Misa Hari Minggu
Teks Misa Adven IV Minggu 21 Desember 2025 dan Renungan Harian Katolik
Teks misa Adven IV lengkap renungan harian Katolik. Teks misa Adven IV untuk hari biasa pekan IV adven tahun A jelang Natal 2025.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-ROH-KUDUS-MATALOKO-Gereja-Paroki-Roh-Kudus-Mataloko-di-Ngada-NTT.jpg)
Ringkasan Berita:
- Teks misa Adven IV lengkap renungan harian Katolik.
- Teks misa Adven IV disiapkan untuk hari biasa pekan IV adven tahun A jelang Natal 2025.
- Teks misa Adven IV disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo SVD.
Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa Adven IV Minggu 21 Desember 2025.
Teks misa Adven IV lengkap renungan harian Katolik.
Teks misa Adven IV disiapkan untuk hari biasa pekan IV adven tahun A jelang Natal 2025.
Teks misa Adven IV disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo SVD.
Ikuti misa Adven IV hari Minggu dengan penuh iman.
Baca juga: Teks Misa Minggu 21 Desember 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik
Persiapan Misa
Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Pada meja perayaan disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian.
Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.
Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Adven.
NB. Keterangan tentang lagu diberi warna ungu
01. TANDA SALIB DAN SALAM
P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
02. KATA PEMBUKA
P : Hari ini kita merayakan Minggu Keempat dalam Masa Adven. Dalam sepekan lagi kita akan merayakan Natal, hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, yang menjelma menjadi manusia.
Bacaan pertama menyinggung tentang ramalan kedatangan Immanuel, Allah-beserta-kita. Nubuat ini dinyatakan agar umat Israel menyadari bahwa Allah selalu menyertai mereka. Dalam bacaan kedua, gema tentang kelahiran Anak Allah ini disampaikan oleh Rasul Paulus. Berabad-abad lamanya, janji tentang kedatangan Putra Allah ini digaungkan, hingga pada saatnya Ia lahir dari seorang perawan dan menjadi salah satu dari kita manusia. Dalam bacaan Injil, kita akan mendengarkan tentang kisah Yusuf, suami Maria, yang belum mengetahui rencana Tuhan. Ia pun berencana untuk meninggalkan Maria yang mengandung bukan dari dirinya. Ketika ia disadarkan dalam mimpi bahwa anak yang dikandung Maria itu berasal dari Roh Kudus, Yusuf pun tidak meninggalkan Maria tetapi bersama Maria memelihara Dia yang akan datang. Kita pun diajak untuk menyiapkan batin kita untuk menyambut kedatangan-Nya di dalam hati kita. [hening sejenak]
03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN
P : Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah
berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya
berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria,kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : [Dengan tangan terkatup] Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa
kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U : Amin.
[TANPA KEMULIAAN]
04. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]
Allah yang mahakuasa, kami bersyukur karena Engkau mengutus Yesus Putra-Mu untuk menjadi
salah satu dari kami manusia, yang menuntun kami di jalan yang benar dan menyelamatkan.
Semoga hati kami senantiasa siap untuk menyambut kedatangan-Nya, agar kami sungguhsungguh merasakan bahwa Engkau tidak pernah membiarkan kami berjalan sendirian. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Tuhan bersabda, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku hadir di
tengah-tengah mereka." Percaya akan Sabda ini, maka marilah kita hening sejenak dan menyadari
kehadiran Tuhan di tengah kita, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.
[Bacaan dibacakan dari Alkitab]
06. BACAAN PERTAMA (Yes. 7:10-14)
L : Bacaan dari Kitab Yesaya
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: “Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab: “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau
mencobai TUHAN.” Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum
cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya,
seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Mzm. 24:7c,10b)
Tuhan akan datang, Dialah Raja Kemuliaan!
Mzm. 24:1-2,3-4b,5-6
TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
(Refren)
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?
Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. (Refren)
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” (Refren)
08. BACAAN KEDUA (Rm. 1:1-7)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Roma
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberita
kan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam
kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan
menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat
kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil
menjadi milik Kristus. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
09. ALLELUIA (Mat. 1:23)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Anak dara itu akan mengundang dan melahirkan seorang anak laki-laki. * Mereka akan menamai
Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.
U : Alleluia
10. INJIL [Mat. 1:18-24]
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius. Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
11. RENUNGAN SINGKAT
Kisah kelahiran Yesus Kristus sungguh-sungguh diatur dengan baik oleh Tuhan. Semuanya direncanakan dengan rapi oleh Tuhan. Dalam bacaan Injil tadi kita mendengarkan kisah tentang Yusuf, tunangan Maria, yang hendak menceraikan Maria karena ternyata Maria sudah mengandung dan bukan dari dirinya. Kita dalami kisah ini demi meningkatkan iman kita. Pertama, rencana Tuhan itu kadang kala di luar nalar manusia. Dalam Injil dikisahkan tentang Yusuf yang tulus dan jujur. Ketika tahu bahwa Maria mengandung bukan dari dirinya, maka hal yang amat wajar dibuat oleh seorang lelaki adalah menghargai pilihan wanita itu agar ia menikah dengan pilihan hatinya. Yusuf, dengan penuh hormat kepada Maria, tidak mau mencemarkan nama baik Maria. Ia melakukannya
secara diam-diam, tidak dengan kehebohan atau menuntutnya di depan umum. Ini niat yang baik. Namun, semua rencananya itu dibatalkan karena ia diberitahu dalam mimpi bahwa Tuhan sedang
melaksanakan karya agung-Nya melalui keluarga kecil ini. Inilah yang menguatkan Yusuf dan ia kemudian memilih untuk tetap berjalan bersama Bunda Maria. Kadang kala rencana Tuhan itu tidak kita mengerti. Hanya orang yang percaya dan dekat dengan Tuhan, entah melalui doa ataupun melalui permenungan, akan bisa menangkap maksud atau rencana Tuhan. Yusuf adalah seorang yang tulus hati dan ia terbuka terhadap kata-kata Malaikat yang muncul dalam mimpi. Momen mimpi bisa dipahami sebagai kejadian riil bermimpi, tetapi juga bisa dipahami sebagai momen pribadi menjumpai Tuhan. Ketika bermimpi, orang itu sendiri yang bermimpi. Ia tidak mimpi beramai-ramai. Menjumpai Tuhan adalah hal yang pribadi, dan dalam perjumpaan pribadi itu orang bisa memahami rencana atau maksud Tuhan. Kisah Yusuf ini mengajarkan kita untuk tidak serta menolak hal yang tidak kita mengerti. Kita diajak untuk merenungkannya di hadapan Tuhan, karenabisa jadi Tuhan sedang berkarya melalui diri kita. Kedua, rencana Tuhan itu membutuhkan kerja sama dari pihak manusia. Yusuf memiliki rencananya sendiri yaitu meninggalkan Bunda Maria. Sedangkan Tuhan memiliki rencana agar Yusuf bisa mendampingi Bunda Maria sehingga karya agung-Nya bisa terlaksana. Yusuf akhirnya meninggalkan rencananya dan mengikuti rencana Tuhan. Ia terlibat dalam rencana besar Tuhan untuk menyelamatkan dunia. Meskipun tugas ini kelihatannya sederhana, namun, dijalaninya dengan sungguh-sungguh. Setiap kita pasti diutus Tuhan untuk melaksanakan rencana agung-Nya. Mungkin kita tidak menyadarinya karena tugas kita amatlah sederhana. Bahkan mungkin kehadiran kita tidak diperhitungkan oleh banyak orang. Namun, sekecil apa pun peranan yang kita jalani dalam hidup kita, jika kita mendengarkan rencana Tuhan, maka kita sebenarnya sedang terlibat dalam rencana besar Tuhan. Tuhan memakai setiap kita untuk maksud-Nya yang besar. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, saling menolong, dan mendukung, agar rencana Tuhan terjadi dalam hidup kita dan melalui hidup dan perutusan kita, baik di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat. Selamat menjadi Yusuf-Yusuf di dalam hidup kita.
12. HENING SEJENAK
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Saudara-saudari yang terkasih, betapa besar cinta kasih Allah kepada kita, sehingga Ia rela
mengutus Putra-Nya yang tunggal untuk menjadi manusia. Marilah kita bersukacita dalam Tuhan dan dengan gembira menyampaikan doa permohonan kepada-Nya.
P : Bagi Gereja Kudus. Semoga Gereja menjadi tanda kasih Allah di tengah dunia yang diliputi kegelapan dosa dan kuasa kejahatan. Marilah kita mohon…
P : Bagi kepeningan masyarakat. Semoga misteri penjelmaan Allah menjadi manusia menyadarkan umat manusia akan keluhuran pribadi-Nya sehingga menggerakkan hati setiap orang untuk saling menghargai dan menghormati dalam cinta kasih. Marilah kita mohon…
P : Bagi semua orang yang ditimpa kemalangan dan penderitaan. Semoga berkat belas kasih Allah
dan perhatian sesama, mereka ditopang oleh harapan yang pasti akan nilai-nilai kebaikan yang menyelamatkan. Marilah kita mohon…
P : Bagi kita yang hadir di sini. Semoga kita mampu membuka diri bagi Sabda Allah dan mengikuti teladan hidup Bunda Maria dan Yusuf, suaminya, yang selalu taat dan setia kepada kehendak Allah. Marilah kita mohon…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Demikianlah ya Tuhan, Allah kami yang maha pengasih, doa-doa yang kami sampaikan dengan
rendah hati. Semoga Engkau berkenan mendengarkan dan mengabulkannya karena Kristus Tuhan kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.
16. DOA PUJIAN
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus, Sang Juru selamat, telah lahir. Dialah Allah yang menjadi
manusia. Di tengah malam sunyi terpancarlah cahaya dan bersinarlah semarak ilahi di dunia. Maka bersama para malaikat dan para gembala di padang, marilah kita bergembira, dan memuliakan Allah dengan berseru (menyanyikan): Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Ya Allah yang mahakuasa, Bapa yang setia dan murah hati. Para perayaan malam Natal ini secara
khusus kami hendak memuji Engkau, sebab Yesus Kristus telah lahir di dunia dan rela menjadi manusia. Maka kami berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Ia rela menanggalkan kemuliaan surgawi yang dimiliki-Nya, untuk menjadi manusia, sama seperti
kami. Ia lahir sebagai manusia dan menjadi Saudara kami. Dalam Dia, kami Engkau angkat menjadi putra-putri-Mu yang terkasih. Maka kami berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Dia telah Engkau utus membuka bagi kami jalan menuju kebahagiaan kekal. Melalui Dia, Engkau
membawa damai dan sejahtera kepada kami dan kepada seluruh dunia. Maka kami berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Melalui dan di dalam Dia, Engkau mengunjungi dan hadir senantiasa dalam hidup kami. Dia memanggil dan menghimpun kami menjadi Gereja, tanda kehadiran-Mu yang menyelamatkan dunia. Maka kami berseru:
U : Pujian dan hormat bagi-Mu selamanya.
P : Oleh sebab itu, dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup
setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi Mu sambil berseru:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau Gloria in excelsis Deo]
Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah
kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah
masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Peznyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita
menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau
kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).
[hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku
sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Masa Adven.
20. MENDARASKAN MAZMUR 118:1-16
[Bisa dibacakan bergantian oleh dua orang atau dua kelompok]
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata:
"Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya!"
Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN.
TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.
Segala bangsa mengelilingi aku demi nama
TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.
Mereka mengelilingi aku, ya mengelilingi aku demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka
mundur.
Mereka mengelilingi aku seperti lebah, mereka menyala-nyala seperti api duri, demi nama
TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.
Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku;
Ia telah menjadi keselamatanku.
Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan
keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari terkasih, Yusuf yang semula ingin meninggalkan Maria, akhirnya menerima
Maria dan berjalan bersama Maria, mempersiapkan kedatangan Tuhan. Saat Natal kian dekat. Mari kita tinggalkan kesibukan kita yang amat menyita perhatian dan persiapan kita menyambut kedatangan Tuhan. Bersama dengan semua jemaat yang lain, kita pun berjalan bersama Bunda Maria, menantikan kelahiran Yesus Tuhan kita.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Allah yang kekal dan kuasa, Engkau telah menjanjikan datangnya Immanuel, yang berjalan bersama kami. Semoga kami selalu membuka hati kami agar ia layak menjadi tempat bagi kelahiran Yesus Putra-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang
hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U : Amin
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
[hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup
yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda kita ini sudah selesai.
U : Syukur kepada Allah.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP.
(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.