Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Jumat 5 Desember 2025, Berani Datang kepada Yesus
Mari simak renungan hari ini Jumat 5 Desember 2025. Tema renungan hari ini berani datang kepada Yesus.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bacaan-Injil-Katolik-Hari-Ini-Sabtu-5-November-2022.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tema renungan hari ini berani datang kepada Yesus.
- Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan hari ini untuk hari Jumat biasa Pekan I Adven, Santo Sabas Abbas dan Pengaku Iman, Santo Reinardus Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Jumat 5 Desember 2025.
Tema renungan hari ini berani datang kepada Yesus.
Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan hari ini untuk hari Jumat biasa Pekan I Adven, Santo Sabas Abbas dan Pengaku Iman, Santo Reinardus Uskup dan Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 5 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Jumat 5 Desember 2025, Doa-doa Orang Buta
Bacaan Pertama : Yesaya 29:17-24
"Pada waktu itu orang-orang buta akan melihat."
Beginilah firman Tuhan, “Tiada lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan.
Orang-orang sengsara akan bersukaria dalam Tuhan dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorai di dalam Yang Mahakudus Allah Israel. Sebab orang yang gagah sombong akan lenyap dan orang pencemooh akan habis.
Semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, yang memasang jerat terhadap orang yang menegur mereka di pintu gerbang, dan yang menyalahkan orang benar dengan alasan yang dibuat-buat.
Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, yang telah membebaskan Abraham, “Mulai sekarang Yakub takkan lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tangan-Ku di tengah-tengah mereka, dan mereka akan menguduskan nama-Ku.
Mereka akan menguduskan Yang Kudus Allah, dan mereka akan gentar terhadap Allah Israel. Pada waktu itu orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan mereka yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14
Ref. Tuhan adalah terang dan keselamatanku
atau Tuhan, Dikaulah penyelamatku.
Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.
Bacaan Injil : Matius 9:27-31
"Dua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus.
Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud!” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya.
Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, “Terjadilah padamu menurut imanmu.”
Maka meleklah mata mereka. Lalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka, “Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah itu.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
DOA DUA ORANG BUTA
Ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, "Kasihanilah
kami, hai Anak Daud!" (Matius 9:27). Bayangkan bagaimana mereka
mengikuti Yesus. Apakah ada orang yang menuntun mereka? Mereka
juga mengikuti Yesus ketika Dia masuk ke dalam sebuah rumah (Matius
9:28). Di sanalah mukjizat penyembuhan atas mereka terjadi.
Bagaimana mukjizat itu terjadi? Mula-mula Yesus bertanya kepada
mereka, "Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?" (Matius
9:28). Mereka menjawab, "Ya Tuhan, kami percaya" (Matius 9:28). Dan
mereka pun sembuh berkat imannya.
Apa yang dapat kita renungan tentang Injil hari ini? Pertama, dua orang
buta itu mengajarkan bahwa keterbatasan tidak harus menghalangi orang
untuk berdoa, memohon kepada Tuhan. Justru karena menyadari
kelemahannya, mereka berdoa lebih sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Mereka berdoa: “Kasihanilah kami hai Anak Daud” Mereka tidak menuntut
tetapi memohon belas Allah. Dengan rendah hati mereka mengungkapkan
penyerahan diri yang tulus ke dalam tangan Tuhan sehingga memperoleh
energi lebih, dalam menghadapi aneka persoalan hidup. Memohon belas
kasih berarti membuka diri bagi Tuhan. Mereka rela menanggalkan
kesombongan diri dan membiarkan Tuhan mencurahkan rahmatNya
sesuai dengan rencanaNya.
Kedua, keterbatasan tidak menghalangi orang untuk mengikuti Yesus
sampai mereka bertemu secara pribadi dengan Yesus. Pertemuan pribadi
itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengungkapkan imannya
yang mendalam dan menyampaikan permohonan mereka.
Ketiga, iman yang kuat merupakan faktor utama terkabulnya suatu doa.
Hampir dalam semua penyembuhan yang dilakukan-Nya, Yesus
menekankan pentingnya iman. Seberapa besar iman yang menyertai doa
doa permohonan kita selama ini?
Lebih dari itu, berdoa itu tidak mulai dari memohon supaya Tuhan
mendengarkan kita, melainkan kita mendengarkan Tuhan lebih dulu.
Bukankah kedua orang buta itu lebih dulu mendengarkan Yesus yang
bertanya kepada mereka (Matius 9:28)?
Akhirnya, kita perlu membagikan pengalaman akan kuasa Yesus kepada
orang lain. "Mereka keluar dan memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah
itu" (Matius 9:31). Membagikan pengalaman meneguhkan iman kita dan
mereka yang menerimanya. Mengucapkan Syahadat pada saat
merayakan misa merupakan salah satu contoh berbagi iman.
Dari dua orang buta yang Yesus sembuhkan kita bisa belajar tentang doa,
iman, dan berbagi pengalaman iman. Bagaimana selama ini kita berdoa
dan berbagi iman kepada sesama?
Mari kita belajar untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan,
memohon belas kasih-Nya, dan percaya bahwa Ia mampu mengubah
kelemahan kita menjadi kekuatan. Dengan iman yang teguh, kita pun
akan mengalami “mata yang terbuka,” melihat kasih Allah yang hadir
dalam setiap peristiwa hidup.
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas teladan iman dua orang buta
yang percaya penuh kepada-Mu. Bukalah mata hati kami agar mampu
melihat kasih dan kehendak-Mu dalam hidup sehari-hari. Sembuhkanlah
kebutaan rohani kami yang membuat kami sulit percaya, dan
teguhkanlah iman kami agar selalu bersandar pada kuasa sabda-Mu.
Jadikanlah kami saksi kasih-Mu, yang membawa terang bagi sesama dan
menghadirkan harapan di tengah dunia. Kami mohon ini dengan
perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang
segala masa... Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Jumat. Salam Doa dan Berkatku
untukmu dan keluarga di mana saja berada: dalam nama Bapa dan
Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.