Kamis, 7 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Sabtu 27 September 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak injil Katolik hari ini Sabtu 27 September 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Sabtu 27 September 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM /ARNOL WELIANTO
GEREJA - Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka di Kabupaten Flores Timur. Mari simak injil Katolik hari ini Sabtu 27 September 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik hari ini Sabtu 27 September 2025.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Sabtu 27 September 2025 merupakan hari Sabtu biasa XXV, peringatan wajib Santo Vinsensius a Paulo, pengaku iman dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 27 September 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 28 September 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Bacaan Pertama : Zakharia 2:5-9,14-15a

Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu.

Aku, Zakharia, melayangkan mataku dan melihat: Tampak seorang yang memegang tali pengukur. Aku lalu bertanya, "Ke manakah engkau pergi?" Maka ia menjawab, "Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebar dan panjangnya." Lalu malaikat yang berbicara dengan daku maju ke depan. 

Sementara itu seorang malaikat lain maju, mendekatinya dan diberi perintah. "Larilah, katakanlah kepada orang muda di sana itu, demikian, 'Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. 

Dan Aku sendiri,' demikianlah sabda Tuhan, 'akan menjadi tembok berapi di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya'." "Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu," demikianlah sabda Tuhan, "dan pada waktu itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu."

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11.12ab.13

Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerahkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!

Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.

Waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira, Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil: 2 Timotius 1: 10b

Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut., dan menerangi hidup dengan injil.

Bacaan Injil: Lukas 9:43b-45

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Belajar dari Salib Kristus: Kemuliaan yang Tersembunyi”
Injil hari ini menampilkan sebuah momen yang mengundang permenungan mendalam. Setelah Yesus melakukan banyak mukjizat dan orang banyak terkagum-kagum, Ia justru berbicara kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan-Nya: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.” Murid-murid tidak memahami perkataan itu, bahkan takut bertanya lebih lanjut (Luk 9:45).

Di sinilah kita belajar bahwa jalan keselamatan bukanlah jalan kejayaan duniawi, melainkan jalan salib. Di balik segala keajaiban yang Yesus lakukan, ada rencana Bapa yang lebih besar: penebusan melalui penderitaan, wafat, dan kebangkitan-Nya.

1. Kemuliaan yang Tidak Terlihat

Kekaguman orang banyak pada Yesus menunjukkan bahwa manusia cenderung mencari tanda-tanda spektakuler. Tetapi Yesus mengajak murid-murid-Nya masuk lebih dalam: kemuliaan sejati bukanlah dalam tepuk tangan manusia, melainkan dalam ketaatan kepada kehendak Bapa, bahkan sampai menyerahkan nyawa.

Inilah paradoks iman Katolik: salib yang tampak hina justru menjadi tanda kemenangan. Kita pun sering kali lebih senang menampilkan pencapaian, kesuksesan, dan hal-hal yang disukai orang lain. Namun, Injil hari ini mengingatkan bahwa menjadi murid Kristus berarti siap menanggung salib, bahkan dalam hal-hal yang tidak dipahami orang lain.

2. Ketakutan Murid-Murid

Murid-murid takut bertanya lebih lanjut. Mereka sulit menerima bahwa Mesias yang mereka ikuti harus menderita. Rasa takut itu juga sering kita alami dalam kehidupan rohani. Kita takut menghadapi kebenaran bahwa mengikuti Yesus berarti siap menyangkal diri dan memikul salib.

Namun justru dalam ketakutan itu, Yesus tidak meninggalkan kita. Ia berjalan bersama kita, mengajar kita secara perlahan, sampai kita mampu memahami rencana kasih-Nya.

3. Pelajaran bagi Kita

Iman sejati bukanlah hanya ketika kita melihat mukjizat, tetapi ketika kita tetap percaya meski tidak memahami sepenuhnya jalan Tuhan.

Salib adalah bagian tak terpisahkan dari hidup Kristiani. Penderitaan, penolakan, bahkan kesalahpahaman bisa menjadi jalan menuju kedekatan dengan Kristus.

Keberanian bertanya dalam doa perlu kita pelihara. Murid-murid takut bertanya, tetapi kita diajak untuk membawa semua kebingungan kita ke dalam doa, agar Roh Kudus menyingkapkan makna kasih Allah.

4. Refleksi Hidup Sehari-hari

Hari ini kita bisa bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku hanya mencari Yesus ketika hidup berjalan mulus? Ataukah aku juga siap mengikut Dia dalam kesulitan, ketidakpastian, bahkan penderitaan?

Mengikuti Yesus berarti menaruh kepercayaan total pada-Nya, bahkan ketika kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Seperti Bunda Maria yang berdiri di bawah salib, kita diajak untuk tetap setia, sebab di balik misteri salib selalu ada kebangkitan.

Doa

Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk tidak takut menghadapi salib dalam hidupku. Buka hatiku agar semakin percaya pada rencana kasih-Mu, meskipun aku tidak selalu mengerti jalan-Mu. Semoga aku setia mengikuti-Mu sampai akhir. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved