Minggu, 3 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Jumat 5 Desember 2025 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Jumat 5 Desember 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Jumat 5 Desember 2025 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
GEREJA - Mari simak Injil Katolik hari ini Jumat 5 Desember 2025. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
  • Jumat 5 Desember 2025 merupakan hari Jumat biasa Pekan I Adven, Santo Sabas Abbas dan Pengaku Iman, Santo Reinardus Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Jumat 5 Desember 2025.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Jumat 5 Desember 2025 merupakan hari Jumat biasa Pekan I Adven, Santo Sabas Abbas dan Pengaku Iman, Santo Reinardus Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Jumat 5 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Jumat 5 Desember 2025, Ya Tuhan, Kami Percaya

 

Bacaan Pertama : Yesaya 29:17-24

"Pada waktu itu orang-orang buta akan melihat."

Beginilah firman Tuhan, “Tiada lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan. 

Orang-orang sengsara akan bersukaria dalam Tuhan dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorai di dalam Yang Mahakudus Allah Israel. Sebab orang yang gagah sombong akan lenyap dan orang pencemooh akan habis. 

Semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, yang memasang jerat terhadap orang yang menegur mereka di pintu gerbang, dan yang menyalahkan orang benar dengan alasan yang dibuat-buat. 

Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, yang telah membebaskan Abraham, “Mulai sekarang Yakub takkan lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tangan-Ku di tengah-tengah mereka, dan mereka akan menguduskan nama-Ku. 

Mereka akan menguduskan Yang Kudus Allah, dan mereka akan gentar terhadap Allah Israel. Pada waktu itu orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan mereka yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14

Ref. Tuhan adalah terang dan keselamatanku

atau Tuhan, Dikaulah penyelamatku.

Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya

Ayat. Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.

Bacaan Injil : Matius 9:27-31

"Dua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus.
Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya. 

Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu.” 

Maka meleklah mata mereka. Lalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka, “Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah itu.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

“Yesus menaruh belas kasihan kepada mereka dan menjamah mata mereka; seketika itu juga mereka dapat melihat.”

 “Melihat dengan Iman, Bukan dengan Mata”

Ketika dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!”, mereka tidak hanya menginginkan kesembuhan fisik. Mereka datang dengan iman yang tulus, percaya bahwa Yesus mampu melakukan apa yang tidak dapat dilakukan manusia.

Yesus kemudian bertanya kepada mereka, “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Pertanyaan ini sederhana, namun menembus hati. Iman sejati tidak diukur dari seberapa sering kita berdoa atau berapa lama kita di gereja, tetapi dari seberapa besar kita percaya kepada kuasa Tuhan, bahkan ketika semua terlihat gelap.

Setelah mereka menjawab, “Ya, Tuhan, kami percaya,” Yesus menjamah mata mereka dan berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Seketika itu mata mereka terbuka. Mereka dapat melihat  bukan hanya secara jasmani, tetapi juga rohani.

Kisah ini menyentuh kita yang sering merasa “buta” dalam hidup: buta karena kesombongan, keputusasaan, atau karena terlalu sibuk mengejar hal duniawi. Kita sering tidak “melihat” kasih Tuhan yang bekerja diam-diam dalam kehidupan kita.

Iman adalah mata hati. Tanpa iman, kita berjalan dalam gelap. Namun dengan iman, bahkan di tengah badai, kita tetap bisa melangkah karena tahu bahwa Yesus menuntun tangan kita.

Yesus menegur mereka agar tidak menceritakan mukjizat itu kepada siapa pun. Namun, mereka justru pergi dan menyebarkan kabar itu ke seluruh daerah. Terkadang, sukacita karena perjumpaan dengan Yesus terlalu besar untuk disembunyikan.

Demikian juga hidup kita seharusnya menjadi saksi kasih Allah bukan karena kewajiban, tetapi karena hati yang sudah disentuh oleh rahmat.

Ketika Yesus menyembuhkan, Ia tidak hanya memulihkan tubuh, tetapi juga membuka hati untuk mengenal kasih Bapa. Kita semua dipanggil untuk membuka “mata iman”, agar dapat melihat bukan hanya kesulitan, tetapi juga kehadiran Tuhan di balik setiap peristiwa hidup.

Di tengah dunia modern yang sibuk dan skeptis, kita bisa belajar dari dua orang buta ini: untuk tetap berharap, tetap berseru, dan tetap percaya. Iman mereka mengingatkan kita bahwa keajaiban bukan datang kepada yang kuat atau pandai, tetapi kepada yang percaya dengan rendah hati.

Mari kita renungkan:

Apakah kita masih memiliki iman yang berani berharap di saat gelap?
Apakah kita masih berseru kepada Yesus dengan kepercayaan penuh, “Tuhan, kasihanilah aku”?
Atau justru kita mulai buta karena kesibukan, ambisi, dan rasa putus asa?
Iman membuka mata rohani kita untuk melihat kasih Tuhan yang bekerja dalam diam. Saat hati terbuka, mata kita akan melihat bukan hanya terang dunia, tapi terang Kristus yang sejati.

 Doa Harian

Tuhan Yesus, buka mata hatiku agar aku mampu melihat kasih-Mu dalam setiap hal yang terjadi. Tambahkanlah imanku, agar aku berjalan bukan karena penglihatan, tetapi karena percaya kepada-Mu. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved