Senin, 15 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Hari Ini Senin 1 Desember 2025, Iman yang Rendah Hati

Mari simak renungan hari ini Senin 1 Desember 2025. Tema renungan hari ini iman yang rendah hati.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Hari Ini Senin 1 Desember 2025, Iman yang Rendah Hati
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
GEREJA -Mari simak renungan hari ini Senin 1 Desember 2025. Tema renungan hari ini iman yang rendah hati. 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan hari ini iman yang rendah hati.
  • Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik hari ini untuk hari Senin Biasa Pekan I Adven, Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce Martir Indonesia, Santo Eligius Uskup dan Pengaku Iman, Santo Adrianus Dan Santa Natalia Martir, dengan warna liturgi merah.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Senin 1 Desember 2025.

Tema renungan hari ini iman yang rendah hati.

Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik hari ini untuk hari Senin Biasa Pekan I Adven, Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce Martir Indonesia, Santo Eligius Uskup dan Pengaku Iman, Santo Adrianus Dan Santa Natalia Martir, dengan warna liturgi merah.

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Senin 1 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Hari Senin 1 Desember 2025, Iman, Harap dan Cinta Sang Perwira 

Bacaan Pertama: Yesaya 2:1-5

Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi.

Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit.

Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu.

Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan’. Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa.

Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9

Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.

Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.

Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.

Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."

Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.

Bacaan Kedua: Roma 13:11-14a

Keselamatan sudah dekat pada kita.

Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba.

Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil: Mzm 85:8

Ref. Alleluya.

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

Bacaan Injil: Matius 24:37-44

Berjaga-jaga dan siap siagalah!

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua.

Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Kisah Injil hari ini menantang kita untuk merenungkan soal iman dan kerendahan hati. (Ini adalah kisah tentang) yang lumpuh dan sangat menderita. Sebagai perwira, ia adalah seorang yang berkuasa dan berpengaruh. Namun, ia mengakui otoritas dan kekuasaan Yesus. Dia yakin bahwa Yesus mampu menyembuhkan hambanya hanya dengan berkata-kata. Pengakuan akan kekuatan ilahi Yesus ini adalah bukti dari imannya. Meskipun berada dalam posisi berkuasa, ia dengan rendah hati mengakui otoritas khusus yang dimiliki Yesus. Kerendahan hati adalah unsur amat penting dalam iman, yakni mengakui ketergantungan kita pada belas kasih Allah.

Seperti sang perwira, kita dipanggil untuk percaya pada kekuatan-Nya yang bisa menyembuhkan dan mengubah hidup kita. Kita dipanggil untuk menyerahkan hasrat mengontrol dan berkuasa, dan menyerahkan diri kepada otoritas Yesus, kepada kehendak dan tuntunan-Nya. Setiap kali kita merayakan Ekaristi dan menyambut tubuh Tuhan, kita berdoa, "Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh!". Semoga ungkapan iman dan kerendahan hati yang tampak dalam doa ini menjadi pedoman dalam hidup harian kita agar kita selalu percaya akan kuasa Allah dan bergantung pada belas kasih-Nya. Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu percaya pada kekuatan-Mu dan berserah pada belas kasih-Mu. Amin. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved