Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025, Kobarkan Api Misimu
Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025. Tema renungan Katolik kobarkan api misimu.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-LEWAR-SVD-Sosok-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025.
- Tema renungan Katolik kobarkan api misimu.
- Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini
- Renungan Katolik untuk hari Rabu biasa Pekan I Adven, Pesta Santo Fransiskus Xaverius Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Oleh: Pater John Lewar, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025.
Tema renungan Katolik kobarkan api misimu.
Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik untuk hari Rabu biasa Pekan I Adven, Pesta Santo Fransiskus Xaverius Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 3 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 3 Desember 2025, Beritakanlah Injil kepada Segala Makhluk
Bacaan Pertama: 1Kor 9:16-19.22-23
Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil.
Saudara-saudara, jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil. Seandainya aku melakukan pemberitaan itu atas kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah.
Tetapi karena aku melakukannya bukan atas kehendakku sendiri, pemberitaan itu merupakan tugas yang ditanggungkan Allah kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa imbalan, dan bahwa aku tidak menuntut hakku sebagai pemberita Injil. Sesungguhnya aku bukan hamba siapapun.
Meskipun begitu, aku menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah.
Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1.2
Ref: Pergilah ke seluruh dunia, dan wartakanlah Injil.
Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil: Mat 28:19a.20b
Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.
Bacaan Injil: Mrk 16:15-20
Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.
Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Kobarkan Api Misimu
Misi adalah keluar dari diri sendiri dan berjumpa dengan sesama untuk
mewartakan Injil yakni karya keselamatan Allah yang berpuncak dalam
diri Yesus Kristus. Misi bertujuan untuk membawa sebanyak mungkin
orang kepada Allah. Misi juga adalah datang, tinggal, dan hidup sebagai
hamba bagi sesama yang dilayani. Semangat inilah yang menggerakkan
Rasul Paulus sehingga ia harus memberitakan Injil. Kebangkitan Kristus
dan perutusan dari-Nya memampukan Rasul Paulus untuk hadir sebagai
seorang hamba dalam Kristus agar ia dapat memenangkan sebanyak
mungkin orang dan atau membawa sebanyak mungkin orang kepada
Kristus sumber keselamatan.
Semangat yang sama juga berkobar dalam diri St. Fransiskus Xaverius
untuk datang ke Asia termasuk Indonesia untuk mewartakan Injil dan
membawa banyak orang kepada keselamatan. Semangat ini bersumber
dari pengalaman akan Allah yang mengasihi. Pengalaman ini harus
dibagikan dan diwartakan kepada sesama.
Santo Fransiskus Xaverius dijadikan pelindung misi bukanlah tanpa
alasan. Semangatnya yang berkobar-kobar untuk mewartakan Kristus ke
seluruh dunia telah membawanya pergi sangat jauh untuk mewartakan
Injil. Ada beberapa hal yang dapat kita teladani dari semangat misi orang
kudus ini. Pertama, Kepekaan hati untuk mendengarkan. Santo
Fransiskus Xaverius terlahir sebagai seorang bangsawan yang kaya raya
dan berpendidikan tinggi. Dia memiliki segala-galanya, namun hatinya
selalu bergejolak ketika Santo Ignatius melontarkan pertanyaan: “Apa
gunanya manusia mendapatkan seluruh dunia, jika ia harus kehilangan
nyawanya?”. Demikianlah keterbukaan hati yang terus menerus mau
mendengarkan kehendak Tuhan dalam hidup, mengantarkan dia untuk
mampu melihat impian Tuhan.
Kedua, Semangat yang terus berkobar untuk mewartakan Injil. Santo
Fransiskus Xaverius, dengan semangat yang berkobar-kobar, mewartakan
Injil ke seluruh dunia meski harus mengalami kesulitan yang tidak sedikit.
Imannya yang kuat pada Tuhan memampukan dia untuk dapat melewati
semua kesulitan.
Ketiga, Kepercayaan dan penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan. Santo
Fransiskus Xaverius selalu percaya pada Tuhan sebagai sumber
kehidupan, dan inilah yang mendorongnya untuk selalu mewartakan
Kristus di mana saja ia berada.
Keempat, Mencintai misi. Santo Fransiskus Xaverius sungguh
menunjukkan betapa besar cintanya pada misi. Kecintaannya itu
ditunjukkan melalui semangat yang terus menerus untuk mewartakan
Injil melalui katekese, mengajarkan doa-doa dan mengajarkan tentang
nilai-nilai kristiani. Salah satu wujud kecintaannya pada misi adalah dia
selalu menempatkan diri sebagai bagian dari umat di mana ia berada.
Misalnya makan makanan seperti penduduk setempat dan tidur bersama
mereka di atas tanah dalam gubuk sederhana.
Bagaimana dengan kita? Apakah api misi tetap berkobar dalam jiwa kita?
Tanpa disadari, dewasa ini, api misi perlahan mulai pudar karena setiap
orang sibuk dengan diri sendiri dan tidak peduli dengan keberadaan
bahkan keselamatan orang lain. Maka, teladan Rasul Paulus dan St.
Fransiskus Xaverius harusnya menjadi pendorong bagi kita untuk berani
keluar dari diri sendiri dan membagikan kasih Allah kepada sesama. Kita
juga harus mengusahakan kebaikan bersama, toleransi dalam hidup
beragama, berbangsa, bermasyarakat, juga di paroki dan di komunitas
kita masing-masing. Mari kobarkan kembali api misi di tengah dunia ini
dalam semangat kebangkitan Kristus. Semoga doa Keluarga Kudus
Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin.
Doa:
Ya Allah Bapa Mahapengasih dan penyayang, hati Santu Fransiskus
Xaverius Kaukobarkan dengan keinginan untuk menyelamatkan sesama.
Semoga cinta kasihMu itu Kaunyalakan juga dalam hati kami. Bantulah
kami mengikuti panggilanMu sehingga layak menerima ganjaran yang
Kaujanjikan kepada para hambaMu yang berkarya dengan tekun dan
setia. Demi Kristus Tuhan kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu, Salam doa dan berkatku
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan
Putera dan Roh Kudus....Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.