Jumat, 1 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025, Kobarkan Api Misimu 

Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025. Tema renungan Katolik kobarkan api misimu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025, Kobarkan Api Misimu 
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN LEWAR SVD - Sosok Pater John Lewar, SVD.Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025. Tema renungan Katolik kobarkan api misimu. 
Ringkasan Berita:
  • Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025.
  • Tema renungan Katolik kobarkan api misimu.
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini
  • Renungan Katolik untuk hari Rabu biasa Pekan I Adven, Pesta Santo Fransiskus Xaverius Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Oleh: Pater John Lewar, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 3 Desember 2025.

Tema renungan Katolik kobarkan api misimu.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk hari Rabu biasa Pekan I Adven, Pesta Santo Fransiskus Xaverius Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 3 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 3 Desember 2025, Beritakanlah Injil kepada Segala Makhluk

Bacaan Pertama: 1Kor 9:16-19.22-23

Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil.

Saudara-saudara, jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil. Seandainya aku melakukan pemberitaan itu atas kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. 

Tetapi karena aku melakukannya bukan atas kehendakku sendiri, pemberitaan itu merupakan tugas yang ditanggungkan Allah kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa imbalan, dan bahwa aku tidak menuntut hakku sebagai pemberita Injil. Sesungguhnya aku bukan hamba siapapun. 

Meskipun begitu, aku menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. 

Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya sedapat mungkin aku memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1.2

Ref: Pergilah ke seluruh dunia, dan wartakanlah Injil.

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil: Mat 28:19a.20b

Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

Bacaan Injil: Mrk 16:15-20

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Kobarkan Api Misimu 

Misi adalah keluar dari diri sendiri dan berjumpa dengan sesama untuk 
mewartakan Injil yakni karya keselamatan Allah yang berpuncak dalam 
diri Yesus Kristus. Misi bertujuan untuk membawa sebanyak mungkin 
orang kepada Allah. Misi juga adalah datang, tinggal, dan hidup sebagai 
hamba bagi sesama yang dilayani. Semangat inilah yang menggerakkan 
Rasul Paulus sehingga ia harus memberitakan Injil. Kebangkitan Kristus 
dan perutusan dari-Nya memampukan Rasul Paulus untuk hadir sebagai 
seorang hamba dalam Kristus agar ia dapat memenangkan sebanyak 
mungkin orang dan atau membawa sebanyak mungkin orang kepada 
Kristus sumber keselamatan.

Semangat yang sama juga berkobar dalam diri St. Fransiskus Xaverius 
untuk datang ke Asia termasuk Indonesia untuk mewartakan Injil dan 
membawa banyak orang kepada keselamatan. Semangat ini bersumber 
dari pengalaman akan Allah yang mengasihi. Pengalaman ini harus 
dibagikan dan diwartakan kepada sesama.

Santo Fransiskus Xaverius dijadikan pelindung misi bukanlah tanpa 
alasan. Semangatnya yang berkobar-kobar untuk mewartakan Kristus ke 
seluruh dunia telah membawanya pergi sangat jauh untuk mewartakan 
Injil. Ada beberapa hal yang dapat kita teladani dari semangat misi orang 
kudus ini. Pertama, Kepekaan hati untuk mendengarkan. Santo 
Fransiskus Xaverius terlahir sebagai seorang bangsawan yang kaya raya 
dan berpendidikan tinggi. Dia memiliki segala-galanya, namun hatinya 
selalu bergejolak ketika Santo Ignatius melontarkan pertanyaan: “Apa
gunanya manusia mendapatkan seluruh dunia, jika ia harus kehilangan
nyawanya?”. Demikianlah keterbukaan hati yang terus menerus mau 
mendengarkan kehendak Tuhan dalam hidup, mengantarkan dia untuk 
mampu melihat impian Tuhan.

Kedua, Semangat yang terus berkobar untuk mewartakan Injil. Santo 
Fransiskus Xaverius, dengan semangat yang berkobar-kobar, mewartakan 
Injil ke seluruh dunia meski harus mengalami kesulitan yang tidak sedikit. 
Imannya yang kuat pada Tuhan memampukan dia untuk dapat melewati 
semua kesulitan.

Ketiga, Kepercayaan dan penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan. Santo 
Fransiskus Xaverius selalu percaya pada Tuhan sebagai sumber 
kehidupan, dan inilah yang mendorongnya untuk selalu mewartakan 
Kristus di mana saja ia berada.
Keempat, Mencintai misi. Santo Fransiskus Xaverius sungguh 
menunjukkan betapa besar cintanya pada misi. Kecintaannya itu 
ditunjukkan melalui semangat yang terus menerus untuk mewartakan 
Injil melalui katekese, mengajarkan doa-doa dan mengajarkan tentang 
nilai-nilai kristiani. Salah satu wujud kecintaannya pada misi adalah dia 
selalu menempatkan diri sebagai bagian dari umat di mana ia berada. 
Misalnya makan makanan seperti penduduk setempat dan tidur bersama 
mereka di atas tanah dalam gubuk sederhana. 

Bagaimana dengan kita? Apakah api misi tetap berkobar dalam jiwa kita? 
Tanpa disadari, dewasa ini, api misi perlahan mulai pudar karena setiap 
orang sibuk dengan diri sendiri dan tidak peduli dengan keberadaan 
bahkan keselamatan orang lain. Maka, teladan Rasul Paulus dan St. 
Fransiskus Xaverius harusnya menjadi pendorong bagi kita untuk berani 
keluar dari diri sendiri dan membagikan kasih Allah kepada sesama. Kita 
juga harus mengusahakan kebaikan bersama, toleransi dalam hidup 
beragama, berbangsa, bermasyarakat, juga di paroki dan di komunitas 
kita masing-masing. Mari kobarkan kembali api misi di tengah dunia ini 
dalam semangat kebangkitan Kristus. Semoga doa Keluarga Kudus 
Nazareth membantu kita. Tuhan memberkati kita. Amin.

Doa:

Ya Allah Bapa Mahapengasih dan penyayang, hati Santu Fransiskus 
Xaverius Kaukobarkan dengan keinginan untuk menyelamatkan sesama. 
Semoga cinta kasihMu itu Kaunyalakan juga dalam hati kami. Bantulah 
kami mengikuti panggilanMu sehingga layak menerima ganjaran yang 
Kaujanjikan kepada para hambaMu yang berkarya dengan tekun dan 
setia. Demi Kristus Tuhan kami...Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu, Salam doa dan berkatku 
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan 
Putera dan Roh Kudus....Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved