Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Selasa 16 Desember 2025, Si Bungsu
Simak renungan Katolik Selasa 16 Desember 2025. Tema renungan Katolik si bungsu.Renungan Katolik ada dibagian akhir
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tema renungan Katolik si bungsu.
- Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan Katolik untuk hari Selasa Biasa Pekan III Adven, Santo Sturmius Abbas, Santa Teofanu Janda, dengan warna liturgi ungu.
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Selasa 16 Desember 2025.
Tema renungan Katolik si bungsu.
Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik untuk hari Selasa Biasa Pekan III Adven, Santo Sturmius Abbas, Santa Teofanu Janda, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 16 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 16 Desember 2025, Mari Bertobat Melalui Tindakan
Bacaan Pertama Zefanya 3:1-2.9-13
"Keselamatan dijanjikan kepada semua orang yang hina dina."
Beginilah firman Tuhan, “Celakalah si pemberontak dan si cemar, kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak memedulikan kecaman. Ia tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghadap Allahnya.
Tetapi Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya mereka sekalian menyerukan nama Tuhan dan bersama-sama beribadah kepada-Nya.
Orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan datang dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia dan membawa persembahan kepada-Ku. Pada hari itu, engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap-Ku.
Sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang angkuh dan congkak, dan engkau takkan menyombongkan diri lagi di gunung-Ku yang kudus. Di tengah-tengahmu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan.
Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya seperti kawanan domba mereka akan merumput dan berbaring dengan tenang, dan tidak ada orang yang mengganggu mereka lagi.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 34:2-3.6-7.17-18.19.23
Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
atau Orang yang tertindas berseru, dan Tuhan mendengarkannya.
Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakan mereka Ia lepaskan.
Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Tuhan, datanglah dan jangan berlambat; ringankanlah beban umat-Ku.
Bacaan Injil Matius 21:28-32
"Yohanes Pembaptis datang dan orang-orang berdosa percaya kepadanya."
Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, “Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, ‘Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini’. Jawab anak itu, ‘Baik, Bapa’.
Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, ‘Tidak mau’. Tetapi kemudian ia menyesal lau pergi juga. Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang kedua.”
Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan mendahului kalian masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes Pembaptis datang menunjukkan jalan kebenaran kepada kalian, dan kalian tidak percaya kepadanya.
Dan meskipun kalian melihatnya, namun kemudian kalian tidak menyesal, dan kalian tidak juga percaya kepadanya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Si Bungsu”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita diundang untuk merenungkan tema “Si Bungsu,” yang terinspirasi dari bacaan Zefanya dan Injil Matius. Dalam konteks ini, kisah dan nubuat mengajak kita untuk memahami sifat anugerah Allah dan seberapa jauh kita merespons undangan-Nya.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Di dalam bacaan pertama hari ini (Zef. 3:1-2, 9-13), Zefanya menyerukan pertobatan kepada umat yang telah menyimpang dari jalan Tuhan. Dia menekankan pentingnya kerendahan hati dan kembali kepada Allah. Pada akhir nubuat ini, dijanjikan sebuah pemulihan bagi mereka yang tulus. Umat yang tidak beriman akan diadili, tetapi yang rendah hati dan setia akan dipulihkan dan dibimbing oleh Tuhan. Sedangkan di dalam Injil (Mat. 21:28-32), Yesus menceritakan perumpamaan tentang dua anak. Ketika diminta ayah mereka untuk bekerja di kebun anggur, si bungsu awalnya menolak tetapi kemudian menyesal dan pergi, sementara si sulung setuju tetapi tidak melakukannya. Perumpamaan ini menggambarkan realita bahwa tindakan lebih penting daripada kata-kata. Yesus menekankan bahwa pemungutan cukai dan pelacur, yang dianggap berdosa, lebih cepat mendengarkan dan mengikuti jalan Allah. Point-point refleksi kita adalah tentang Pertobatan yang Tulus: Seperti si bungsu yang awalnya menolak tetapi kemudian menyesal dan bertindak, kita juga diajak untuk membuat pilihan yang tulus. Apakah kita berani mengakui kesalahan dan kembali kepada Tuhan? Pertobatan sejati berarti merespons panggilan-Nya, bahkan setelah mengabaikannya. Tindakan versus Kata-kata: Dalam kisah ini, tindakan si bungsu lebih berarti daripada kata-katanya. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa hidup kita mencerminkan iman yang kita ucapkan? Renungkan apakah ada jarak antara apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Menerima Anugerah Tuhan: Bacaan dari Zefanya mengingatkan kita bahwa Tuhan menawarkan pemulihan bagi mereka yang bersedia bertobat. Adakah kita merasa tidak layak menerima anugerah ini? Mari kita ingat bahwa Allah tidak membedakan antara "si bungsu" dan "si sulung" dalam tawaran kasih-Nya. Dia mengundang kita semua untuk kembali.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: Marilah kita membangun hati yang terbuka untuk bertobat dan mendengarkan panggilan Tuhan dalam hidup kita. Semoga kita dapat mengambil teladan dari si bungsu, mengutamakan tindakan nyata dalam iman kita, dan selalu bersyukur atas anugerah pemulihan yang diberikan oleh Allah. Dengan demikian, kita akan menjadi saksi dari kasih dan keadilan Tuhan dalam dunia ini. Tuhan memberkati. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.