingkungan pekerjaan terkadang membawa kegelisahan dan ketakutan serta kecemasan bagi orang-orang yang biasa bertindak tidak jujur dan tidak benar. Mereka akan mencapnya sebagai orang yang sok bersih, sok jujur, dan tidak mau diajak kerja sama.

Maka tidak mengherankan bahwa orang benar dan jujur tidak disukai dan cenderung untuk disingkirkan dengan berbagai macam cara: mulai dari menyusun strategi supaya yang bersangkulan mengundurkan diri, ditugaskan di tempat yang jauh dan terpencil, tidak naik jabatan, atau bahkan membuat konspirasi jahat. Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang mencintai dan mendukung orang benar dan jujur.

Memprihatikan mendengar bahwa orang-orang yang mempunyai kedudukan, kekuasaan, dan kewenangan justru menyingkirkan orang benar. Walaupun kemudian mereka sendiri tumbang dan jatuh karena ketidakbenaran dan ketidakjujurannya. Marilah kita garami dunia dengan kehadiran kita, dengan bertindak benar dan jujur dalam setiap tanggung jawab yang diberikan kepada Kita. Orang benar dan jujur berkenan kepada Allah.

Ya Bapa, mampukanlah kami untuk senantiasa bertindak benar dan jujur dalam melaksanakan setiap pekerjaan dan tangung jawab yang Engkau berikan kepada kami. Amin. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved